
Alana memandangi dirinya di cermin, perutnya membuncit sempurna. Kandungannya sudah memasuki trimester terakhir atau, Alana tersenyum saat merasakan tangan besar itu melingkar di perut besarnya.
Jordan memeluk Alana, dia mengecup pipi Alana singkat. “Istriku cantik sekali,” puji Jordan.
Alana memegang tangan Jordan yang mengelus perutnya. “Aku memang cantik,” ujar Alana dengan nada percaya diri dan senyum bahagia yang terukir di wajahnya.
Dia tidak pernah menyesal mengandung anak Jordan lagi. Jordan memang berubah, bahkan pria itu terlihat menikmati morning sickness yang di alaminya selama dua minggu.
“Iya kamu semakin seksi,”
Alana berdecap kesal mendapati tangan nakal Jordan yang meremas pantatnya, dia melepaskan satu tangan Jordan yang berada di perutnya. Lalau memberikan tatapan tajam untuk Jordan.
“Kamu tuh kebiasaan,” ketus Alana dengan wajah kesalnya.
Sementara Jordan tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya. “Habisnya kamu makin berisi dan kenyal.”
Alana mencubit pinggang Jordan, “Oh jadi kamu mengatai aku gemuk.”
“Engga sayang, kamu enggak gemuk cuma berisi, kelihatannya jadi makin seksi.” Jordan sengaja memberi pujian di akhir kalimatnya, kalau hanya bilang berisi yang ada Jordan tidur berdua dengan Arsya karena Alana mengusirnya.
Alana berjalan mendekati tempat tidur, ia membawa bantal di tangannya dan menabrakkan batal tersebut pada tubuh Jordan. Alana tidak suka jika ada Jordan menyinggung bentuk tubuhnya.
__ADS_1
“Sayang,” rengek Jordan. Dia harus memohon pada Alana, Jordan tidak mau tidur di kamar tamu.
“Sudah sana keluar.” Alana mendorong tubuh Jordan, menuju pintu.
“Jangan dong, aku mau tidur dengan baby girl.” Jordan mencoba bernegosiasi.
Anak yang di kandung Alana memang perempuan, jangan tanyakan ke mana sikap tegas Jordan. Wibawanya hilang jika berhadapan dengan Alana yang mengandung bayinya, istrinya bisa berubah jadi singa liar jika Jordan membuat Kesalahan sedikit saja.
Alana menutup pintu dengan kencang, air matanya turun seketika. Dia tidak suka jika Jordan membahas tubuh gemuknya, Alana kehilangan percaya diri jika di bandingkan wanita lain.
Jordan tidak tinggal diam, dia berjalan menuju dapur membawa beberapa camilan kesukaan Alana, berharap mendapat kesempatan untuk tidur bersama istri dan baby girl.
Alana memilih menghiraukan suara pintu yang di buka oleh seseorang, derap langkah itu semakin mendekat Alana memilih menghapus sisa air matanya.
Jordan mendesah lega melihat Alana yang sudah tidur, dia menyimpan nampan berisi makanan dan naik ke tempat tidur.
Tangannya terulur untuk membelai pipi Alana, basah. “Sayang, kamu kenapa menangis?” Tanya Jordan dengan nada lembut.
Alana tidak bisa menahan air matanya lagi, butiran air mata keluar dari sudut kelopak matanya. Jordan yang melihat itu menghapus air mata Alana.
__ADS_1
“Maaf, kalau aku selalu membuatmu kesal sayang. Tapi jangan menangis seperti ini,” ucap Jordan dengan suara lirih.
Alana membuka kelopak matanya, pandangannya sedikit mengabur karena genang-an air mata.
Jordan mengecup bibir Alana, “Jangan menangis aku mohon, bicaralah apa yang membuat ku menangis.” Jordan membawa Alana ke dalam pelukannya.
“Aku takut kamu selingkuh dan meninggalkan aku, karena aku sudah enggak cantik lagi.”
Jordan tersenyum mendengar penuturan Alana, “Kamu wanita yang paling aku cintai, aku tidak akan pernah berpaling pada siapa pun. Kamu wanita paling cantik dan baik hati, yang mau menerima aku kembali setelah semua yang aku perbuat sama kamu. Tidak pernah terbesit sedikit pun di hatiku, untuk bermain dan berselingkuh dengan wanita lain.” Tangan Jordan mengelus rambut Alana dengan penuh kasih sayang.
“Hanya kamu Alana, tidak ada wanita lain. Selama empat tahun aku mencintaimu dalam diam, dan sampai sekarang aku masih mencintaimu. Begitu juga Dengan nanti, aku akan tetap mencintaimu.”
Kalimat yang keluar dari mulut Jordan terdengar sangat manis, dan hatinya merasa tenang mendengar penuturan Jordan yang mengungkapkan rasa cintanya.
Alana mengeratkan pelukannya, “Aku juga mencintaimu.”
“Aku bawakan coklat kesukaanmu.”
Alana melepaskan pelukannya dan menatap Jordan kesal, ia memang suka coklat tapi karena coklat itu tubuh Alana naik sampai 20 kilogram. “Kamu mau aku tambah gemuk makan coklat di malam hari.”
Jordan mencubit pipi gembil Alana, “Tidak apa-apa sayang, meskipun kamu gemuk aku tetap cinta kamu.”
__ADS_1