
Beruntung hari ini tidak ada rapat penting, Niko mengantarkan tuan muda kembali ke rumah. Dari balik kaca sipon Niko melirik raut wajah tuan muda yang tampak cemas.
“Nik, apa Alana hamil?”
Niko menaikan satu alisnya, mendengar pertanyaan yang di lontarkan tuan muda.
“Memangnya tuan tidak memakai pengaman?”
“Tidak.”
“Kalau begitu, ada kemungkinan nona Alana hamil. Saya sudah memanggil Dokter Al untuk datang ke rumah.”
“Kenapa tidak langsung memanggil dokter kandungan.”
Tuan muda memang sungguh tidak sabaran. “Kita pastikan dulu penyebab nona muntah-muntah, biar dokter Al yang akan menjelaskan.”
“Nik, kau meremehkan pusaka milikku,” geram tuan muda.
“Tidak tuan, saya tidak meremehkan pusaka tuan muda.” Niko bergidik ngeri, ada rasa jijik saat dia menyebut barang laki-laki dengan sebutan pusaka.
Memangnya benda keramat
Setelah Niko memarkirkan mobilnya di garasi, tuan muda tiba-tiba keluar tanpa di bukakan pintu oleh Niko.
Tuan muda membuat Niko terheran-heran melihat tingkah aneh sang tuan muda, ini untuk pertama kalinya tuan muda keluar dari mobil membuka pintu sendiri.
__ADS_1
Niko mempercepat langkahnya untuk menyusul tuan muda, saat memasuki kamar dokter Al sudah selesai melakukan pemeriksaan.
“Jadi bagaimana apa Alana hamil?”
Pertanyaan yang terlontar di mulut tuan muda, membuat ketiga orang di ruangan itu menatapnya heran.
“Cepat jelaskan!”
Tuan muda sudah tidak sabar mendengar kepastiannya, apalagi melihat wajah Alana yang terlihat pucat.
Dokter Al tersenyum, melihat tuan mudanya yang tidak sabaran. “Nona Alana tidak hamil tuan, hanya masuk angin.”
Niko memperhatikan wajah tuan muda yang tampak kecewa.
Melihat kekecewaan di wajah sang tuan muda, dengan cepat Niko menarik Al keluar. “Anda serius, nona Alana hanya masuk angin?”
“Tidak, lebih baik kau pergi dari sini Al! sebelum terlambat.”
Al tersenyum, dia mengerti maksud dari ucapan Niko. Sesampainya di dalam mobil, dokter Al melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan kediaman tuan muda.
Niko kembali masuk, dia mengetuk pintu ruang kerja tuan muda yang tampak sedikit terbuka.
“Masuk.”
Niko masuk, dia mendapati wajah dingin tuan mudanya. “Apa tuan mengharapkan keturunan dari nona Alana?”
__ADS_1
Tuan muda diam, isi hati dan pikirannya seolah berkecamuk.
“Saya belum mencari infomasi lebih mendetail mengenai nona Alana. Saya sarankan tuan tidak mengambil tindakan yang beresiko.”
Niko tidak akan pernah membiarkan tuan muda salah dalam melangkah. Apalagi jika mengancam keselamatan dan kesejahteraan tuan muda.
***
Di dalam kamar Alana terus memikirkan kejadian barusan. Untuk pertama kalinya Alana melihat ekspresi tuan muda yang sedikit berbeda.
Alana meremas-remas selimutnya. Perasaanya tidak karuan, pertanyaan yang di lontarkan tuan muda membuatnya kelimpungan.
Memangnya orang yang melakukan itu sekali, bisa langsung hamil yah?
Alana membuka ponselnya, mencari artikel yang bisa menjawab pertanyaannya.
Nona muda mengerti setelah membaca beberapa artikel dan menarik kesimpulan. Wanita yang melakukan permainan satu kali bisa di lihat dari masa suburnya.
Jika permainan itu di lakukan beberapa hari setelah haid, tidak menutup kemungkinan ada benih yang tumbuh.
Tetapi jika permainan itu di lakukan satu minggu setelah haid atau satu minggu sebelum haid, hasilnya bisa positif atau negatif.
Mengingat kejadian pemerkosaan itu ada di satu minggu setelah haid, Alana merasa lega. Setidaknya dia tidak perlu khawatir.
Alana terkesiap saat mendapati tuan muda masuk ke kamarnya, dengan aura dingin yang keluar dari tubuhnya, seaakan mengintimidasi Alana.
__ADS_1
Bencana apalagi ini?