Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Arvan


__ADS_3

Mobil Roll Royce berwarna hitam berhenti tepat di samping tubuh Alana yang tergeletak di jalanan.


“Stop!”


“Baik Lord.” Lucas menghentikan mobilnya sesuai perintah tuannya. Lucas dengan sigap keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk tuannya.


Tubuh berotot milik pria bernama Arvan terbalut tuksedo hitam, rambutnya di sisir rapi dan terlihat mengkilap. Hidung yang indah bagai pahatan sempurna membuat Arvan terlihat lebih tampan. Sorot mata yang tajam menatap tubuh Alana yang tergeletak di bahu jalan.


Arvan berjongkok di samping tubuh Alana, dia meraba pipi Alana yang masih merah bekas tamparan wanita tadi.


Dari kejauhan dia sudah memperhatikan wanita yang sedang di serang oleh dua orang wanita, hatinya terenyuh melihat tubuh wanita itu ambruk dan di tinggalkan tanpa rasa belas kasihan.


“Take her!” (Bawa dia!)


Lucas menatap tuannya dengan tanda tanya, bagaimana bisa tuan Arvan memerintahkannya membawa wanita yang tidak mereka kenal sama sekali.


“Quick!” (Cepat!)


“Baik, Lord.”


Lucas mengangkat tubuh Alana menuju mobil, di baringkannya tubuh Alana di kursi belakang. Lalu Lucas membukakan pintu depan untuk tuannya.


Setelah memastikan tuannya duduk Lucas mengitari mobil dan duduk di kursi kemudi.

__ADS_1


“Where do we take this woman to Lord?” tanya Lucas.


(Kita bawa wanita ini ke mana Lord?)


“Owned hospital Stela.”


(Rumah sakit milik Stela.)


“Baik, Lord.” Perintah Arvan langsung di laksanakan Lucas.


Lucas membawa mobilnya membelah jalanan yang cukup terik siang itu. Tetapi Lucas dan Arvan tampak tenang tidak terganggu dengan sinar matahari, bagaimana tidak mobil seharga 1,8 triliun pasti memiliki fasilitas yang lengkap termasuk pendingin udara di dalam mobil membuat penggunanya merasa sangat nyaman.


Lucas memperhatikan tuannya yang sesekali melirik kaca spion depan untuk melihat kondisi wanita yang berada di kursi belakang. Lucas melihat ada rasa khawatir dari tuannya pada wanita yang baru saja mereka temui, tanpa mengetahui identitasnya.


Arvan keluar dari mobil setelah Lucas membukakan pintunya, semua mata memandang Lucas yang baru keluar dari mobil, mungkin tidak banyak orang yang mengenalnya.


Hanya staf rumah sakit yang mengenal Arvan, sebagai kakak dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja. Mereka menunduk hormat pada Arvan.


Lucas berjalan menuju staf bagian IGD, “Wanita di dalam mobil tidak sadarkan diri, berikan perawatan terbaik dengan kelas VVIP!”


Lucas memang memiliki kemampuan berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia. Karena tugasnya adalah mengawal tuan Arvan ke berbagai Negara.


Kepala staf IGD mengangguk paham dan berjalan menuju mobil yang di maksud Lucas. Staf rumah sakit yang berseragam putih dengan hati-hati memindahkan tubuh Alana yang tidak sadarkan diri ke atas brankar.

__ADS_1


“Mari Lord.”


Lucas mempersilahkan Arvan untuk berjalan lebih dulu ke ruangan yang akan wanita itu tempati.


Semua pasang mata menatap Arvan yang berjalan di tengah keramaian. Wajah Arvan terlihat sangat tenang, dia sudah biasa mendapatkan tatapan memuja dari kaum hawa.


Semua orang tahu kalau Arvan sepertinya orang luar, dia tidak memiliki wajah keturunan orang Indonesia.


Memang Arvan bukan keturunan orang Indonesia, dia pun tidak fasih dalam berbicara menggunakan Indonesia karena dia tinggal di Italia.


Selama adiknya bernama Stela tinggal di Indonesia, Arvan hanya memantau adiknya dari negaranya.


Saat Arvan dan Lucas sampai di ruangan VVIP ternyata wanita lemah itu sudah ada di sana dengan selang infus yang menancap di pergelangan tangannya.


***


Sudah muncul tokoh baru yah, sesuai permintaan. Semoga Arvan ini bisa membahagiakan Alana.


Jangan lupa dukung author terus yah lewat vote, like, komentar.


Author baca semua ko komentar kalian, tapi maaf tidak sempat membalas semuanya.


Kita lanjut ->

__ADS_1


__ADS_2