Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Bayangan Semu


__ADS_3

Maaf yah, terlambat up. WiFi di rumah lagi bermasalah 🤧


Selamat membaca ❤️


***


Nik mencari keberadaan Alana, namun sampai di bagian depan rumah sakit, dia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Alana.


Nik kembali ke ruangan tuan muda dengan rasa kesal, karena tidak berhasil menemukan Alana, dan membawanya ke hadapan tuannya.


Nik terkejut melihat tubuh Jordan yang berada di dekat jendela, dengan pecahan kaca di sekelilingnya.


Nik menekan tombol untuk memanggil perawat. Dengan bantuan para perawat tubuh lemah Jordan kembali di baringkan di tempat tidurnya.


Luka di tangan Jordan mulai di bersihkan oleh para perawat, bahkan tangan Jordan di perban karena lukanya cukup dalam.


Nik memperhatikan jendela yang di pukul Jordan. Sekarang angin bisa masuk dengan leluasa, ke ruangan itu karena ulah pasiennya.


Para perawat keluar setelah melakukan tugasnya, pecahan kaca pun sudah di bersihkan oleh office boy.


Hanya saja jendela itu belum mendapatkan tahapan perbaikan. Nik duduk di sofa yang mengarah ke jendela tersebut.


Helaan nafas terus keluar dari mulutnya. Kejadian hari ini benar-benar di luar dugaannya.

__ADS_1


Nik memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Dia kebingungan dalam memilih jalan keluar dari masalah ini.


Nik tidak habis pikir pada Jordan, sebelum berangkat menemui Alana, dengan jelas Nik mendengar kata cinta dari tuannya.


Tapi setelah Alana datang, tuannya bagai tidak berdaya untuk sekedar menolak keinginan nona untuk bercerai.


***


Jordan tersenyum menyambut kedatangan adik kesayangannya. Dia memeluk tubuh adiknya dengan sangat erat, dia tidak ingin kehilangan adiknya kembali.


“Aku merindukanmu, Riri,” ucap Jordan tanpa melepaskan pelukannya.


Namun perempuan yang di panggil Riri mendorong tubuh Jordan.


“Kenapa Kaka seperti ini,” ucap Riri dengan air matanya yang keluar dari kelopak mata indahnya.


“Kaka jahat!”


Teriakan adiknya benar-benar menusuk ke ulu hatinya. Jordan tidak bisa membuka mulutnya, untuk sekedar bertanya kepada adiknya.


“Kaka tidak pernah menampar wanita, tapi kenapa Kaka berani menampar istri kakak,” ucap Riri dengan air mata yang mengalir deras membasahi pipinya.


Dia mendekat ke arah Jordan menarik tangan kakaknya, menempelkan di pipinya yang basah.

__ADS_1


“Tampar aku kak,” pinta Riri.


Jordan tidak mengikuti keinginan Riri, dia menghapus air mata adiknya yang terus menerus turun dari kelopak matanya.


“Tampar aku kak!” Ucap Riri dengan setengah berteriak.


Jordan menggelengkan kepalanya. “Tidak Riri, kamu adik kesayangan Kaka, Kakak tidak akan pernah melakukan itu,” ucap Jordan dengan tegas.


Tangan Riri mengepal, air matanya tidak bisa berhenti. “Lalu kenapa Kakak menampar wanita itu, bahkan sampai merendahkan harga diri wanita itu kak?”


Jordan diam, dia tahu siapa wanita yang di maksud adiknya.


“Alana,” Jordan mengeluarkan nama itu begitu saja.


“Bukan begitu cara memperlakukan wanita kak, Kakak seharusnya tidak perlu takut. Dia tidak akan pernah pergi jika Kakak mencintainya dengan baik.”


Tubuh Jordan diam membisu, dia baru menyadari kesalahannya pada Alana.


“Dia tidak akan pernah pergi, jika tahu Kakak adalah penyebab kematian orang tuanya,” ucap Riri. Dia berjalan mendekat ke arah Jordan.


“Kejar dia kak, cintai dia dengan tulus, sayangi dia seperti Kaka menyayangi aku. Dia sudah kehilangan kedua orang tuanya, seharusnya Kaka menebus kesalahan kakak di masa lalu, bukan malah membuatnya menderita.”


Jordan menarik tubuh adiknya ke dalam dekapannya, dia menangis mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


Kini dia sudah kehilangan dua wanita yang berarti di dalam hidupnya, wanita yang di cintai satu persatu pergi meninggalkannya.


Bahkan tubuh adiknya kini menjadi bayangan semu di dalam pelukannya.


__ADS_2