
Hati Alana tersentuh mendengar ungkapan yang sangat romantis keluar dari mulut jagoan kecilnya.
“Kalau Arsya bahagia bersama Papi, Mami akan belajar menerima Papi.”
“Tapi Mami-“
Alana menggelengkan kepalanya, “Papi orang baik, sayang. Mami tidak sengaja berkata kasar pada Papi, maafkan mami.”
Alana kembali mendekap erat tubuh Arsya, selama ini dia merasa egois karena mementingkan dirinya sendiri.
Padahal ada Arsya yang sangat menyayanginya, dan jagoan kecilnya itu merindukan kasih sayang dan perhatian dari seorang Ayah.
Alana merasakan pelukan hangat dari tangan kecil Arsya, senyum di wajahnya mengembang.
Alana merasa ada setitik cahaya yang masuk ke dalam hatinya.
Bukan hal mudah melupakan perlakuan kasar Jordan padanya, tetapi setidaknya dia bisa mencoba berdamai dengan masa lalu.
Alana sudah mendengar perubahan Jordan dari cerita Nik.
Begitu juga pendapat Arvan yang mengatakan Jordan pantas jadi seorang ayah.
Tidak ada yang salah dengan mencoba, jika dirinya kembali kecewa, bukan karena dia ingin kembali menjadi wanita bodoh.
Alasan Alana hanya satu, dia ingin melihat kebahagiaan Arsya bersama Jordan.
“Arsya harus cepat sembuh, kalau Arsya sembuh kita akan tinggal bersama Papi.”
“Arsya ingin cepat sembuh, Mami.”
Alana tersenyum melihat antusias yang di tunjukan Arsya.
***
__ADS_1
Tiga hari di rumah sakit, Arsya selalu bersemangat meminum obat yang di berikan dokter.
Setelah malam itu Arsya tidak pernah bertanya tentang Jordan. Dan sudah tiga hari ini Jordan tidak datang ke rumah sakit untuk menjenguk Arsya.
Alana tidak ambil pusing, selama Arsya tidak mempermasalahkan Jordan.
Sebenarnya tiga hari ini Alana mencoba mempersiapkan diri untuk kembali pada Jordan.
Berat memang, tapi kebahagiaan Arsya yang paling penting untuknya.
“Nyonya ini sudah siap,” ucap pengasuh Arsya.
Alana hanya menganggukkan kepalanya. Dia berjalan mendekat lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.
“Kamu pulang saja, saya ada urusan.”
Pengasuh Arsya menerima uang dari Alana, “Baik Nyonya.”
“Tolong bawakan perlengkapan ke mobil ya,” pinta Alana.
Alana berjalan mendekati Arsya yang duduk di atas tempat tidur sambil bermain games di iPad yang di peganya.
“Ayo, sayang.” Alana menurunkan Arsya, dan menuntunnya.
Arysa memberikan iPad-nya pada Alana. “Ini Mami,” ucap Arsya.
Alana menerima iPad milik Arsya dan memasukkan ke dalam tasnya.
Mereka berjalan sampai ke basemen rumah sakit, setelah memastikan semua perlengkapan Arsya masuk ke dalam mobil Alana mendekat pada pengasuhnya.
“Makasih ya, kamu hati-hati di jalan.”
Pengasuh Arsya tersenyum, “Sama-sama, nyonya juga hati-hati di jalan.”
__ADS_1
Alana menganggukkan kepalanya dan berjalan memasuki mobilnya. Setelah memastikan Arsya memakai sabuk pengamannya Alana mulai melajukan mobilnya, untuk sampai di kediaman Jordan.
Jalanan sore itu cukup lenggang, karena Alana menghindari jam pulang kerja.
Sesampainya di gerbang rumah Jordan, Alana menarik nafas sebelum menekan klakson mobilnya.
Pintu gerbang terbuka, Alana melajukan mobilnya memasuki halaman rumah Jordan.
Jantungnya berdetak kencang, perasaan gugup menyelimutinya. Tapi Alana mencoba menormalkan rasa gugupnya, dia yakin ini adalah pilihan yang tepat demi kebahagiaan Arsya.
Semalam Alana sudah menghubungi Nik, dan mereka sudah memberi kabar kedatangannya. Namun Alana meminta Nik untuk tidak berkata apa pun pada Jordan tentang kedatangannya.
Alana turun dari mobil, dia membuka pintu tempat duduk Arsya.
Melihat senyum Arsya membuat Alana merasa tenang, dia membantu Arsya turun dari mobil.
Mobil milik Jordan berhenti tepat di samping mobil Alana.
Alana hanya diam saat melihat Jordan tampak terkejut dengan kedatangannya.
Namun wajah terkejutnya berubah saat mendapati Arsya memeluk kaki Jordan.
“Papi.”
Teriakan Arsya yang antusias memanggil Jordan, di hadiahi kecupan di kening Arsya oleh sang Ayah.
Langit sore tampak berwarna ke emas-emasan, semilir angin sore itu menjadi saksi bisu betapa bahagianya Arsya bisa bersatu kembali dengan Ayahnya.
***
Bagaimana cara Jordan mendapatkan hati Alana kembali ?
Apakah Alana akan luluh dengan rencana yang Jordan buat?
__ADS_1
Kira-kira Jordan punya rencana apa yah?
Cerita ini belum berakhir, ini hanya gerbang menuju kebahagiaan yang akan menyapa keluarga kecil Jordan.