MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 255 Khawatir.


__ADS_3

Tasya dan kekasih barunya itu masih tersenyum dengan berdiri dan sementara wajah Edo sudah datar.


"Ya sudah kalian duduk," sahut Angela.


"Iya makasih Angela," sahut Tasya.


"Maaf ya Edo, aku nggak bisa bawa Putri. Dia sepertinya mengantuk makanya tidurnya cepat," sahut Tasya yang tau jika Edo pasti kecewa.


"Ya sudah tidak apa-apa. Lain kali saja," sahut Edo yang tersenyum getir.


"Lagian ini juga acara dewasa. Mana mungkin anak kecil ikut bergabung," celetuk Bram dengan santainya. Kalimat yang di ucapkan Bram mengalihkan tatapan orang-orang di meja makan itu. Melihat serius ke arah Bram. Sampai Tasya menyiku pelan kekasihnya itu yang sadar dengan eksperesi semua orang.


"Maksud aku anak kecil. Tidak baik harus pergi malam dan apa lagi tadi dia juga mengantuk," Bram langsung dengan cepat meralat kata-katanya yang baru di sadarinya itu salah.


"Iya kalau Putri memang mengantuk. Sebaiknya memang tidak iku. Dan lagian masih banyak waktu. Ini juga libur sekolah," sahut Angela yang berusaha mencairkan suasana.


"Iya Angela kamu benar. Aku sama Putri akan la di Jakarta kok. Nanti kamu sama mas Edo. Telpon aku aja kapan mau ketemu Putri. Aku akan atur waktu," sahut Tasya.


"Itu pasti Tasya," sahut Angela.


"Ya sudah sebaiknya kita sekarang makan. Kita pesan makanan dulu pastinya," sahut Risya.


"Hmmm, benar aku juga udah lapar," sahut Syrala dengan mengelus-elus perutnya.


"Mari silahkan pesan apa yang kalian mau," sahut Edo. Edo sudah mulai sedikit tenang. Masih banyak waktu untuk bertemu Putri. Walau Edo kecewa dan sangat berharap Putri datang. Tetapi tidak apa-apa. Putri juga mengantuk dan tidak bisa datang. Di paksakan juga pasti tidak enak.


*******


Makan malam berlanjut. Namun edo dan Tasya bicara dengan serius yang berpisah dari yang lainnya yang masih menikmati makan malam.


"Ada apa Edo?" tanya Tasya.


"Hubungan kamu dengan dia sudah berapa lama?" tanya Edo.

__ADS_1


"Bram maksud kamu?" tanya Tasya. Edo menganggukkan kepalanya.


"Dia itu teman kuliah aku dulu. Kita sudah kenal dari dulu dan sekarang baru klop," jawab Tasya tersenyum.


"Kamu ingin menjalani hubungan serius dengan-nya?" tanya Edo dengan serius.


"Kita sama-sama cocok dan memang ada rencana," jawab Tasya dengan apa adanya.


"Lalu Putri bagaimana?" tanya Edo yang ternyata memikirkan Putri.


"Bagaimana? Maksudnya?" tanya Tasya balik.


"Tasya kamu akan sibuk dengan hubungan baru kamu. Pernikahan kamu. Apa kamu yakin bisa membagi waktu dengan Putri dan apa Putri setuju dengan calon ayah baru untuknya?" tanya Edo.


"Ya ampun Edo. Memang kalau menikah. Aku tidak akan peduli dengan Putri gitu. Aku tetap sayang sama Putri dan pasti Putri tetap menjadi no satu dan pasti menjadi prioritas ku seperti biasa dan masalah Putri menyukai Bram atau tidak. Dia pasti suka. Mereka sudah bertemu dan aku lihat tidak ada masalah," jelas Tasya.


"Aku hanya khawatir saja dengan perkembangan Putri," sahut Edo.


"Kamu jangan memikirkan hal terlalu panjang. Putri baik-baik saja dengan ku dan Bram juga akan menerima Putri dan akan menganggap Putri seperti anaknya sendiri," sahut Tasya yang meyakinkan Edo.


