MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 276 Kepikiran.


__ADS_3

"Kenapa mama diam?" tanya Putri yang ternyata masih ingin tau alasan kenapa dia di sebut anak haram.


"Putri mama sudah mengatakan jangan pernah membahas hal itu," sahut Tasya.


"Tapi mah...."


"Cukup Putri!" tegas Tasya sedikit menguatkan suaranya. Dia seperti marah dengan Putri yang membahas hal tersebut. Apalagi di sana ada Risya. Hal itu hanya mengingatkan Risya jika Tasya adalah wanita yang berselingkuh dengan ayahnya dan menyakiti dirinya dan ibunya.


"Putri sudah ya. Tidak ada anak haram. Mau Putri mempunyai papa berapapun atau mama berapapun. Anak haram itu tidak ada. Putri tau sendirikan Om Bram itu sangat jahat. Jadi kata-katanya itu juga tidak baik. Jadi Putri jangan terus membahas hal itu," ucap Angela yang berbicara lembut untuk membuat Putri mengerti dan tidak membahas hal itu lagi.


"Apa Putri mengerti?" tanya Angela.


"Benar kata mama kamu Putri. Jangan membahas hal itu lagi. Hal itu tidak ada gunanya. Jadi hentikan! Putri pikirkan kesehatan Putri," sahut Edo dengan penuh penegasan dan penekanan pada Putri.


"Baiklah pah," sahut Putri dengan menganggukkan kepalanya.


"Sudah-sudah sekarang sebaiknya kita makan. Makanan yang Tante bawa sangat mubajir jika tidak di makan," sahut Vio yang mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang.


"Iya benar, ayo kita makan," tambah Samuel. Terlihat semuanya mulai mencairkan suasana. Karena memang semuanya terlihat begitu tegang dengan pembahasan Putri yang cukup mengejutkan.


***********


Setelah pulang dari rumah sakit Arga dan Risya pulang kerumah dan sekarang mereka ada di mobil. Dengan Risya yang terlihat murung. Arga yang menyetir di sampingnya menoleh ke arah Risya. Arga memegang tangan istrinya itu, membawanya ke atas pahanya.


"Ada apa sayang?" tanya Arga. Risya menggelengkan kepalanya..


"Jangan bohong. Sejak di rumah sakit. Kamu banyak diamnya. Jadi katakan kepadaku ada apa?" tanya Arga yang pasti tau istrinya itu sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Karena apa yang di katakan Putri tadi!" tebak Arhan. Karena memang itu kebenarannya.


"Aku hanya kepikiran bagaimana jika Tasya, Edo menceritakan yang sebenarnya. Bagaimana Putri bisa memahami semuanya," ucap Risya dengan apa yang di pikirkannya.


"Sekarang aku tanya dulu sama kamu. Kamu sendiri bagaimana. Apa kamu tidak apa-apa. Jika Putri tau kalau kamu adalah kakak kandungnya?" tanya Arhan. Risya diam yang tidak bisa menjawab pertanyaan itu.


Pasti dari wajahnya terlihat. Jika dirinya belum siap untuk hal itu.


" Sayang apapun itu semua ini pasti akan di ketahui Putri. Mungkin tidak sekarang. Tetapi dia akan semakin dewasa dan dia pasti akan tau. Jika Edo bukan ayah kandungnya dan kamu adalah kakaknya. Untuk sekarang dia tidak akan bisa memahami semua yang terjadi. Dia tidak akan mengerti. Tetapi nanti ketika dia dewasa. Dia akan paham dengan apa yang terjadi," jelas Arga.


"Jadi sebenarnya yang harus siap itu bukan Putri. Tetepi justru kamu. Bagaimana sayang apa kamu siap dengan semuanya?" tanya Arga pada istrinya itu. Risya masih diam tanpa bisa mengatakan apa-apa.


Arga mengusap-usap kepala Risya, "sudah jangan di pikirkan. Kamu tidak perlu memikirkan hal ini. Biarkan semuanya berjalan seperti itu dan kamu juga harus mempersiapkan diri kamu dalam hal yang tersulit sekalipun," ucap Arga yang mengingatkan istrinya yang penuh dengan pemikiran itu.


