Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Di Hempaskan


__ADS_3

Setibanya di rumah Alana memilih masuk ke kamar mandi terlebih dahulu, badannya terasa lengket. Alana menatap cermin, senyum mengembang di bibirnya. Bagaimana tidak untuk pertama kalinya Alana di beri perhiasan, bukan maslah perhiasan tetapi ini Jordan memasangkan untuknya.


‘Kalau kata anak-anak jaman sekarang mah so sweet’ ucap Alana di dalam hati dengan pipi yang berubah warna menjadi merah.


‘Apa memang begini rasanya jatuh cinta?’ pikiran di dalam hatinya membutuhkan jawaban. Alana memukul kepalanya pelan, bagaimana dia masih bertanya pada dirinya sendiri, padahal waktu itu dia sudah mengungkapkan perasaannya pada Jordan. ‘Bodoh kau Alana!’


Pertanyaan baru yang hinggap di benaknya. ‘Apa Jordan akan membalas cintaku, bagaimana caranya membuat Jordan jatuh cinta padaku?’


Alana memilih meraih ponselnya, “Hallo,” sapa Alana.


“Ada apa nona?” tanya Niko di seberang sana yang baru saja sampai di kediamannya.


“Bagaimana cara membuat Jordan jatuh cinta padaku?” tanya Alana. Alana tidak sabar menunggu jawabannya, tetapi sekretarisnya itu seperti sengaja membuat Alana menunggu.


“Nik jawab!”


Di seberang sana Niko tersenyum melihat nona Alana yang menunggu jawabannya. “Cukup menjadi diri anda sendiri nona!” Nik memutuskan telepon secara sepihak.


“Bagai-“ ucapan Alana terhenti saat mendengar nada sambung yang terputus. Ternyata Nik menyebalkan sekali.

__ADS_1


Alana memukul-mukul layar ponselnya, “Sialan kau Nik,” geram Alana.


“Kenapa?”


Alana terkejut mendengar pertanyaan Jordan, senyum canggung Alana tunjukan.


Dia tidak mungkin mengungkapkan kekesalannya karena sekretarisnya tidak mau menjawab pertanyaannya.


“Aku sedang berbicara dengan Nik, tapi dia memotongnya teleponnya secara sepihak,” Alana mencoba mengadu.


Jordan sudah siap dengan pakaian tidurnya, “Mungkin Nik sedang lelah,” jawab Jordan.


Alana berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Jordan. Tanpa rasa ragu, Alana memiringkan tubuhnya menatap Jordan yang terlihat tenang.


“Emily itu siapa?” Alana mengungkapkan rasa ingin tahu.


“Teman,” jawab Jordan tanpa membuka matanya.


“Sepertinya Emily suka padamu, apa kalian pernah memiliki hubungan spesial?” lagi-lagi Alana mengeluarkan pertanyaan, dia merasa Emily tidak suka pada Alana.

__ADS_1


Jordan membuka kelopak matanya lalu menatap Alana, “Tidak ada, hanya sebatas ranjang seperti dirimu.”


Alana membulatkan matanya sempurna, perasaannya tidak karuan. Bagaimana Jordan bisa setenang itu mengakui hubungannya dengan wanita lain di depan Alana yang berstatus sebagai istrinya.


“Apa aku hanya penghangat ranjangmu saja?” tanya Alana ragu-ragu.


“Memangnya kau mau apa, cinta dariku?”


“Tidak,” jawab Alana singkat. Dia memilih memunggungi Jordan, hatinya terus bergejolak. Bagaimana tidak pengakuan Jordan bahwa Alana hanya perempuan di atas ranjang memang benar adanya, lalu apa? Alana sendiri pun tidak bisa menyangkal statusnya itu.


Status menikah itu seperti tidak ada artinya bagi Jordan, dia masih menganggap Alana hanya sebagai penghangat ranjangnya. Air mata Alana turun begitu pemikiran itu muncul di benaknya, hatinya sakit.


Bagaimana bisa Jordan selalu bersikap manis padanya, bahkan tadi siang dia memakaikan kalung itu di lehernya. ‘Apa semua ini hanya akting, tapi akting untuk apa?’


Bahkan orang lain tidak mungkin tahu status mereka yang menikah secara Negara, tanpa menggelar pesta meriah seperti pada umumnya orang menikah.


Jordan tahu Alana sedang marah padanya, bahkan dia juga tahu Alana sedang menangis. Tubuhnya terlalu lelah, dia sedang tidak ingin bersusah payah untuk menghentikan tangis Alana.


Semua ucapannya tidak ada yang salah menurutnya, jadi untuk apa Jordan meminta maaf.

__ADS_1


__ADS_2