MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Eps 30 Akibat ulah Risya.


__ADS_3

Acara pesta kembali terlaksanakan yang acaranya sekarang sibuk dengan pesta-pesta karena memang sudah malam hari.


Ada tamu yang menikmati makanan dan ada juga yang mengobrol dan sebagian ada yang menonton pesta dansa dan memang benar ada acara dansa.


Yang di mana Risya yang berdansa dengan Arga di tengah-tengah yang di tonton semua orang dengan senyum-senyum.


Namun Risya dan Arga yang berdansa yang terlihat oke-oke saja dengan tangan Arga yang satunya di pinggang Risya dan satunya 5 jari mereka saling bertautan dengan mereka yang juga memainkan peran seolah-olah tersenyum


Dan sampai pada tiba dengan perputaran dansa yang mana Risya berputar dan semakin dekat dengan Arga dengan ke-2 tangan Risya berada di dada Arga dan tangan Arga berada di pinggang Risya.


Namun tiba-tiba Arga mengkerutkan dahinya dengan hidungnya yang mengendus-endus yang mencium bau aneh sampai jarinya menggosok-gosok bawah hidungnya.


"Kau makan apa sih Risya?" tanya Arga yang merasa ada yang aneh dengan bau yang menyengat.


"Makan jengkol," jawab Risya dengan santainya yang jujur apa adanya.


"Apa katamu!" Pekik Arga dengan suaranya agak keras dengan berhenti berdansa. Namun di kecilnya karena menyadari tempat itu tempat umum.


"Apa sih, lebay banget," sahut Risya dan Arga melihat di sekelilingnya dan kembali berdansa dengan Risya dengan posisi seperti awal.


"Apa kau bilang, kau makan jengkol!" pekik Arga dengan dahinya yang mengkerut.


"Iya aku makan jengkol," jawab Risya lagi yang membenarkan semuanya.


"Apa-apaan kau makan jengkol?" tanya Arga yang sudah tidak tahan baunya dan ingin muntah. Apa lagi begitu dekat dengan Risya.

__ADS_1


"Kenapa memangnya?" Risya bertanya kembali dengan begitu santainya.


"Eh Risya kau jangan macam-macam ya. Kau tau setelah ini kita akan berciuman dan apa maksudmu yang tiba-tiba makan jengkol," ucap Arga dengan menekan suaranya benar-benar emosi melihat ulah Risya.


"Memang ada masalah? Arga aku itu lagi pengen makan jengkol. Jadi terserahku dong dan apa katamu berciuman, kau berharap sekali berciuman denganku, kangen ya dengan bibir seksi ku ini, umcuah," ucap Risya dengan bibir monyongnya yang terdengar suara kecupan dari bibirnya sendiri.


"Najis," sahut Arga jijik dengan Risya dan baunya semakin parah.


"Najis tapi di harapkan," sahut Risya dengan menyunggingkan senyumnya.


"Eh Risya aku itu tidak sudi berciuman denganmu dari pada berciuman dengamu. Lebih aku mencium mulut ikan paus dari pada kau. Ini itu sebagian dari skenario kau tau itu Apa kata mereka kalau tiba-tiba kita tidak berciuman. Jadi jangan kegeeran, aku tegaskan kepadamu, ini hanya sandiwara dan kau tau itu," tegas Arga.


"Ya sudah kalau begitu jangan marah-marah. Nanti orang-orang dengar. Kita berciuman saja, kalau memang ingin melanjutkan skenarionya," sahut Risya yang menantang Arga. Karena dia yakin Arga tidak akan menciumnya dengan bau mulutnya itu.


"Dengan bau mulutmu yang seperti itu," sahut Arga.


"Kau sengaja melakukan ini kepadaku. Kau tidak menyukai jengkol dan kau makan tiba-tiba. Ini semua rencanamu!" ucap Arga yang pasti tau itu ulah Risya yang sengaja mengerjainya.


