Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Extra Part 3 -> Kontraksi Melahirkan


__ADS_3

Sore itu Alana duduk dengan tenang, ia mengusap lembut perutnya yang terasa mengencang. Ini bukan proses melahirkan anak pertama, jadi Alana tahu betul bahwa hari ini atau besok dia akan melahir.


Alana mencoba berjalan-jalan di kamarnya, sambil berusaha mengatur nafas saat kontraksi menyerang. Langkahnya terhenti karena sakit yang di rasakannya cukup membuatnya lemas tidak mampu melangkah.


Alana memilih duduk di lantai dekat pojokkan lemari, dia memandangi jam di ponselnya. Jika perkiraannya dia baru memasuki pembukaan empat, sakitnya memang belum sesakit saat pembukaan delapan ke atas..


Alana sengaja melentangkan kakinya, punggungnya bersandar pada tembok. Ia memejamkan mata agar lebih rileks, Alana masih menunggu Jordan pulang.


Kontraksi di perutnya semakin sering, Alana memilih naik ke tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya.


Pintu kamar terbuka Alana bernafas lega melihat kedatangan Jordan. Jordan yang melihat Alana rebahan di tempat tidur, membuatnya merasa heran.


“Kamu kenapa?” tanya Jordan setelah duduk di samping tubuh Alana. seperti biasa dia tidak lupa mendaratkan kecupan untuk istri tercintanya.

__ADS_1


Alana tersenyum bahagia, “Kamu mandi sekarang yah!” titah Alana dengan suara lembut.


Jordan malah merebahkan tubuhnya dan memeluk Alana, “Nanti ya, aku masih lelah.”


Alana memajukan bibirnya, “Sekarang.”


“Kenapa harus sekarang, nanti saja ya?”


Alana merasakan ada letupan di dalam rahimnya, cairan itu terasa hangat keluar dari kelembutannya. “Kita harus ke rumah sakit sekarang, ketuban aku pecah.”


“Sayang, kamu mau melahirkan sekarang?”


Alana tidak menjawab ucapan Joran karena dia merasakan kontraksi di perutnya, Alana menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.  Setelah kontraksi itu hilang Alana memandangi manic hitam Jordan, “Iya aku mau melahirkan.”

__ADS_1


Tanpa basa-basi Jordan membawa tubuh Alana ke dalam gendongannya, beruntung di ruang tamu masih ada Nik terlihat sedang bertelepon. “Nik kita harus ke rumah sakit sekarang!”


Nik memasukkan ponselnya dan menatap wajah tuan dan nona, wajah cemas Jordan sudah membuat Nik mengerti apalagi Alana baju yang di pakai Alana basah di bagian bawahnya. “Mari tuan.”


Sebelum melajukan mobilnya, Nik meminta beberapa polisi untuk melakukan pengawalan agar mereka cepat sampai di rumah sakit.


Selama di dalam mobil Alana menyandarkan tubuhnya pada bahu Jordan, mencoba rileks di tengah sakit yang semakin mendera.


Jordan terus berdoa di dalam hatinya, untuk kedua kalinya dia berada di posisi ini. Meskipun bedanya sekarang, dia bisa menemani Alana melahirkan anak mereka tidak seperti dulu Jordan hanya menunggu.


Tidak butuh waktu lama mobil yang di bawa Nik sudah sampai di rumah sakit, tubuh Alana langsung di naikkan ke atas brankar dan di bawa ke ruangan bersalin.


Dokter memasukkan obar rangsangan pada cairan infus, di karena kan ketuban Alana sudah pecah. Bayi di dalam kandungan Alana tidak boleh terlalu lama di dalam, maka dokter melakukan tindakan cepat.

__ADS_1


Setelah beberapa menit infus  menancap di tangannya, perut Alana semakin terasa sakit, ia menggenggam kuat tangan Jordan saat kontraksi itu muncul.  Reaksi yang timbul dari rangsangan itu membuat kontraksi terjadi semakin cepat, dan jalan lahir bayi semakin terbuka.


Jordan hanya bisa mengelus rambut Alana, saat merasakan tangannya yang di genggam Alana sangat kuat. Bahkan Jordan baru merasakan cengkeraman sekuat ini dari Alana. perasaannya sudah tidak karuan, mendengar rintihan kecil dari mulut Alana. “Sayang, kamu wanita hebat. Aku ada di sini menemani kamu.”


__ADS_2