
Angela, Putri dan Edo yang sekarang berada di dalam mobil yang mereka terlihat cantik dan tampan yang seperti ingin menghadiri acara formal yang tidak tau juga mau kemana mereka.
"Memang kita mau kemana sih pah?" tanya Putri.
"Mau kerumah mamanya teman mama Angela," jawab Edo.
"Memang siapa mah dan mau kesan mau apa?" tangan Putri.
"Tempat Tante Risya Putri. Hari ini lagi ada acara di rumah orangtuanya. Ulang tahun pernikahan mama dan papa Tante Risya. Jadi mereka buat pesta jadi kita di undang ke acara itu," jelas Angela dengan apa adanya.
"Mama dan papa Tante Risya sudah ulang tahun pernikahan. Lalu mama dan papa kapan menikahnya," sahut Putri dengan wajah manyunnya membuat Angela dan Edo tersenyum.
"Tanya mama kamu Putri soalnya papa sudah siap-siap aja yang belum siap itu mama kamu," sahut Edo.
"Oh jadi sekarang masalahnya ada pada mama nih," ucap Putri menatap dengan selidik mamanya itu.
"Bukan begitu sayang. Kebetulan mama masih ada kontrak pekerjaan dan ini hanya beberapa bulan lagi kok. Karena rencananya kalau mama dan papa nikah. Mama mau berhenti kerja. Jadi makanya mama harus selesai dulu pekerjaan mama," ucap Angela menjelaskan dengan detail pada Puttri.
"Jadi kalau sudah menikah dengan papa. Mama tidak akan kerja lagi?" tanya Putri memastikan.
"Yes benar mama ingin fokus buat jadi istri dan juga jadi ibu," sahut Angela dengan yakin.
"Asyik bisa setiap hari di temani mama," sahut Putri dengan bahagianya membuat Angela dan Edo tersenyum yang pasti ikut bahagia.
Angela memang sangat niat menikah sampai berhenti bekerja. Karena ingin waktunya hanya untuk suami dan anaknya. Lagian dia juga sudah puas menghabiskan waktu gadisnya dengan Happy dan sibuk bekerja. Jadi kalau menikah Angela ingin melakukan hal yang berbeda ya setiap orang berbeda-beda punya prinsip dalam pernikahan.
**********
Pesta ulang tahun pernikahan Tantri dan Hariyanto di adakan di rumah Risya yang di sulap sedemikian rupa menjadi pesta mewah. Karena memang mereka banyak mengundang tamu-tamu. Jadi mau tidak mau harus ada pesta.
Risya sendiri pasti sudah bergabung di acara tersebut. Bahkan Risya ikut membantu mempersiapkan acara tersebut. Risya sangat cantik dengan gaun panjang berwarna hitam yang bling-bling dengan lengan yang menyilang membuatnya begitu Anggun dan sangat elegan.
"Ternyata tamunya sangat banyak ya ma," ucap Risya.
"Iya sayang banyak juga yang datang tamu-tamu papa dan juga banyak tamu-tamu kamu," ucap Tantri.
"Hmmm Risya. Apa kamu sama Arga tidak akan memberi mama dan papa kado di hari ulang tahun pernikahan ini?" tanya Hariyanto.
"Papa tenang saja aku sama Arga menyiapkan kado yang terindah untuk mama dan papa," ucap Risya
"Oh iya apa itu kira-kira?" tanya Hariyanto penasaran.
"Special dan masih rahasia," sahut Risya.
"Tetapi bukan tiket bulan madu kan Risya," goda Tantri.
__ADS_1
"Memang mama sama papa masih mau kasih adek untuk Risya," canda Arga.
"Nggak juga sih. Biar Risya aja yang kasih mama dan papa cucu," sahut Tantri dengan menggoda Arga dan Risya.
"Mama doain aja ya," sahut Arga yang mengelus-elus perut istrinya.
"Iya pasti dong Arga di doakan," sahut Tantri.
"Oh iya Arga mama dan papa kamu tidak datang?" tanya Hariyanto.
"Datang kok mah. Lagi di jalan. Mama tadi telpon katanya lagi macet," jawab Arga.
"Ya sudah kita tungguin aja," sahut Tantri.
