
“Apa kamu ingin aku mencintaimu?”
Pertanyaan Jordan berhasil membuat Alana menghentikan tangisnya, dia menatap Jordan dengan saksama.
Jordan merasa risi di tatap seperti itu oleh Alana, “Kenapa?”
Alana menghapus sisa air matanya, ”Kamu ingin jawaban iya atau tidak?” Alana balik bertanya.
“Bukannya kau jatuh cinta padaku?”
Alana mengerucutkan bibirnya, “Itu aku khilaf, sekarang aku sadar. Aku enggak cinta sama kamu!” Alana mencoba membela diri, dia tidak ingin di rendahkan Jordan lagi.
“Seperti apa rasanya jatuh cinta?” tanya Jordan dengan nada santai sambil menatap bola coklat gadisnya.
“Memangnya kau tidak pernah jatuh cinta?” Alana mulai penasaran dengan kehidupan Jordan di masa lalu.
Jordan menggelengkan kepalanya, “Aku tidak pernah punya kekasih.”
__ADS_1
“Aku tidak percaya, lelaki sepertimu tidak pernah memiliki kekasih.” Alana rasanya ingin mencubit otot-otot Jordan yang menonjol, gemas bukan main.
“Apa kau mau membuatku, jatuh cinta padamu?” Jordan diam dia bingung kenapa malah meminta Alana untuk membuatnya jatuh cinta, bukankah tadi dia sudah menyuruh Niko untuk mengusir Alana.
“Aku cuma penghangat ranjangmu, tidak pantas di cintai!” Alana sengaja memberi sindiran buat Jordan agar pria itu ingat status Alana.
“Bukannya kau juga manusia yang punya hati, itu artinya kau juga pasti ada rasa ingin di cintai.”
Alana diam, apa yang di katakana Jordan benar adanya. Tetapi masalahnya di sini tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Pria di hadapannya ini bukan orang biasa, ‘memang dia bisa jatuh cinta?’ gumam Alana. Alana harus melakukan apa supaya Jordan mencintainya.
“Kalau aku berhasil membuatmu jatuh cinta apa yang aku dapat?”
Jordan diam sebentar memikirkan jawaban untuk pertanyaan Alana. “Aku akan membuatkanmu pesta pernikahan yang megah dan mewah, dan kau dapat 30% dari kekayaanku. 30% lagi untuk anakmu jika berhasil memberikanku keturunan.”
“Itu tidak adil, kau lebih banyak 10% dari aku dan anakku,” Alana mencoba protes.
__ADS_1
Jordan menampakkan wajah seriusnya, dia bukan sedang mencari ke untungan. “10% bukan milikku, tapi untuk kita. Siapa tahu perusahaanku gulung tidak, aku masih bisa membangun perusahaan kecil dengan 10% … tapi perusahaanku tidak akan mudah gulung tikar jika aku yang memimpin.”
Mulut Alana terbuka lebar mendengar kalimat terakhir yang Jordan ucapkan, ‘Sombong banget’ gerutu Alana. “Kalau aku memberimu keturunan akan jadi apa anakku?” Alana mulai memikirkan masa depan jika dia benar-benar terjebak dalam labirin yang Jordan buat.
“Untuk meneruskan perusahaanku, tiga puluh tahun ke depan otakku mungkin tidak akan bekerja dengan baik, tubuhku juga pasti keriput. Aku sudah tidak bisa tebar pesona pada klienku.”
Alana memukul kepala Jordan menggunakan bantal, hingga Jordan terhuyung ke belakang karena tidak siap siaga.
“Kau apa-apaan!” Jordan tidak suka dengan sikap semena-mena yang Alana lakukan padanya.
“Di saat kau sudah bau tanah, masih saja memikirkan pesonamu,” Sindri Alana.
“Ya maka dari itu kau harus memberiku keturunan Alana, supaya aku tidak perlu tebar pesona di saat kulitku mengerut.”
Alana melihat tubuh Jordan, dia membayangkan tubuh kekar berotot itu menjadi keriput dan otot lengan Jordan akan bergelambir. Alana tertawa terpingkal-pingkal, karena bayangan Jordan yang suda tua ada di kepalanya.
“Kau berani menertawaiku!” Jordan memberikan tatapan membunuhnya, dia kesal karena dia merasa Alana menghinanya.
__ADS_1