
Hariyanto membalikkan tubuhnya dan kaget melihat Arga. Mata Arga langsung melihat tangan Hariyanto masih mencengkram lengan Tasya. Dengan cepat Hariyanto langsung melepas tangan itu dengan wajah paniknya.
"Arga!" lirih Hariyanto dengan gugup yang langsung menghampiri Arga dan mata Arga masih tertuju pada Hariyanto dan juga Tasya dengan penuh kecurigaan.
"Papa ngapain di sini dan Tasya apa yang kalian lakukan?" tanya Arga langsung to the point yang merasa ada yang tidak beres.
"Oh tidak Arga. Hanya, hanya," Hariyanto sangat gugup menjelaskan apa yang terjadi membuat Arga semakin penuh curiga.
"Arga tidak apa-apa. Ayo sekarang kita pergi. Risya sejak tadi menunggu kamu," ucap Hariyanto yang mengalihkan pembicaraan dan langsung membawa Arga pergi dengan paksa. Namun semakin Hariyanto melakukan hal itu membuat Arga curiga sesuatu.
"Kamu terus menghindariku mas. Lihat saja. Keluargamu pasti perlahan-lahan akan tau apa yang terjadi. Jadi lakukan saja mas apa yang kau mau. Ingin menolak terus dan semakin kamu menolak terus. Maka aku akan semakin mempersulit semuanya. Hidupmu hanya penuh dengan ketakutan mas," batin Tasya yang tidak akan berhenti mengganggu Hariyanto.
***********
Risya dan Arga berada di dalam mobil. Dengan Arga yang menyetir. Namun terlihat wajahnya penuh dengan pemikiran. Risya memperhatikan suaminya itu dan merangkul lengan suaminya dengan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya itu.
"Ada sayang?" tanya Risya heran dengan suaminya.
"Risya aku ingin mengatakan sesuatu kepada kamu," ucap Arga.
"Hmmmm apa itu?" tanya Risya heran.
"Aku merasa ada sesuatu dengan...."
"Aku tidak mungkin mengatakannya kepada Risya. Bagaimana jika Risya seperti aku yang punya pikiran yang lain. Dia akan memikirkan hal itu," batin Arga yang mengurungkan niatnya untuk memberitahu Risya mengenai apa yang di pikirkannya.
"Sayang kenapa diam? Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Risya heran yang menunggu-nunggu lanjutan dari kalimat suaminya.
"Nggak apa-apa sayang," ucap Arga yang tidak jadi mengatakan semuanya kepada Risya.
"Kok gitu. Tapi aku melihat dari wajah kamu. Aku melihat kamu itu seperti ada sesuatu yang ingin kamu katakan," ucap Risya melihat suaminya dengan serius
"Aku hanya ingin mengatakan. Jika aku sangat mencintai kamu," ucap Arga dengan tersenyum yang mengubah apa yang ingin di ketahuinya.
__ADS_1
"Itu yang ingin kamu katakan?" tanya Risya. Arga menganggukkan kepalanya.
"Masa iya sayang," sahut Risya tidak percaya.
"Iya sayang," sahut Arga yang meyakinkan istrinya.
"Yakin hanya itu saja?" tanya Risya.
"Iya sayangku," sahut Arga dengan tersenyum dan mencium kening Risya.
"Ya sudah kalau begitu jangan memikirkan apa-apa. Aku tidak ingin suamiku itu banyak pemikiran," ucap Risya.
"Iya sayang," ucap Arga dengan tersenyum dan Risya juga tersenyum yang semakin manja dengan suaminya itu.
"Aku tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. Tasya! Kenapa aku merasa papa ada sesuatu. Apalagi Tasya. Saat di pengadilan aku melihat Tasya melihat papa begitu aneh dan di mobil itu wanita itu mirip Tasya dan tadi di Mall!" batin Arga yang memikirkan semuanya. Mencurigai semuanya yang merasa ada yang tidak beres dengan Hariyanto.
"Aku hanya berharap papa tidak menyembunyikan apa-apa. Dan apa yang aku pikirkan tidak sesui. Semoga semuanya baik-baik saja," batin Arga dengan penuh doa dan harapannya.