"Tante Om," tiba-tiba Syrala dan Edo datang dan menghampiri Risya dan kedua orang tua Risya.
"Syrala," sahut Tantri.
"Tante Om, selamat ya untuk aniversary pernikahan Tante. Semoga tetap langgeng sampai maut memisahkan," ucap Syrala yang memberikan doanya.
"Makasih ya Syrala kamu itu sudah mau datang dan beri Tante doa," sahut Tantri.
"Iya Tante. Oh iya Syrala bawa hadiah untuk Tante dan Om," ucap Syrala yang memberikan bingkisannya kepada Tantri.
"Ya ampun pakai kado segala. Jangan repot-repot Syrala Tante jadi nggak enak," sahut Tantri.
"Oh jadi hadiahnya berdua nih. Pasti nyari bareng-bareng ya," sahut Risya dengan senyum-senyum penuh arti.
"Apa sih Risya," sahut Syrala yang jadi malu.
"Ya pokoknya makasih untuk hadiah kalian. Makasih juga sudah datang dan kamu Syrala sangat cantik hari ini," puji Tantri.
"Om bisa aja," sahut Syrala yang jadi malu.
"Aku juga mengucapkan selamat ya Om untuk pernikahan Om dan Tante," sahut Boy yang juga menyampaikan doanya.
"Sama-sama Boy. Makasih ya Boy kamu juga sudah datang," sahut Tantri.
"Iya Tante," sahut Boy.
Tidak lama Angela dan Edo juga akhirnya sampai dan mereka juga langsung menghampiri Risya dan yang lainnya.
"Hay semuanya," sapa Angela dengan tersenyum.
"Baru datang juga ternyata Angela?" tahta Syrala.
__ADS_1
"Iya benar biasa macet," sahut Angela.
"Sama kok. Kita juga baru datang," sahut Boy.
"Oh iya Tante, om selamat ya untuk aniversary nya. Semoga semakin langgeng, semakin romantis dan pernikahannya tetap berjalan sampai ajal memisahkan," ucap Angela yang bersalaman dengan Tantri dan juga memeluk Tantri.
"Sama-sama Angela. Makasih juga kamu sudah datang ya," sahut Tantri yang tampak bahagia.
"Iya dong Tante pasti datang," sahut Angela dengan tersenyum.
Tantri dan Hariyanto melihat Edo dan Putri yang pasti mereka bertanya-tanya siapa orang tersebut.
"Oh iya Tante perkenalan. Ini Edo dan ini Putri. Ini calon Angela," ucap Angela.
"Ohhh jadi ini yang di katakan Risya," sahut Tantri dengan tersenyum.
"Memang apa yang di katakan Risya. Hmmm Risya pasti sudah cerita banyak yah," sahut Angela menatap sahabatnya itu curiga.
"Nggak juga sih," sahut Risya senyum-senyum.
"Hallo perkenalkan saya Edo dan ini Putri. Anak saya," ucap Edo dengan ramah yang memperkenalkan dirinya.
"Saya Tantri mamanya Risya," sahut Risya.
"Saya Hariyanto papanya Risya," sahut Hariyanto.
"Senang bertemu dengan kalian," ucap Edo.
"Kami juga pasti. Makasih ya sudah datang ke acara kami," ucap Tantri.
"Hallo aku Putri," sapa Putri dengan melambaikan tangannya.
"Hallo anak cantik," sahut Tantri yang mengelus pipi Putri dan tumbennya Putri tidak menepis tangan itu.
"Pah mirip Risya ya waktu kecil," ucap Tantri.
"Mama jangan samain Risya ya sama Putri," sahut Risya yang tidak setuju.
"Putri juga tidak mau di samain sama Tante," sahut Putri dengan sewot yang sepertinya memang menjadi musuh Risya.
"Mama benar galak-galaknya juga sama seperti Risya waktu kecil," sahut Hariyanto.
"Sekarang juga galak kok pah," sahut Arga dengan candaan.
"Apaan sih sayang," sahut Risya kesal.
__ADS_1
"Sok manja," ucap Putri pelan yang membuat Risya kesal dan yang lain hanya tertawa-tawa saja. Memang Risya dan Putri sering berdebat. Mungkin Putri kesal karena menurutnya Risya sudah besar. Tetapi kok seperti anak kecil.
Bersambung.