Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Extra part 1 -> Jiwa dan Raga


__ADS_3

Tolong di skip jika belum cukup umur ☺


Happy reading.


*** 


Gaun pengantin putih nan indah itu terlihat begitu pas dengan bentuk tubuhnya yang ramping, rambutnya tertata dengan indah dengan mahkota yang di pesan Jordan khusus untuk Alana.


Pintu ruangan pesta terbuka tepat bersamaan dengan banyak pasang mata yang menatap kecantikan seorang Alana.


Tepat di sisinya berdiri, Jordan memberikan tangannya untuk saling berpegangan.


Dia menuntunnya masuk dan menikmati pesta super mewah ini, semua tamu terlihat begitu menikmati, apalagi Jordan.


Hatinya di penuhi bunga-bunga segar dan wangi, "Aku mencintaimu, sayang," bisik Jordan lalu mencuri ciuman di pipi kanan Alana.


Alana tersenyum dengan semburat merah yang timbul di pipinya, Alana merasa malu karena Jordan dengan jelas mengucapkannya bahkan ada beberapa pasang mata yang melihat karena perlakuan Jordan. 


Jordan menarik dagu Alana agar menatapnya, “Sayang, sepertinya kita harus pergi sekarang.”


Alana melihat jelas gairah Jordan lewat tatapan matanya, “Kamu tidak sabaran, pestanya belum berakhir.”

__ADS_1


Mendapat penolakan dari Alana tidak urung membuat Jordan menyerah, tanpa rasa malu Jordan melahap bibir Alana berwarna merah darah yang terlihat begitu seksi. 


Alana yang mendapat serangan mendadak mencoba mendorong tubuh Jordan, tapi sialnya Jordan malah mempererat pelukannya. Ciuman itu berlangsung selama dua menit karena Jordan hanya memberi peringatan agar Alana mau meninggalkan pesta.


Alana hanya menundukkan kepalanya saat para wanita sedang membicarakannya, “Kamu benar-benar membuatku ingin meninggalkan pesta. Cepat bawa aku pergi,” ketus Alana dengan suara berbisik agar orang lain tidak mendengarnya.


“Dengan senang hati, sayang.” Jordan membawa Alana ke dalam gendongannya, Alana mengalungkan lengannya di leher Jordan dia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jordan.


Banyak pasang mata yang berdecap kagum melihat keromantisan keduanya, mereka pasangan yang sangat serasi.


Jordan membawa Alana pada sebuah kamar, merebahkan tubuh sang istri di tempat tidur. Jordan menindih Alana yang kini menatapnya kesal, pukulan Alana di dadanya membuat Jordan terkekeh. 


“Jahat kamu membuatku malu,” ucap Alana sambil memukul dada  bidang Jordan tanpa ampun.


Alana membisu, dia berusaha mendorong tubuh Jordan lagi. Kali ini Jordan mengikuti dorongan Alana agar menjauh, pakaian yang menutupi tubuhnya Jordan lepas satu persatu. 


Alana hanya menggigit  kecil bibir bawahnya, tubuh kekar yang selama satu bulan ini selalu terbayang di kepalanya. Setelah acara lamaran itu Alana tidak mengizinkan Jordan untuk menyentuh tubuhnya, Alana kesal karena Jordan mengurungnya seharian di hotel itu, meminta lagi dan lagi hingga tubuhnya lemas.


Jordan membantu Alana bangkit dan menatapnya, “Kau menginginkannya, sayang?” ucap Jordan dengan nada sensual.


Alana hanya diam menahan senyum di bibirnya, dia mengalungkan lengannya ke leher. “Aku tidak siap, tapi aku akan menerima sentuhan yang kau berikan.” Alana meraba dada bidang Jordan.

__ADS_1


Jordan mengikis jarak di antara mereka, lengannya sudah berada di pinggang Alana, dia melahap bibir Alana sambil berusaha melepaskan pakaian yang melekat di tubuh indah sang istri.


Alana menikmati setiap sentuhan yang di berikan Jordan, membuat sesuatu di sana terasa sangat lembab.


Setelah melepaskan seluruh keduanya polos tanpa sehelai benang, Jordan membawa tubuh Alana ke atas tempat tidur. 


Sentuhan lembut di bukit kembarnya membuat tubuh Alana menggeliat bagai cacing kepanasan, tidak cukup sampai di situ tangan lainnya Jordan gunakan untuk meraba kelembutan milik Alana.


“Aaaa.” Alana meremas rambut Jordan dengan kuat saat benda keras nan gagah memasuki kelembutan miliknya.


Gairah dalam diri Jordan mencuat saat mendengar suara lirih Alana, dengan gairah yang menggebu Jordan mengagahi Alana. Alana memeluk erat Jordan jari-jarinya meremas punggung Jordan dengan sangat kuat.


“Sayaaang,” rancu Alana  dengan mata terpejam menikmati surga dunia yang di berikan Jordan.


“Kau ingin lebih dari ini?” melihat wajah malu-malu Alana Jordan memberikan tanda kepemilikan di gundukan kembar Alana.


Permainan itu semakin panas, tubuh mereka beradu dengan cukup kuat memberikan rasa luar biasa satu sama lain. Hingga mereka mengerang saat merasakan pelepasan yang tiada dua nikmatnya.


Jordan mengecup kening Alana yang banjir dengan keringat, nafasnya terengah-engah bagaikan usai lari maraton.


“Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Tetaplah di sini bersamaku, aku akan menjaga kalian dengan segenap jiwa dan ragaku.”

__ADS_1


Alana membuka matanya, dia memberikan senyum di sela wajah lelahnya. “Aku akan di sini, bersamamu.”


Jordan membaringkan tubuhnya di samping Alana lalau membawa tubuh Alana ke dalam dekapannya. “Tidurlah sebelum aku memintanya lagi.”


__ADS_2