
Siang ini Alana sedang duduk di samping kursi kemudi, dengan Arsya yang berada di pangkuannya.
Sementara Jordan sedang menyetir, dan fokus pada jalanan di depannya.
Setelah sarapan Arsya menginginkan pergi liburan, bahkan ia tidak tanggung-tanggung meminta Jordan untuk membawanya berlibur ke kebun binatang yang ada di luar kota.
Alana membuka kotak bekal yang sengaja dia bawa, karena pagi tadi Arsya tidak sempat sarapan.
Arsya asyik bermain iPad di tangannya, dengan sabar Alana menyuapi roti lapis yang dia bawa untuk Arsya.
Satu potong roti lapis sudah habis di makan Arsya, Alana mengambil potongan kedua.
Namun Arsya malah menggelengkan kepalanya, “Arsya sudah kenyang Mami.”
“Ya sudah, sekarang minum susu dulu ya,” ucap Alana. Dia mengambil susu kotak yang biasa dia bawa jika bepergian.
Jordan melirik Arsya asyik dengan iPad-nya, “Arsya Papi juga lapar.” Jordan sengaja berkata seperti itu pada Arsya, dengan harapan Arsya akan meminta Alana menyuapinya.
Arsya menengok ke arah Jordan, “Papi lapar?”
Jordan mengangguk kecil, fokusnya kembali ke jalanan karena lampu jalan sudah berubah menjadi hijau.
“Mami katanya Papi lapar.”
__ADS_1
Alana mengecup kepala Arsya, “Kalau lapar Papi kan bisa makan sendiri.”
Arsya menggelengkan kepalanya, “Mami kan Papi sedang menyatir.”
Alana melirik Jordan yang, “Berhenti saja dulu, jika kamu lapar.” Alana sengaja menahan suara ketusnya. Dia tahu itu akal-akalan Jordan saja, padahal Alana ingat sekali berapa banyak roti lapis yang di makan Jordan pagi tadi.
Arsya menghentikan aktivitas yang sedang bermain games, lalu mendongakkan wajahnya untuk melihat Alana. “Enggak boleh berhenti Mami, Arsya sudah tidak sabar ingin sampai di kebun binatang,” Rengek Arsya.
“Lalu bagaimana, kan Papi lapar sayang. Papi harus makan dulu, kita berhenti untuk temani Papi makan.” Alana memberi penjelasan yang masuk akal untuk Arsya.
Arsya menarik kotak makannya, “Ini kan roti lapisnya masih ada Mam, buat Papi saja ... Supaya tidak berhenti mobilnya, Mami suapi Papi ya,” ucap Arsya dengan wajah memohon.
Alana menghembuskan nafas, ingin sekali dia menolak. Tapi Alana tidak ingin Arsya berpikir bahwa dirinya dan Jordan masih ada masalah. Alana takut Arsya berpikir yang tidak-tidak, karena sikap Alana masih kasar pada Jordan.
Melihat Jordan yang tersenyum gembira, rasanya Alana ingin sekali memukul wajah Jordan dengan roti lapis di tangannya.
Jordan membuka mulut, dan menerima suapan Alana. Di dalam hatinya Jordan bersorak gembira, keinginannya terpenuhi. Meskipun dia harus kembali memasukkan makanan pada perutnya yang masih penuh, demi mendapatkan perhatian Alana.
Roti lapis di kotak itu sudah habis di makan Jordan dengan Alana yang menyuapi. Alana senang karena siksaannya selesai, dia mengeluarkan ponselnya.
“Sayang, aku haus,” ucap Jordan lagi.
Alana tidak merespons ucapannya, Jordan kembali memanggil Alana “Sayang.”
__ADS_1
Arsya melirik pada Jordan yang melihat ke arah Alana yang sibuk dengan ponselnya, “Mami itu Papi haus.”
Alana menghela nafasnya kembali, sepertinya Jordan masih belum puas merepotkannya.
“Papi kan punya tangan sendiri,” ucap Alana dengan lembut.
“Tapi kan Papi sedang menyetir.”
“Iya Papi sedang menyetir, kalau berhenti dulu nanti lama sampainya,” timpal Jordan. Dia melirik wajah Alana yang tampak kesal, namun Jordan tidak bisa melihat wajah kesal Alana lebih lama karena dia harus fokus pada jalanan di depannya.
“Mami, tolong bantu Papi minum.”
Melihat Arsya yang memberikan puppy eyes nya, dengan berat hati Alana mengambil botol minum. Dia membuka dan memasukkan sedotan ke dalamnya, supaya Jordan bisa meminumnya dengan mudah.
Jordan senang bukan main, melihat Alana mau melayaninya. Dia berjanji akan membalas Alana dengan perhatian yang akan dia berikan pada Alana tanpa batas.
Setelah melihat Jordan melepaskan sedotan dari mulutnya Alana menutup botol dan menyimpannya.
“Terima kasih, sayang.”
Alana mendengar ucapan tulus dari mulut Jordan membuat hatinya bergetar. Jantungnya berdegup kencang saat merasakan pelipisnya di kecup oleh Jordan secara singkat, namun meninggalkan bekas yang cukup dalam membuat Alana bersorak di dalam hatinya.
Jordan memang selalu berhasil membuat jantung Alana tidak karuan, hanya karena perhatian kecil yang di berikan Jordan padanya.
__ADS_1