"Oke sayang!" ucap Arhan. Risya menganggukkan kepalanya dan meletakkan kepalanya di bahu Arga. Arga mencium kening Risya dengan lembut.


************


"Seharusnya kamu tidak melakukan semua ini. Kamu taukan apa yang telah terjadi. Jika kamu tidak menceritakan semua kepada Bram asal usul Putri laki-laki brengsek itu tidak akan berani bicara kepada Putri seperti itu," ucap Edo yang marah-marah dengan Tasya.


"Tapi aku tidak mengatakan apa-apa mas pada Bram. Aku juga tidak tau kenapa bisa tau dan mengatakan semua itu," sahut Tasya.


"Mana mungkin Bram tau. Jika kamu tidak memberitahunya. Sudahlah Tasya aku capek, pusing memikirkan semua ini. Akibat perbuatan kamu. Putri bukan hanya terluka. Psikolog nya bukan hanya terganggu. Tetapi lihat apa yang terjadi padanya. Sekarang dia harus bertanya-tanya dengan apa yang di lakukan bajingan itu," ucap Edo dengan suaranya yang penuh penekanan.


"Maaf mas aku memang salah sudah menikah dengan Bram dan aku menyadari apa yang terjadi padaku. Adalah balasan dari semua perbuatan yang aku lakukan di masa lalu. Tetapi sungguh mas. Aku tidak menginginkan semua ini dan aku menyesal," ucap Tasya.


"Lalu bagaimana sekarang Tasya. Bagaimana penyesalan kamu bisa menyelesaikan masalah ini. Kita harus memberitahu Putri semuanya. Dia harus tau aku bukan ayah kandungnya. Ayahnya sudah tiada dan Risya kakaknya. Lalu bagaimana jika dia bertanya kenapa seperti itu?" tanya Edo.

__ADS_1


"Apa kamu akan menjawab. Jika dulu kamu dan pak Hariyanto ada hubungan. Apa kamu akan menjawab. Bahwa kamu wanita yang merusak rumah tangga orang. Kamu ingin menjawab seperti itu?" tanya Edo yang berbicara tanpa basa-basi.


"Lalu bagaimana dengan Tante Tantri, dengan Risya. Aku menyerahkan Putri kepada kamu. Untuk kamu bisa bertanggung jawab dan menjadi ibu yang baik. Bukan seperti ini," ucap Edo dengan tegas.


"Aku sudah tidak bisa berpikir lagi Tasya," sahut Edo dengan menghela napasnya dan langsung pergi meninggalkan Tasya.


"Maafkan aku mas. Semua masalah ini mang terjadi karena perbuatanku," batin Tasya yang juga tidak mampu berpikir.


************


"Menurut kamu bagaimana sayang?" tanya Vio pada suaminya. Mereka sedang makan di salah satu Restaurant.


"Bagaimana apanya?" jawab Samuel.


"Pertanyaan Putri tadi," jawab Vio.


"Aku juga tidak tau Vio. Apakah sudah waktunya Putri akan tau semuanya," jawab Samuel.


"Untuk masalah apakah akan tau apa tidak dan pasti akan tau hal itu sudah pasti ada. Yang menjadi permasalahannya adalah Risya dan Tante Tantri. Seperti yang aku katakan dulu. Keputusan Edo menyerahkan Putri pada Tasya sudah keputusan yang paling tepat dengan begitu kehidupan Risya dan Tante tanri akan nyaman dan jauh dari bayang-bayang Putri dan sekarang semuanya akan kembali lagi," ucap Vio yang lebih mengkhawatirkan Risya.


"Tapi Vio hal ini juga lambat laun pasti di ketahui Putri. Siapapun tidak bisa menyembunyikannya tidak sekarang tetapi ketika dia dewasa. Dia juga akan mengetahui hal ini," ucap Samuele.


"Kamu benar dan kita tidak tau bagaimana Risya mengahadapi semua ini," sahut Vio.


"Risya sangat baik dan percayalah dia juga akan bisa menerima semua ini dan juga sudah melupakan hal tersakit di dalam kehidupannya," sahut Samuel yang berpikir positif.


"Aku berharap seperti itu," sahut Vio.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2