MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 227 Banyak yang menguatkan.


__ADS_3

Edo, Angela dan Putri berada di dalam mobil. Setelah pulang dari rumah sakit mereka mengantarkan Putri untuk les.


"Ma, pa, tadi Tante Risya kenapa sampai marah seperti itu pada Putri. Apa Putri salah bicara?" tanya Putri yang pasti memorinya mengingat kejadian yang barusan terjadi.


"Putri jangan memikirkan hal itu ya. Apa yang Putri dengar tadi tidak pantas Putri ingat. Jadi lupakan saja dan Tante Risya sedang sakit. Makanya seperti itu," jelas Angela singkat.


"Baiklah! tapi Putri pasti salah. Makanya Tante Risya marah pada Putri. Putri harus minta maaf," ucap Putri.


"Nanti saja Putri. Kalau Tante Risya sudah baik-baik saja," sahut Angela yang tidak memungkinkan hal itu terjadi.


"Lalu kita tidak jadi bertemu dengan Om Hariyanto?" tanya Putri.


"Om Hariyanto belum siuman. Nanti kalau sudah siuman baru kita lihat," jawab Angela.


Benar ternyata tujuan mereka datang kerumah sakit mempertemukan Putri dengan Hariyanto. Tetapi siapa sangkar terjadi masalah besar dan membuat Risya histeris. Ya entah apa tujuan Angela membawa Putri menemui Hariyanto.


Angela melihat ke arah Edo. Edo yang sejak tadi menyetir diam saja dengan wajah murungnya.


"Mas!" lirih Edo.


"Seharusnya kita tidak bertemu Angela!" ucap Edo tiba-tiba.


"Kenapa bicara seperti itu?" tanya Angela.


"Masalah ini terjadi karena aku! Aku yang punya masalah dengan Tasya sampai melibatkan banyak orang. Kamu sahabatnya Risya dan jika kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Ini tidak akan terjadi dan kamu pasti tidak bingung sekarang," ucap Edo yang merasa bersalah dengan kejadian ini yang memang menjadi korbannya adalah Angela yang harus memihak dirinya atau sahabatnya.


"Apa yang kamu katakan mas. Aku tidak memihak pada siapa-siapa. Masalah ini sangat besar dan kejadian tadi adalah kesalahanku. Seharusnya aku tidak punya pikiran membawa Putri kesana yang ujung-ujungnya terjadi seperti ini dan pertemuan kita sudah takdir dan ini jalannya dan pasti masalah ini akan selesai," ucap Angela dengan bijak.


"Aku tidak mengerti Angela apa lagi yang akan aku lakukan," ucap Edo menghela napas berat yang memang terlihat begitu lelah.


"Iya mas aku mengerti perasaan kamu," sahut Angela.


Putri di belakang hanya diam saja yang tidak paham dengan pembicara Angela dan juga Edo. Karena dia masih memikirkan Risya yang marah kepadanya. Selama ini Risya paling hanya membalas dengan sewot- sewotan saja. Namun ini bukan candaan dan Risya harus mengorbankan Putri untuk kehancuran hatinya


***********


Risya sudah siuman. Tadi langsung di periksa Dokter dan Alhamdulillah kandungannya tidak bermasalah. Namun sekarang Risya masih menangis yang di peluk Salmah ibu mertuanya. Dengan Salmah yang mengusap-usap punggung Risya untuk menguatkan Risya

__ADS_1


"Sudah sayang, jangan menangis lagi. Nanti kamu semakin lemah kasihan bayi kamu," ucap Salmah mengingatkan menantunya itu yang menangis sengugukan.


"Risya tidak mau di sini? Risya mau pilang, Risya capek, Risya tidak mau di sini!" keluh Risya dengan menangis yang sampai sesak napas yang sudah kelihatan sangat lelah.


"Iya kita pulang! Kita tidak akan di sini! Tapi kamu jangan menangis lagi ya," ucap Salmah.


Salmah melonggarkan pelukannya dan mengusap air mata yang membanjiri wajah membantunya itu.


