Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Mengakui Kekalahan


__ADS_3

Jordan membawa semangkuk sup yang ada di atas nakas, “Kamu makan yah!” kata-kata Jordan seperti merayu tetapi dengan nada memerintah.


Alana hanya melirik Jordan sekilas, perutnya memang lapar karena terakhir dia makan hanya saat sarapan pagi. Dan saat di tempat makan tadi, Alana tidak jadi makan chicken cheese sauce yang di pesannya.


Jordan membantu Alana untuk duduk, dan bersandar pada tumpukan bantal.


Dengan hati-hati Jordan mengarahkan sendok berisi potongan ayam dan wortel ke depan bibir Alana. Melihat Alana yang diam saja Jordan kembali bersuara, “Buka mulut!”


Alana menggelengkan kepalanya, hingga bibirnya menambrak sendok yang di pegang Jordan, seketika jatuh di atas tubuh Alana.


Jordan menahan amarah melihat tingkah gadisnya, “Kamu mau makan apa?” 


Dari suaranya Alana tahu, Jordan sedang menahan amarahnya. “Aku mau chicken cheese sauce yang tadi.”


“Tidak Alana, kamu tidak boleh makan junk food!” tegas Jordan.


Alana mendesah, dia memilih merebahkan tubuhnya kembali dan memunggungi Jordan.


Jordan keluar dari kamarnya dengan membanting pintu, hingga menimbulkan suara yang cukup keras.

__ADS_1


Jordan menunggu An yang sedang mencoba membujuk Alana untuk makan. Tetapi An malah keluar dengan nampan yang di bawanya sambil menundukan kepalanya. “Nona masih tidak mau makan tuan, saya coba buatkan makanan lain untuk nona,” ucap An, An adalah kepala pelayan di rumah ini.


“Buatkan chicken cheese sauce.” 


“Baik tuan.”


Jordan kembali ke kamarnya, saat membuka pintu Alana hampir terjatuh dari atas tempat tidur. “Kau mau kemana?”


“Aku ingin ke kamar mandi.”


Alana terkejut saat tuan muda mengangkat tubuhnya, tetapi Alana tidak memiliki tenaga untuk menolak. Sesampainya di kamar mandi Jordan menurunkan tubuh Alana di atas closet duduk. 


Alana menunggu Jordan keluar, dia tidak ingin buang air kecil di hadapan Jordan.


“Kenapa, kau malu?”


Alana menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Jordan berjalan empat langkah dengan posisi memunggungi Alana. “Cepat!”


Setelah menyelesaikan keinginnannya Alana berjalan menghampiri Jordan, memeluk sang tuan muda dari belakang.

__ADS_1


Jordan merasakan tangan kecil Alana yang melingkar di perutnya. Isakan kecil milik Alana terdengar jelas di telinga Jordan, dia membalikan tubuhnya, menatap mata Alana yang penuh dengan air mata.


Dengan lembut Jordan menghapus air mata Alana, “Aku sudah memperingatkan mu untuk tidak menangis di depanku, Alana!”


Jordan kembali menggendong tubuh Alana. Setelah keluar dari kamar mandi Jordan merebahkan tubuh Alana di atas tempat tidur.


Jordan mengecup kening Alana sebentar dan melepaskannya. Gadisnya itu masih saja berurai air mata, membuat Jordan menahan Amarahnya.


Suara ketukan di pintu mengalihkan perhatian Jordan, dia berjalan kearah pintu lalu membukanya.


“Tuan muda ini makanan untuk nona,” ucap An.


Jordan menerima nampan berisi makanan yang di pesannya. Dia berjalan menghampiri Alana. Bagaimana kalau Alana semakin sakit setelah makan jank food ini?


Awalnya Jordan merasa ragu, tetapi perut Alana Harus di isi. Alana tidak Akan bisa minum obat, jika perutnya masih kosong.


Alana mencium aroma makanan keinginannya, dia bangkit dan menyandarkan tubuhnya.


Rasanya Jordan ingin melempar makanan yang di pegangnya ke tempat sampah,p saat melihat wajah Alana yang tampak antusias.

__ADS_1


Jordan memberikan tatapan tajam pada Alana, “Kali ini aku mengalah, setelah ini aku tidak akan membiarkan mu menang, Alana!”


Ucapan Jordan terdengar seperti sebuah ancaman, tetapi Alana tidak memperdulikannya. Tujuannya hanya satu, melahap chicken cheese sauce yang di bawa tuan muda.


__ADS_2