**********
"Aku harus menyelesaikan masalahku dengan Tasya. Dia semakin lama semakin nekat. Aku tidak bisa membiarkannya mengambil sedikit kesempatan saja untuk Tasya. Selama bertahun-tahun. Aku bisa menyembunyikan semua ini dari Risya. Dan tidak akan aku biarkan Tasya mengganggu Risya. Aku harus menyelesaikan semua ini," batin Hariyanto.
"Pah kopinya kurang manis ya?" tanya Tantri sembari mengunyah nasi goreng tersebut.
"Pah!" tegur Tantri sekali lagi karena tidak mendapatkan respon dari Hariyanto.
"Papa!" tegur Tantri sekali lagi.
"Hah! Iya ada Tasya?" tanya Hariyanto yang salah menyebutkan nama. Tantri melihat suaminya dengan ke-2 alisnya yang terangkat mendengar nama yang keluar dari mulut suaminya itu.
"Hmmm... mama bilang apa tadi?" tanya Hariyanto yang panik ketika dirinya salah menyebutkan nama.
"Papa memikirkan apa?" tanya Tantri.
__ADS_1
"Oh lagi mikir..." Hariyanto sampai tidak bisa berkata-kata atau mencari alasan lagi.
"Tasya! ucap Tantri membuat Hariyanto semakin panik.
"Kenapa menyebutkan nama Tasya?" tanya Tantri
"Papa sedang memikirkan Tasya?" tebak Tantri yang membuat Hariyanto sampai tidak bisa berkutik lagi.
"Tasya ibunya Putri. Ya sangat wajar memang masalah yang terjadi pada Edo dan Tasya memengaruhi pemikiran kita semua sama dengan mama pah. Yang tadinya tidak memikirkan hal itu. Jadi ikut kepikiran. Ya mungkin karena kita sudah ikut membantu permasalahan Putri sejak awal," ucap Tantri yang menganggap suaminya salah sebut nama berpikiran positif.
"Iya mama benar. Mungkin karena pengacara Edo teman papa dan seperti apa yang mama katakan tadi. Kita sudah terlanjur membantu mereka. Jadi mau tidak mau kita akan memikirkan semua itu," sahut Hariyanto.
"Kita berdoa saja pah semoga semua masalah cepat selesai dan semoga semuanya baik-baik saja," ucap Tantri.
"Iya mah, kita do'akan saja," sahut Hariyanto.
"Maafkan mama pah. Papa harus membohongi mama dan lagi-lagi semua karena kesalahan yang pernah papa lakukan. Papa janji akan menyelesaikan semua ini dan pengorbanan mama dulu tidak akan papa sia-siakan. Mama melakukan semua demi Risya. Dan papa juga akan melakukan apa yang akan papa lakukan. Papa tidak akan membiarkan Risya di sakiti atau kehidupannyanya di ganggu," batin Hariyanto.
**********
Hariyanto berada di dalam kantornya dan ada Tasya di dalam ruangannya.
"Aku tidak percaya mas. Jika kamu akan menyuruhku ke kantor mu," ucap Tasya dengan tersenyum yang berdiri di depan Hariyanto.
"Apa kamu merindukanku mas?" tanya Tasya dengan percaya dirinya.
"Aku tidak ingin basa-basi dengan mu.. Sekarang katakan Tasya apa yang bisa membuatmu untuk pergi dari kehidupanku dan keluargaku?" tanya Hariyanto dengan suara rendahnya.
"Kamu ingin mencampakkanku untuk yang ke-2 kalinya?" tanya Tasya.
"Tasya aku sudah punya keluarga dan hubungan kita adalah masa lalu. Istriku mengampuniku demi Risya. Jika kau berniat untuk menghancurkan keluargaku. Maka itu tidak akan terjadi. Karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Jadi aku tidak ingin bertele-tele. Aku memberimu kesempatan untuk baik-baik. Katakan apa yang harus aku lakukan. Supaya kau benar-benar enyah dari kehidupanku?" tanya Hariyanto dengan penuh penegasan dan penekanan.
"Baiklah mas. Aku menyadari diriku tidak akan pernah mendapatkan pengakuan. Tetapi aku ingin Putri mendapatkan pengakuan. Kamu cukup lakukan tes DNA jika Putri adalah anak kamu," ucap Tasya memberi Syarat.
__ADS_1
"Lalu setelah itu?" tanya Hariyanto yang berbicara masih tenang.
Bersambung