"Mama tau perasaan kamu dan kamu boleh melampiaskannya. Mama tidak akan marah. Jika kamu mengeluarkan makian, cacian hinaan untuk membalas sakit hati kamu. Silahkan sayang mama tidak akan menghentikan kamu. Tapi jangan berlarut-larut. Ada bayi yang sedang kamu tunggu dan Arga. Bayi ini di kirim tuhan bukan untuk melihat kesedihan ibunya. Dia ingin bahagia di rahim ibunya. Jadi cukup menangisnya jangan menangis lagi yang akan membuat bayi kamu dan Arga sedih," ucap Salmah yang menasehati Risya dengan lembut.


Hiks, hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks


Risya hanya menangis menangis mendengarkan nasehat dari salmah dengan napasnya yang sesak karena menangis terlalu lama.


"Kamu mau kan tidak menangis lagi?" tanya Salamah. Risya menganggukkan kepalanya yang menurut dan Salmah kembali memeluknya.


"Ini adalah cobaan yang terberat dalam hidup kamu dan kamu pasti terluka. Tetapi itu artinya tuhan sedang menyiapkan hadiah untuk kamu. Jadi kamu harus kuat sayang," ucap Salamah yang selalu memberikan energi kekuatan untuk menantunya itu.


Arga berada di luar pintu ruangan perawatan itu. Ada juga Boy, Syrala, Vio dan Samuel. Boy menepuk-nepuk pindah Arga untuk memberikan Arga semangat.


"Risya pasti baik-baik aja," ucap Boy.


"Arga jika Risya belum siap bertemu dengan Om Hariyanto. Maka tidak apa-apa. Kamu jangan paksa dia. Biarkan dia menenangkan dirinya dulu dan pasti hatinya akan bergerak sendiri," ucap Vio memberi saran.


"Iya kamu benar Vio," sahut Arga yang pasti menyesalkan keadaan Risya yang sekarang.


"Aku tidak percaya. Jika semua ini akan terjadi," sahut Syrala menghela napasnya dengan memijat dahinya yang terasa berat.


"Ya sudah aku sama Vio mau keruangan Om Hariyanto dulu. Kami juga harus menemani Tante Tantri," ucap Samuel.


"Iya kalian temani mama di sana. Aku akan membawa Risya pulang setelah ini dan sampaikan maaf pada mama," ucap Arga.


"Santai saja Arga. Kamu fokus sama Risya aja," ucap Vio.


"Iya," sahut Arga.


Vio dan Samuel pun akhirnya pergi untuk keruangan Hariyanto dan menemani Tantri menjaga suaminya.

__ADS_1


"Arga aku mau beli makanan. Kamu mau sekalian tidak? Risya juga belum makan kan," sahut Syrala.


"Ya sudah Syrala kamu beli apa saja. Memang Risya belum makan. Makanya kondisinya seperti itu," ucap Arga.


"Ya sudah kalau begitu aku beli makanan dulu untuk Risya," ucap Syrala.


"Aku akan menemanimu," sahut Boy.


"Tidak usah Boy. Aku bisa sendiri," tolak Syrala


"Aku temani!" sahut Boy.


Dan mau tidak mau Syrala mengiyakan dan pergi bersama Boy mencari makanan sementara Arga memasuki kamar perawatan Risya.


**********


Boy dan Syrala pergi membeli makanan menggunakan mobil Boy. Yang pasti Boy yang menyetir.


"Aku tidak tau kalau kamu pulang!" ucap Boy yang memulai pembicaraan.


"Ya jangankan pulang pergi saja aku tidak tau," lanjut Boy.


"Aku Mala saja jika harus memberitahu," sahut Syrala yang jawabannya simpel.


"Tapi untung ya Syrala. Kamu menemukan Risya di Bandara," ucap Boy.


"Iya. Aku juga tidak tau mau kemana Risya saat itu. Dan ternyata ini yang terjadi. Memang sangat tidak di duga masalah besar itu terjadi," ucap Syrala.


"Kasihan Risya. Dia seperti orang trauma. Dia pasti sangat takut," sahut Boy.


"Tetapi untung ada Arga, ada Tante Salmah dan Om Dehway yang pasang badan untuk Risya dan pasti Risya kuat menghadapi masalah ini," ucap Syrala.


"Kita berdoa saja semoga masalah ini cepat selesai," sahut Boy. Syrala menganggukkan kepalanya.


Bersambung.


...Jangan lupa mampir ya ikutin ceritanya dan jangan lupa tinggalkan koment, like dan subscribe. Vote sebanyak-banyaknya....

__ADS_1



__ADS_2