Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Alana Jovanka


__ADS_3

Jordan berusaha menampilkan senyumnya, meskipun hatinya berdenyut nyeri mendengar Alana tidak mau menikah dengannya. Ini belum seberapa, Jordan merasa harus meluluhkan hati Alana.


“Aku memang bukan pria romantis seperti yang kau inginkan, tapi biarkan aku mencobanya.” Jordan menarik  tangan Alana agar ikut bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menjauhi meja.


Jordan berlutu di kaki Alana, menatap manik coklat wanita yang ia cintai. Jordan merogoh saku, membuka kotak beludru dan mengangkatnya ke hadapan Alana.


“Alana Jovanka, maukah kau menikah denganku.”


“Tidak.”


Alana sengaja ingin membalas perlakuan Jordan pagi tadi yang benar-benar menyebalkan karena membiarkannya bernafsu tanpa di puaskan.


Mendengar jawaban singkat yang keluar dari mulut Alana bagaikan belati yang menikam jantung milik Jordan, sakit. Jordan menghela nafas, dia masih menatap manik coklat Alana, dia tidak akan pernah menyerah. Masih ada seribu satu cara untuk meluluhkan hati Alana agar mau kembali padanya.


“Kita sudah menikah, untuk apa menikah lagi.”


“Kita sudah ber-“ Jordan tidak sanggup untuk melanjutkan ucapannya.


Alana terkekeh melihat Jordan yang terlihat terluka, dia memberikan tangannya ke hadapan Jordan.  “Pakaikan cincinnya,” ujar Alana dengan nada memerintah.

__ADS_1


“Itu artinya kau mau menikah denganku?” tanya Jordan memastikan.


Alana memberikan tatapan tajam pada Jordan karena pria itu masih belum mengerti juga, “Cepat pakaikan cincinnya, tidak usah banyak bertanya," ketus Alana.


Jordan menghela nafas pelan dan mengikuti keinginan Alana. Cincin yang dia beli tadi pas di jari Alana, mungkin di lain kesempatan Jordan akan meminta Alana untuk menikah dengannya.


Alana memperhatikan cincin yang melingkar di jari manisnya, dia menatap Jordan yang kini berwajah sedih. Bahkan tidak ada raut bahagia sedikit pun yang terpancar, “Tidak usah memelas seperti itu.”


Jordan berdiri dia berusaha menampilkan senyum pada Alana, meskipun hatinya berdenyut nyeri karena harapannya menikah dengan Alana dalam waktu dekat sirna.


Alana memeluk Jordan erat, dia merasa keterlaluan karena membuat Jordan sakit hati. Alana bisa melihat itu dari mata Jordan, “Kita tidak pernah bercerai, sayang.”


Jordan berusaha melepaskan pelukan Alana, karena dia ingin melihat wajah Alana untuk melihat kejujuran dari mata gadisnya.


“Tapi saat di rumah sakit?” ucap Jordan dengan suara tertahan. Ada perasaan sakit yang tergambar jelas, jika dia mengingat Alana pernah meminta cerai padanya.


Alana memeluk Jordan kembali,  dan membenamkan wajahnya di dada bidang Jordan.


“Iya, aku menandatangani gugatan cerai itu. Tapi sampai detik ini Nik belum menyerahkan surat gugatan itu ke pengadilan.”

__ADS_1


Jordan menuntun wajah Alana agar menatapnya, perasaan gembira tergambar jelas di wajahnya. Dia mengikis jarak di antara mereka, melahap bibir Alana dengan sangat lembut.


Alana membalas cium-an Jordan, air mata bahagianya turun merasakan kelembutan penuh cinta dari cium-an yang Jordan berikan padanya.


Ciuman itu di akhiri oleh Jordan dengan melepaskannya, jemari tangannya menghapus air mata yang membuat pipi Alana basah. “Apa kamu mau kembali bersamaku, memulai semuanya pernikahan kita dari awal?”


Alana mengembangkan senyumnya, “Aku mau, hidup bersama Jordan Mikhael Anderson.”


Jordan mengecup kening Alana, “Terima kasih, sayang.”


Alana menganggukkan kepalanya, dan membenamkan kepalanya di dada bidang Jordan.


Kepala Jordan menunduk, dia mendekatkan bibirnya pada telinga Alana. “Sepertinya kita harus membuat adik bayi untuk Arsya.”


Alana mencubit pinggang Jordan, lalu menatap mata Jordan dengan tampang pura-pura kesal. “Aku masih marah, dan tidak mau membuat adik bayi untuk Arsya.”


“Oke, kita tunda sampai pesta pernikahan kita usai, saat itu tiba aku tidak akan melewatkanmu di malam pertama kita.” Jordan menatap Alana dengan senyum yang terukir di bibirnya, membuat wajah Jordan terlihat tampan sangat di  mata Alana.


Alana tersenyum mendengar jawaban Jordan, “Aku sudah tidak sabar menunggu malam pertama itu datang.”

__ADS_1


_-THE END-_


Akhirnya sudah di penghujung acara teman-teman, kita tarik nafas terlebih dahulu sebelum extra partnya aku unggah 😊


__ADS_2