
“Sudah berhenti Alana!” Jordan mulai geram karena Alana belum berhenti menangis setelah lima menit berlalu.
Alana menjauhkan tubuhnya dari pelukan Jordan, lalu menundukkan kepalanya. Jordan yang melihat Alana menjauh meraih dagu gadisnya agar mau bersihadap dengannya.
Jordan melihat mata Alana yang tampak merah kerenan menangis, “Aku tidak suka wanita lemah, Alana!”
Alana diam membisu, aku memang wanita lemah Jordan!
Jordan mengunci tatapan Alana dan mengikis jarak di antara mereka.
Alana memperhatikan bola hitam milik Jordan, entah apa yang akan di lakukan Jordan selanjutnya Alana sendiri tidak tahu.
Alana hanya menunggu, hingga bibir Jordan mengecup bibirnya. Alana membuka matanya lebar-lebar, jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya.
Bola hitam itu tidak menampakkan gairahnya, apa Jordan sudah tidak bernafsu pada tubuhku?
Entah kenapa rasa ketakutan itu muncul di permukaan hati Alana, takut jika Jordan tidak menginginkannya lagi.
Jujur Alana merasa nyaman, meskipun kemarin sempat merajuk dan berniat melarikan diri.
Alana mencoba memberanikan diri untuk bertanya, “Tu-ah maksudku Jordan selain urusan di atas tempat tidur, apa tidak ada hal lain yang harusku kerjakan?”
Jordan memicingkan matanya, tidak biasanya gadis di hadapannya berkata setenang itu padanya.
“Kau cukup membuatku tertarik pada tubuhmu, lakukan perawatan.” Jordan menyentuh pipi Alana menggunakan telunjuknya, “Kau terlihat kekurangan gizi, makan yang banyak. Aku lebih suka wanita yang berisi.”
__ADS_1
Alana mencoba mencermati setiap keinginan Jordan. Jadi aku harus tampil cantik ?
“Kau butuh sesuatu untuk mempermudah pekerjaanmu?”
Alana menganggukkan kepalanya, “Iya aku butuh ponsel.” Untuk mencari tutorial memikat hati suami.
Jordan meraih ponselnya dan menekan tombol untuk menghubungi Nik. “Nik, bawakan ponsel dengan kualitas terbaik untuk Alana!”
“Baik tuan,” jawab Nik.
Alana hanya diam saat Jordan menelepon sekretarisnya, sebenarnya dia ingin memotong ucapan Jordan yang meminta Nik membelikan ponsel kualitas terbaik untuk Alana.
Setelah melihat Jordan mengakhiri teleponnya Alana mencoba berbicara, “Apa tidak berlebihan, aku hanya perlu ponsel biasa.”
“Tidak,” jawab Jordan singkat. Dia bangkit dari tempat tidur menuju pintu, namun Jordan menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Alana.
Hati Alana menghangat mendengar perhatian yang di berikan Jordan. “Baik tuan.”
Sebenarnya Jordan tidak suka saat Alana memanggilnya dengan sebutan tuan, padahal tadi gadisnya sudah benar memanggil namanya, meskipun terkesan grogi.
Setelah punggung Jordan menghilang di balik pintu Alana tersenyum lebar, dia memegang dadanya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.
Alana mencoba mengatur nafasnya, karena rasa gembiranya membuat Alana merasa lelah.
***
__ADS_1
Siang itu Alana sedang duduk sambil bersandar pada tumpukan bantal, tangannya berkali-kali menekan tombol remot televisi Tetapi tidak ada tontonan yang menarik perhatiannya.
Hingga suara pintu kamarnya yang terbuka membuat Alana refleks menoleh, tubuh tegap Jordan berjalan menghampiri Alana.
Lalu duduk di samping Alana, entah ini hanya perasaannya saja atau memang benar adanya. Alana merasa Jordan tampak lebih berkarisma meskipun raut wajahnya datar tidak menampilkan ekspresi apa-apa.
Jordan mengeluarkan sesuatu dari paper bag yang di bawanya, “Ini ponsel dan buku nikah.”
“Jadi serius kita sudah menikah?”
Jordan menatap Alana tajam, dirinya sedang tidak dalam mode baik-baik saja. Ada beberapa pekerjaannya yang membuatnya kacau.
“Kamu tidak punya mata, ini buku nikahnya sudah jadi!”
Alana menundukkan kepalanya, pria di hadapannya ini membuat Alana seperti naik roller coester. Baru tadi pagi pria itu terlihat sangat peduli padanya. Tetapi sekarang sudah kembali pada mode awalnya.
Alana mengambil ponselnya pemberian Jordan, rasa kesalnya hilang melihat ponsel merek terkenal yang Jordan belikan untuknya. Yang lebih Alana sukai adalah ponsel itu berwarna rose gold, dan ini tipe keluaran terbaru.
Jordan melihat Alana yang tampak antusias pada ponsel barunya, “Kau suka?”
Alana menatap Jordan dan menganggukkan kepalanya dengan senyum mengembang di bibirnya. “Suka, terima kasih.”
Kau tidak tahu malu Alana! Tadi bilangnya enggak usah yang bagus, sekarang semangat banget 😑
“Bagus kalau begitu, nanti malam kamu harus membuatku puas dengan servismu!”
__ADS_1
Alana menatap Jordan yang terlihat tenang mengungkapkan keinginannya, sementara Alana dengan susah payah menelan ludahnya, karena permintaan Jordan.