"Jangan berprasangka buruk. Aku tadi sudah mengatakan, aku lagi pengen aja makan jengkol, ternyata rasanya sangat enak dan aromanya mantul. Nihhhh, harum lagi," sahut Risya yang meniupkan napasnya ke wajah Arga yang membuat Arga memundurkan kepalanya yang harus menahan bau dari aroma mulut Risya.


Arga benar-benar habis-habisan di kerjai Risya belum aja berciuman Arga sudah ingin pingsan dengan aroma napas Risya dan apalagi berciuman dia akan mati di tempat di hari pernikahan.


Tepuk tangan terdengar meriah yang ternyata tanpa di sadari Arga dan Risya suara irama musik sudah berhenti yang artinya Risya dan Arga harus berciuman dan terjadi ketegangan di antara mereka berdua yang saling melihat.


Risya ingin melihat apakah Arga benar-benar akan menciumnya dengan keadaannya yang seperti itu. Tetapi dari wajah Arga kelihatannya tidak dan Risya tersenyum penuh kemenangan dengan rencananya yang berhasil.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Arga menarik pinggang Risya lebih dekat lagi padanya yang membuat Risya kaget dan Arga memang tidak mencium bibir Risya namun memeluk Risya dengan erat yang mampu membuat Risya diam tanpa bergerak sedikitpun.


Pelukan hangat yang di rasakan Risya mampu membuat jantung Risya berdebar tidak menentu belum lagi Arga mengusap-usap punggungnya dengan lembut. Seolah Arga menggambarkan jika dialah pemilik dari wanita yang di peluknya itu dan menjelaskan jika Risya adalah wanita satu-satunya di hatinya.


Sangat romantis yang membuat para tamu undangan merasa iri dan senyum-senyum. Ternyata pelukan suami istri itu terlihat jauh lebih manis dan begitu indah dari pada ciuman yang seperti biasa di lakukan pasangan.


Dan itu nyata yang membuat Risya tidak bisa melakukan apa-apa yang hanya terdiam dalam pelukan Arga. Bahkan Risya menjamkan matanya saat dia peluk Arga yang menggambarkan rasa kenyamanan pada Arga.


"Lihatlah banyak cinta di antara mereka," ucap Syarla


"Tapi kok bisa berpisah ya mereka berdua," ucap Angela.


"Ya namanya juga pasangan pasti seperti itu," sahut Syarla.


"Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka berdua," ucap Angela.


"Iya benar, kita doakan yang terbaik," sahut Syarla.


Namun pasti terlihat bahagia di mata semua orang dan tidak terlihat bahagia di mata Vio yang sejak tadi melihat tidak suka dengan mengepal tangannya.


"Kenapa dia selalu saja beruntung. Aku sudah sangat bahagia dengan dia yang jomblo seumur hidup dan terus di hina karena belum menikah. Tetapi ujung-ujungnya Arga juga yang menyelamatkan hidupnya dan sekarang lihatlah semua orang sangat bahagia dengan kebahagiannya. Bahkan mertuanya sangat royal kepadanya. Sudah putus saja dari Arga Om Dehway masih saja memperkerjakan Risya di perusahaannya dan sekarang apa lagi sudah menjadi menantunya pasti akan lebih menyayangi Risya. Dia benar-benar selalu saja beruntung," batin Vio yang pasti sangat iri dengan kebahagiaan Risya.


Vio menghela napasnya kasar dan melihat kesebelahnya yang mana melihat Samuel yang terlihat juga tidak suka dengan Risya dan Arga yang berpelukan seperti sangat cemburu.


"Ini lagi-lagi, bisa-bisanya wajahnya begitu sedih. Apa dia masih tidak bisa melupakan Risya," batin Vio yang semakin kesal ketika melihat suaminya.

__ADS_1


"Semua orang-orang benar-benar sangat menyebalkan," umpat Vio dengan emosi yang langsung meninggalkan tempat itu. Yang adanya dia akan semakin panas berada di situasi seperti itu yang sangat tidak di inginkannya yang membuat hatinya benar-benar penuh dengan emosi.


Bersambung


__ADS_2