Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Nona Muda


__ADS_3

Alana memakan coklat kedua, dengan susah payah dia menelannya. Harga coklat ini terlalu mahal baginya, gajinya saja tidak sampai seharga coklat ini.


Alana melirik Jordan yang memperhatikannya, “Kau mau?”


Jordan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, dia tidak terlalu suka coklat.


Entah kenapa akhir-akhir ini Alana mendapati ide gila di kepalanya untuk menyiksa tuan muda Jordan. “Kau harus coba! Ini enak,” ucap Alana sambil membuka satu coklat dana mengarahkannya pada mulut Jordan.


Jordan menahan tangan Alana, “Aku tidak ingin makan coklat di malam hari, coklat bisa merusak otot-ototku,” Jordan memberi alasan untuk mengelak.


“satu potong coklat tidak akan mengubah bentukmu, Jordan … kamu harus coba!” Alana kembali mengarahkan coklat ke mulut Jordan.


“Tidak Alana!” bentak Jordan.


Alana sengaja memasang wajah sedihnya, beruntung matanya bisa di ajak kerja sama.


Jordan yang tidak sengaja membentak Alana merasa bersalah, apalagi Alana meneteskan air matanya. “Ya sudah aku mau,” Jordan akhirnya mengalah.


‘Kena kau tuan muda’ ucap Alana senang di dalam hatinya.


Masih dengan akting sedihnya, Alana mengarahkan coklat itu kembali pada mulut Jordan. Tapi mulut Jordan masih tertutup rapat, Alana sudah siap meluncurkan air matanya kembali.


Jordan yang melihat Alana kembali menangis terpaksa membuka mulutnya, dia tidak ingin melihat Alana menangis seperti semalam.

__ADS_1


Alana memasukkan coklat ke dalam mulut Jordan, wajahnya tersenyum senang. Bukan karena Jordan mau memakan coklatnya, tapi karena dia berhasil mengendalikan Jordan dengan akting menangisnya.


“Enak enggak?” tanya Alana basa-basi, padahal dia ingin mendengar Jordan berkomentar.


“Hmmm.” Jordan malas menjawab, dia tidak suka rasa manis dan pahit menjadi satu di mulutnya.


“Hmmm itu apa, enak atau enggak?”


Jordan diam, dia sedang berusaha menelan coklat dengan susah payah.


“Kalau diam berarti enak, sini aaa lagi,” ucap Alana sambil menyodorkan satu potong coklat di depan mulut Jordan.


Jordan mengambil langkah jitu, dia ambil coklat di tangan Alana lalu mengarahkan ke mulut Alana, “Biar aku yang suapi,” ucap Jordan.


Bermain ponsel sambil makan coklat di suapi Jordan, tidak ada lagi nikmat yang bisa Alana dustakan. Alana menerima setiap suapan dari Jordan, sambil fokus pada layar ponselnya.


“Aku mau minum,” pinta Alana tanpa mengalihkan perhatiannya pada ponsel. Tidak lama Jordan mendekatkan gelas ke bibir Alana, dengan pelan Alana meminumnya.


“Sudah,” jawab Alana. Kini gelas di hadapan Alana sudah hilang dari pandangannya.


“Enak jadi nona muda?” Jordan Angkat bicara.


Alana mengalihkan perhatiannya dan menatap Jordan lalu menganggukkan kepalanya, “Enak.”

__ADS_1


Jordan mengambil ponsel yang di genggam Alana, lalu menyimpannya di atas nakas. “Sekarang tidur besok kita harus segera kembali.”


“Liburannya sudah berakhir?” Alana mendesah kecewa.


Jordan membantu Alana untuk merebahkan tubuhnya, “Aku harus segera kembali bekerja.”


“Oke,” Alana memeluk tubuh Jordan. Menjadikan lengan Jordan sebagai bantalannya.


Jordan mengecup lembut rambut Alana, “Selamat tidur.”


Alana menegakkan wajahnya untuk melihat ekspresi Jordan “Selamat tidur juga,” jawab Alana.


Dada Jordan selalu berhasil membuat Alana nyaman, dengan mudah dia pergi ke alam mimpi.


Dengan lembut Jordan membelai rambut Alana, memberikan ketenangan agar Alana bisa cepat tertidur. Setelah mendengar dengkuran halus dari mulut Alana, Jordan memeluk tubuh Alana.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2