Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Sakiiiit


__ADS_3

Alana sudah terlelap di sampingnya, Jordan memperhatikan wajah gadisnya dengan saksama. Alana memang berbeda dengan Emily, Alana selalu bertingkah layaknya gadis kecil. 


Jordan mengusap bagian perut Alana dengan perlahan. Jordan ingin Alana mengandung benihnya, tetapi sepertinya tuhan belum memberikannya kesempatan untuk jadi seorang Ayah.


Saat Emily merengek padanya karena dia hamil anak Bryan, Jordan tidak ingin bertemu Emily kembali. Wanita itu terlalu bodoh, Jordan terpaksa mengatakan bahwa dirinya milik Emily. Saat bersama Emily Jordan malah memikirkan gadis kecilnya.


Dia ingin segera kembali ke rumah dan berharap bahwa Alana memberikan kabar bahagia dirinya hamil, Jordan akan sangat senang, tetapi sayang itu hanya angan-angan Jordan belaka.


Pada faktanya sampai kini belum ada tanda-tanda Alana hamil. Jordan bangkit dari tempat tidur dia berjalan masuk ke area kolam indoor. 


Satu persatu baju yang melekat di tubuhnya Jordan buka, hanya menyisakan penutup pusakanya saja. Jordan melompat untuk masuk ke dalam air, rasa dingin menyambut tubuhnya.


Dia berenang sendirian, di malam yang dingin. Jordan berenang ke sana kemari, menikmati sensasi dingin di tubuhnya.


Alana terbangun dari tidurnya, Jordan ternyata tidak ada di sampingnya. Alana berjalan ke dapur untuk mengambil air minum, tenggorokannya terasa kering.


Suara air terdengar jelas di tengah keheningan malam, membuat rasa penasaran Alana muncul. Dia mengikuti suara air itu, hingga menuntunnya ke sebuah kolam berenang di dalam ruangan.

__ADS_1


Di sana tubuh kekar Jordan sedang berenang, Alana duduk di tempat yang tersedia di sana. Dia memperhatikan tubuh Jordan yang ke sana kemari.


Alana menelan, otot-otot Jordan semakin terlihat menonjol saat berenang.


Jordan menghentikan aktivitasnya saat merasakan ada orang lain di ruangan itu. Betul dugaannya di sana ada Alana yang sedang menopang dagu dengan tangannya, mata coklat itu sedang memperhatikannya.


Jordan keluar dari kolam, dia mengambil handuk kimono yang ada di samping Alana.


Kepala Alana terasa pusing melihat tubuh kekar Jordan yang sangat menggodanya. Jordan melemparkan handuk rambut pada wajah Alana yang tampak melongo melihat tubuhnya.


Alana terkejut saat handuk tiba-tiba menutupi wajahnya, dengan kasar dia melemparkannya. “Kau jahat Jordan!”


Alana menundukkan kepalanya, ucapan Jordan yang mengatainya jalang membuat hati Alana berdenyut nyeri. Alana bangkit dari duduknya dan meninggalkan Jordan, dia menghapus air matanya dengan kasar.


Alana tidak ingin bertemu Jordan dia ingin menyendiri, saat melihat tangga di depannya. Alana berjalan dengan cepat menaiki anak tangga untuk sampai di lantai dua.


Di lantai dua Alana tertarik pada ruangan yang tampak temaram. Dia berjalan ke ruangan itu, ternyata ada dinding kaca yang menjadi pembatas halaman di yang terlihat gelap.

__ADS_1


Alana menggeser pintu kaca, dan berjalan menuju gazebo yang gelap. Dia duduk di sana dengan memeluk lututnya.


Ucapan Jordan memang tidak salah, Alana seperti jalang yang memuaskan nafsu Jordan. Tapi Alana tidak bisa menerima itu, hatinya sakit bukan main. Orang yang dia cintai hanya menganggap dirinya sebagai jalang kehausan belaian.


Tangis Alana pecah, butiran air mata terus mengalir di pipinya. Seharunya aku tahu diri, tidak pantas untuk wanita penghangat ranjang sepertiku mencintai seorang tuan muda.


Aku hanya orang miskin ...


Hidupku hancur…


Kau memang jalang Alana!!


Bodooooh!


Alana semakin erat memeluk lututnya. Butiran air mata Alana terus keluar beriringan dengan umpatan di dalam hatinya.


***

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author ya lewat like, komentar dan hadiahnya


apalagi kalau di kasih vote 🤭


__ADS_2