Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Cari Mati


__ADS_3

Alana memilih menundukkan kepalanya, dia masuk ke dalam lift bersama Niko. Baru saja pintu akan tertutup sempurna, namun kembali terbuka saat seseorang menekan tombol dari luar.


Alana mengepalkan tangannya. Alana ingat betul pada dua wanita yang baru saja masuk dan memberikan tatapan meremehkan padanya.


Dua orang itu adalah wanita yang menghina Alana, menumpahkan kopi panas pada rambutnya. Tubuh Alana gemetar saat mendapat bisikan dari wanita yang berdiri di sampingnya.


“Hai, jal*ng, masih punya nyali untuk datang ke sini!”


Suara itu memang terdengar pelan, Alana melirik Niko yang tampak tenang. Sepertinya pria itu tidak mendengarnya.


“Kita akan bersenang-senang lagi!” Alana tahu wanita itu belum puas untuk menghina Alana. Sepertinya dia sengaja membisikan kalimat pemancing supaya Alana ketakutan.


Alana memilih diam, pandangannya fokus ke depan. Dia mencoba menghiraukan bisikan di telinganya.


Pintu lift terbuka lebar Alana berjalan keluar lebih dulu, di ikuti Niko di belakangnya. Namun sesuatu yang mendesak di bawahnya membuat Alana menghentikan langkahnya, “Nik aku ingin ke kamar kecil.”


“Sebelah sini nona,” ujar Nik menunjukkan toiletnya.


Alana mengangguk dan berjalan sesuai arahan Nik. Terdengar jelas suara langkah kaki wanita di belakangnya, Alana dengan cepat masuk ke toilet.


Alana lega setelah mengeluarkan sesuatu yang mendesaknya. Baru saja Alana membuka pintu toilet dua wanita itu sudah menyambut Alana dengan tatapan sinisnya.

__ADS_1


Alana menghiraukan dua wanita itu yang kini memandangnya. Alana mencoba bersikap tenang, dia mencuci tangannya menggunakan sabun. Menggosok tangannya dengan perlahan sambil melihat pergerakan dua wanita itu memalui ekor matanya.


Dua wanita itu tersenyum miring, memperhatikan Alana yang sedang membasuh tangannya lalu mengeringkannya menggunakan tisu.


Alana baru saja melangkahkan kakinya, tapi dua wanita itu memasang badannya, menghalangi jalan Alana. Terpaksa Alana menatap dua wanita itu, “Menyingkir dari jalanku!” tegas Alana.


“Berani sekali kau!”


Alana melihat ke arah id card yang di gunakan wanita itu namanya Nita bagian staf keuangan. Pantas saja wanita itu berani melabraknya saat dia jadi office girl.


Alana menampakkan wajah datarnya, dia menutupi rasa ketakutannya. Dia harus bisa lebih berani dari dua wanita itu, agar mereka tidak mengganggu Alana lagi.


Alana merasakan dorongan di kedua bahunya, dengan kasar Alana menyingkirkan lengan bernama Nita itu.


“Beri dia pelajaran Nit,” Syila tersenyum puas melihat Alana yang mulai ketakutan.


Alana melangkah mundur, dua wanita di depannya bukan tandingan Alana, jelas Alana akan kalah dari mereka.


Kelopak mata Alana mulai berair, dia berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.


Wanita bernama Nita itu mengimpit Alana di tembok, dia memperhatikan kelopak Alana yang penuh dengan ari mata.

__ADS_1


“Mau menangis? Lemah banget lo!” cibir Nita.


Alana mendongakkan wajahnya karena tarikan Nita di rambutnya, Alana hanya bisa mengepalkan tangannya.


“Sudah jual tubuh di mana lagi hah, banyak banget bekas tanda di pakaiorang  hahaha dasar jal*ang!” Nita sengaja semakin menarik rambut Alana hingga Alana meringis kesakitan.


Alana sudah tidak bisa diam, wanita ini berani sekali mengatainya. Alana mendorong tubuh Nita hingga Nita terhuyung ke belakang.


Nita mengepalkan tangannya, tangan Nita hampir penuh denga rambut Alana yang rontok.


Alana menatap rambut yang ada di tangan Nita, ‘Banyak banget!’


Pantas saat wanita itu menarik kepalanya, Alana merasakan sakit yang luar biasa.


Nita sudah kesal melihat kelakuan office girl yang banyak tingkah di depannya, wajah Nita memerah penuh amarah.


***


Maaf ya telat update, soalnya author baru kena musibah.


Dukung author terus yah, lewat komentar, hadiah dan votenya.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya. Semoga besok bisa crazy up lagi ☺️


__ADS_2