
Pelayan di samping Jordan terus melirik tuannya, yang masih mematung tanpa pergerakan. Astaga tuan muda ini jadi apa tidak saya sudah pegal.
Mereka sudah berdiri hampir setengah jam lebih di depan pintu, tapi tuan muda belum juga memberikan aba-aba.
Pelayan tersebut sudah tidak tahan, dia ingin buang air kecil. “Tuan maaf apa kita jadi masuk?” tanya pelayan tersebut dengan menundukkan kepalanya, dia takut Jordan murka padanya.
“Sebentar!”
Pelayan di samping Jordan sudah belingsatan, dia tidak kuat menahannya lagi. Baru saja pelayan ingin bersuara tapi tuan muda sudah mendahuluinya.
“Sekarang!”
Mendapat perintah tuan muda sang pelayan tidak membuang-buang waktunya. Dia mengetuk pintu kamar.
“Selamat pagi nona, bolehkah saya masuk?”
Terdengar suara kunci pintu yang terbuka, Jordan bersembunyi di balik tubuh besar pelayannya.
“Ada apa?”
“Maaf nona saya mau ambil cucian kotor,” ucap pelayan tersebut sambil berusaha tersenyum.
Alana membuka pintu lebar-lebar, karena badan pelayan itu cukup gemuk tidak cukup jika Alana hanya membuka satu pintu.
__ADS_1
Alana berjalan masuk ke dalam kamar dia duduk di sofa dan menyalakan televisi.
Pelayan itu masuk dengan Jordan yang bersembunyi di balik tubuhnya.
Pelayan itu mengambil baju yang ada di keranjang cucian, lalu keluar. Sementara Jordan dengan santainya melipat tangannya di dada.
Ujung mata Alana menangkap sosok pria yang tidak ingin di temui. Alana berusaha fokus pada layar televisi dan mengabaikan Jordan.
Jordan berjalan mendekati Alana, melihat ada celah kosong di samping Alana. Dengan cepat Jordan duduk di samping Alana.
Alana masih diam, dia tidak memedulikan Jordan yang duduk di sampingnya. Alana masih kesal pada sikap Jordan yang seenaknya mengatai Alana Jal*ang.
Jordan menarik tangan Alana untuk di genggamnya, namun Alana menepisnya.
Bola coklat Alana melirik Jordan sebentar lalu kembali lurus pada layar televisi.
Cara kedua gagal. Oke kita coba cara ketiga.
Jordan menarik coklat dari sakunya, dia selipkan pada tangan Alana yang sedikit terbuka.
“Kata Niko, coklat bisa menghilangkan mood buruk wanita,” imbuh Jordan.
Alana menggenggam coklat pemberian Niko. Coklat setengah lumer juga remuk di berikan Jordan untuk Alana. Alana melempar coklat itu dengan kasar.
__ADS_1
Mood Alana semakin memburuk, dia kesal pada Jordan yang memberikan coklat tidak layak makan kepadanya.
Alana berdiri dia mengikuti gaya Jordan yang sering memberikan tatapan membunuh padanya. Hidung Alana kembang kempis, wajahnya merah menahan Amarah.
Sialan kau Nik, lihat Alana semakin marah padaku. Bahkan dia mengikuti gayaku sekarang.
***
Nik sedang menikmati hari liburnya, dia menonton film action di layar lebar miliknya. Tetapi suara teleponnya berdering, Nik menjeda film dan mengambil ponselnya.
Dengan cepat Nik menerima panggilan tuan muda, “Bagaimana tuan berhasil?”
“Nik akan ku balas kau!”
Nik menjauhkan ponsel dari telinganya karena Jordan berteriak. “Sebentar tuan, ada apa?”
“Ketiga rencana bodohmu gagal semua Nik.” Jordan menekan kata gagal dengan sedikit meninggi.
“Semuanya tuan?” tanya Nik memastikan. Pasalnya Nik sangat yakin semua rencana akan berhasil.
“Kau kemari sekarang juga. Aku tidak mau tahu!”
Niko berjalan cepat ke kamarnya dia mengganti baju dengan cepat, acara liburannya gagal seketika karena tuan mudanya. Dia terpaksa harus ke pulau pribadi Jordan hanya untuk menyelesaikan masalah tuan muda.
__ADS_1