************


Setelah acara makan malam berakhir Risya dan Arga berada di dalam mobil menuju rumah mereka.


"Sayang bagaimana menurut kamu calon suaminya Tasya?" tanya Risya tiba-tiba ingin membahas Bram.


"Bagaimana apanya. Aku melihat biasa saja. Hmmm tapi kayaknya orangnya cuek dan tidak ingin berbaur. Terbukti tadi saat makan malam bersama kita dia tidak mengobrol sama sekali dan terus melihat ponselnya," jawab Arga yang memberikan penilaiannya kepada Bram.


"Kamu benar. Dia tampak cuek. Lalu apa Putri sudah bertemu dengannya ya?" tanya Risya.


"Kalau Tasya bilang hubungan mereka sedekat itu. Aku rasa pasti sudah bertemu," sahut Arga.


"Lalu apa Putri langsung menerima Bram. Kalau di ingat-ingat dulu saat Putri bersama Edo dan saat itu Edo mengenalkan Angela. Putri tampak tidak Terima dan sangat ketus pada Angela. Padahal Angela saat itu berusaha dengan begitu ramah," ucap Risya.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau Risya. Lagian kalau ada masalah pasti Tasya akan menceritakannya dan sepertinya hubungan Tasya dan Bram tidak ada masalah dengan Putri," ucap Arga yang tidak mau berpikir apa-apa.


"Aku juga berharap seperti itu. Semoga semuanya baik-baik saja dan dengan Tasya yang menjalani hubungan siapa saja ya semoga baik-baik saja dan tidak ada masalah dan tidak berpengaruh dengan Putri," ucap Risya.


"Iya sayang aku juga berharap seperti itu," sahut Arga.


**********


Sama dengan mobil lain yang ada Edo dan juga ada Angela. Edo yang menyetir terlihat memikirkan sesuatu yang membuat Edo kelihatan murung.


"Kamu begitu kecewa tidak bertemu dengan Putri!" tebak Angela yang tau apa yang di pikirkan Edo.


"Iya aku sangat kecewa. Aku hanya tidak menduga jika Tasya tidak membawa Putri. Padahal makan malam itu untuk bertemu Putri bukan untuk ingin tau siapa calon suaminya," jawab Edo dengan wajahnya yang masih penuh dengan kekecewaan.


"Sayang besok kita cari waktu aja untuk bertemu Putri. Tadi Putri sedang tidur dan lagian tidak baik juga memaksakan Putri," ucap Angela.


"Angela kenapa aku merasa jika Bram itu bukan orang yang tepat untuk menjadi ayah sambung Putri," ucap Edo tiba-tiba dengan pemikirannya.


"Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Angela.


"Sikapnya sangat angkuh dan terlihat sangat sombong. Aku tidak tau itu hanya perasaan ku atau bagaimana. Apa lagi dengan celetukannya tadi. Aku merasa celetukannya itu sangat tidak pantas," ucap Edo dengan pemikirannya apa adanya. Feeling nya tidak enak saat pertama kali bertemu dengan Bram.


"Kamu kok bisa beranggapan seperti itu?" tanya Angela.


"Aku hanya memikirkan hal itu saja. Aku tiba-tiba khawatir dengan Putri," sahut Edo.


"Sayang kamu jangan memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Mungkin saja Bram memang kelihatan sangat cuek. Tetapi aku percaya dia kelihatan sangat baik dan humbel dan lagian Tasya mana mungkin memilih pasangannya. Jika orang itu tidak baik dan Tasya juga pasti memikirkan Putri. Jadi percayalah semuanya pasti akan baik-baik saja," ucap Angela yang berpikiran positif.


"Syukurlah jika hal itu terjadi. Aku takut hal itu tidak terjadi sama sekali," sahut Edo.


"Sudahlah kamu jangan berpikiran buruk. Kita doakan saja semoga semuanya baik-baik saja," ucap Angela.


Edo menganggukkan kepalanya. Meski pikirannya tidak tenang dan khawatir dengan Putri. Namun dia harus berpikiran positif.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2