
Jordan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di bagian pinggannya, otot serta dada bidangnya terpampang jelas. Namun sialnya Alana hanya melirik dan mengacuhkannya, Jordan mendesah.
Ternyata sulit membangkitkan gairah Alana, Jordan berjalan menuju koper yang di bawa Nik siang tadi berisi bajunya. Dia memakai baju di depan Alana yang sedan fokus pada ponselnya, bukannya mendapat perhatian dari Alana malah dirinya yang memperhatikan tubuh Alana yang tenggelam dalam kemeja putih miliknya.
Setelah memakai pakaian tidurnya Jordan menghampiri Alana dan duduk di samping Alana, “Setelah ini apa kamu akan kembali ke rumahmu?”
Alana mengalihkan perhatiannya dan menatap bola hitam milik Jordan. “Kalau Arsya sudah puas bermain denganmu, kami akan kembali. Aku masih memiliki pekerjaan, tanggung jawab ku sebagai sekretaris Stella.”
“Kamu bisa mengundurkan diri dan fokus mengurus Arsya, aku akan membiayai kebutuhan kalian.” Sebenarnya Jordan sudah memberikan kode pada Alana bahwa dirinya serius untuk menjalin hubungan dengan Alana kembali sebagai suami istri.
“Aku tidak ingin ambil risiko. Bisa saja kau menemukan wanita lain, belum tentu istri barumu bisa terima saat kerja kerasmu kau bagi percuma padaku dan Arsya.”
Jordan tersenyum tipis mendapati jawaban yang keluar dari mulut Alana, “Aku akan memastikan bahwa wanita yang akan menjadi istriku tidak akan pernah keberatan dengan uang yang aku keluarkan untuk kalian.” Jordan memberikan jeda pada ucapannya dia menunggu respons Alana, tetapi wanita itu tampak tidak peduli.
“Karena wanita itu kamu, Alana.”
__ADS_1
Alana hanya diam tanpa ekspresi, jelas bahwa dirinya sudah tahu. Dia tidak terlalu memedulikan ucapan Jordan, toh Alana juga sekarang masih sah menjadi istri Jordan meskipun pria di hadapannya tidak tahu.
Tidak mendapat respons dari Alana, Jordan memanggil gadis kecilnya “Alana.”
Jordan menarik tangan Alana ke dalam genggamannya, di tatapnya manik coklat milik Alana. “Aku ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang aku perbuat, termasuk masalah kepergian orang tuamu.”
Alana merasakan sesak di dadanya saat Jordan kembali membahas masalah orang tuanya, karena masalah itu termasuk alasan Alana meninggalkan Jordan.
Jordan menceritakan semua kejadian di masa lalu termasuk hubungannya dengan Emily. Meskipun Jordan tahu itu akan menyakiti hati Alana, setidaknya ia sudah jujur dan tidak ada lagi yang ia tutupi dari Alana.
Alana hanya diam mendengarkan cerita Jordan, rasa penasaran tentang Emily tidak bisa ia tutupi. “Jadi benar hubungan kalian sampai sejauh itu?”
Jordan menganggukkan kepalanya, “Iya, aku ingin meminta maaf karena pernah berhubungan badan dengannya di saat aku sudah menikahimu saat itu.”
Air mata Alana menetes, rasa sakit itu jelas di hatinya mendengar penuturan Jordan tentang perselingkuhannya dengan Emily. “Apa anak yang di kandung Em-“ Alana tidak meneruskan ucapannya karena ia tidak sanggup untuk membayangkannya.
__ADS_1
Jordan menggelengkan kepalanya, “Bukan, itu bukan anakku.”
Alana memilih menundukkan kepalanya, dia bisa melihat kejujuran dari suara Jordan. Ada perasaan lega menyelimuti hatinya, mendengar anak yang di kandung Emily bukan anak dari suaminya. Karena jika itu anak Jordan mungkin Alana akan benar-benar meminta Nik untuk mengajukan surat perceraiannya.
Jordan menarik dagu Alana agar menatapnya, dia mengikis jarak di antara mereka. Dengan lembut Jordan mengecup bibir Alana, melahap bibir tipis milik Alana lalu melepaskannya.
“Kau harus percaya, anak yang di kandung Emily bukan anakku. Aku memiliki bukti kuat jika kamu tidak percaya.”
Jordan mengusap pipi Alana yang basah oleh air mata menggunakan ibu jarinya. “Aku mencintaimu Alana, sungguh. Aku mohon berikan kesempatan kedua untukku, aku akan memperbaiki semua kesalahan yang pernah aku buat padamu.”
Alana hanya diam, dia menatap mata Jordan yang memancarkan ketulusan dalam setiap ucapannya.
“Aku akan memberikanmu kesempatan kedua, tapi aku mohon … jangan pernah sakiti aku dan Arsya sedikit pun. Jika itu benar-benar terjadi aku akan membawa Arsya dan tidak akan membiarkanmu bisa menemui kami lagi.”
Jordan membawa Alana ke dalam pelukannya, “Aku berjanji tidak akan menyakiti kalian lagi, terima kasih untuk kesempatan yang kamu berikan untukku, sayang.”
__ADS_1
Alana merasakan ada air yang menetes ke atas keningnya, “Apakah Jordan menangis?” tanya Alana di dalam hatinya.