Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Jatuh Hati


__ADS_3

Langit mulai gelap, matahari sudah tenggelam dengan sempurna. Dua insan yang sedang di mabuk asmara itu melepaskan ciuman dan pelukan mesra mereka.


Jordan memperhatikan tubuh Alana yang hanya memakai dress tipis, sepertinya membuat gadisnya kedinginan karena terpaan angin malam.


Alana menahan nafasnya saat Jordan mendekatkan tubuhnya, Alana rasanya ingin menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Jordan.


Jordan memakaikan jaket miliknya ke tubuh Alana, “Hangat?”


Alana menganggukkan kepalanya, “Terima kasih.” Alana merapatkan jaket milik Jordan agar tidak ada celah untuk angin masuk.


“Sebaiknya kita ke dalam,” Jordan berjalan sambil memeluk pinggang Alana dari samping.


Lagi-lagi Jordan membuat Alana merasa istimewa, perhatian dan sikap lembutnya membuat hati Alana semakin terbuka lebar untuk Jordan.


Alana dan Jordan duduk di sofa yang tersedia di dalam kapal, “Kau terlihat lelah,” ungkap Alana.


Jordan meneguk minuman yang tersedia di atas meja, “Iya, pekerjaanku banyak menguras tenaga,” ungkap Jordan.

__ADS_1


“Kalau lelah kenapa mengajakku pergi? Harusnya kamu istirahat.” Alana merasa tidak enak hati, melihat wajah Jordan yang tampak betul-betul kelelahan.


Jordan menempelkan punggungnya ke sandaran sofa. “Aku tahu, kau pasti bosan menungguku di rumah, tanpa pergi ke mana pun. Dan ini hadiah untukmu.”


“Terima kasih.” Hanya itu yang bisa Alana ucapkan, semua perlakuan Jordan membuat Alana merasa menjadi prioritas pria di hadapannya.


Jika terus seperti ini, aku tidak bisa lagi menahan hatiku untuk tidak jatuh cinta padamu.


Seorang pria menunduk hormat pada Jordan dan Alana, “Tuan, kita sudah sampai.”


Jordan bangkit dari duduknya, bersamaan dengan Alana. Jordan meraih tangan Alana dan menggenggamnya.


Setelah turun dari kapal, Alana di suguhi pemandangan indah. Lampu berjejer rapi seperti sedang menyambutnya di tengah kegelapan yang melanda.


Jordan dan Alana berjalan sejauh lima meter lalu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya.  Alana merasa iba melihat wajah lelah milik Jordan, ada rasa bersalah di hati Alana.


Selama di perjalanan Jordan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, dan memejamkan matanya. Jordan menuntun kepala Alana untuk bersandar di bahunya, mencoba menenangkan gadis yang sedang duduk dengan perasaan gelisah.

__ADS_1


“Aku baik-baik saja, sayang.” Ucap Jordan dengan suara lembut, berusaha meyakinkan Alana.


Alana menatap bola hitam milik Jordan yang tampak sayu, mencari kejujuran dari ucapan yang keluar dari mulut pria yang memanggilnya dengan sebutan sayang.


Jordan melihat kelopak mata Alana yang hampir penuh dengan air mata, bahkan dalam hitungan detik mungkin satu butir air mata Alana akan membasahi pipi gadis itu. “Aku tidak suka melihat air matamu.”


Alana mengarahkan punggung tangannya untuk menyeka air di pelupuk matanya. “Jordan kau membuat aku jatuh , sejatuh-jatuhnya ...  Aku jatuh cinta padamu,” ungkap Alana. Dia sudah tidak bisa membohongi hatinya lagi.


Jordan menarik Alana ke dalam pelukannya. Sopir pribadi Jordan ikut tersenyum saat melihat senyum tipis terukir dari tuan muda.


Selama mengabdi pada keluarga tuan muda hampir sepuluh tahun, baru kali ini sopir itu melihat senyum Jordan, meskipun senyum itu terlihat sangat tipis.


“Kita sudah sampai tuan, nona.”


Jordan melepaskan pelukannya, kepala pelayan sudah menyambutnya dengan membukakan pintu untuk tuan muda mereka.


“Kami ingin segera istirahat.”

__ADS_1


“Baik tuan.” Kepala pelayan menunduk hormat.


 


__ADS_2