Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Dua Sayang


__ADS_3

Di ruang tamu Alana hanya diam, sementara Jordan menunggu kelanjutan pendapat Alana.


Keheningan itu di pecahkan oleh Arsya yang tiba-tiba datang dan memeluk Alana yang sedang duduk.


“Mami,” panggil Arsya.


Alana mengucap lembut kepala Arsya, “Iya sayang.”


Arsya melepaskan pelukannya, dia menatap mata Alana. “Arsya mau main mobil sama Papi boleh?”


Alana melirik Jordan sesaat lalu menatap kembali pada Arsya yang berdiri di depannya. “Boleh,” jawab Alana sambil tersenyum.


Wajah mengantuk Arsya berubah menjadi segar saat mendapat izin dari Alana. Ia berlari menghampiri Jordan, “Ayo Papi.”


Tangan Jordan di tarik oleh Arsya agar mengikutinya. Jordan bangkit dari duduknya dan mengikuti Arysa yang membawanya ke halaman depan.


Alana mengekor di belakangnya, melihat dua pria itu pergi. Alana berdiri memandangi Arsya yang sudah tidak sabar naik mobilnya.


Jordan mengajarkan Arysa untuk mengemudikan mainan mobilnya. Dengan perlahan Jordan mengikuti laju mobil Arsya ia takut terjadi sesuatu pada anaknya.


“Papi kejar Arsya,” teriak Arysa gembira. Dia sudah mahir mengendarai mobilnya dengan cepat.


Jordan berusaha berlari untuk menangkap Arsya, “Jangan cepat-cepat sayang nanti kamu jatoh.”

__ADS_1


Arsya tidak memedulikan ucapan Jordan. Jordan yang ketakutan berusaha mengimbangi laju mobil Arsya.


Alana melihat Jordan yang mulai kelelahan memilih masuk ke dalam. Saat di dapur ada kepala pelayan yang tersenyum pada Alana.


“Ada yang bisa saya bantu Nyonya?”


“Tolong buatkan jus stroberi untuk Jordan dan Arsya,” pinta Alana.


“Baik Nyonya.”


Alana kembali ke depan untuk melihat aktivitas Jordan dan Arsya. Arsya tertawa gembira melihat Jordan yang membungkukkan tubuhnya karena kelelahan.


“Papi payah,” ledek Arsya.


Jordan mengangkat tubuhnya, “Papi enggak payah, kamu aja yang terlalu jago bawa mobilnya.”


Tidak lama kepala pelayan datang dengan nampan pesanan Alana.


“Ini Nyonya.”


“Terima kasih.”


“Sini sayang minum dulu,” panggil Alana dengan suara sedikit keras.

__ADS_1


Arysa langsung berlari di ikuti Jordan di belakangnya yang berjalan dengan langkah tergesa.


Alana memberikan satu gelas kecil untuk Arysa.


“Makasih udah panggil aku sayang,” ucap Jordan sambil tersenyum menggoda Alana.


Alana menatap kesal pada Jordan. “Aku panggil Arsya, bukan panggil kamu.”


“Kamu enggak ada sebut nama Arsya, berarti kamu panggil aku sayang juga, itu buktinya kamu pesankan minum buat aku juga.” Mata Jordan menunjuk nampan yang di pegang Alana.


Alana meminum sedikit, minuman untuk Jordan karena kesal dengan tuduhan yang di berikan Jordan.


Jordan meraih gelas yang ada di tangan Alana, “Aku tidak keberatan jika harus berbagi air li*ur,” ucap Jordan dengan santai dan meneguk habis jus stroberi.


“Anda percaya diri sekali tuan!”


Seperti biasa Arysa memberikan gelas yang sudah habis kepada Alana.


“Arsya ini sudah hampir sore, kita pulang yah.”


Arsya menggelengkan kepalanya lalu memeluk kaki Jordan. “Enggak mau, Arsya masih ingin main dengan Papi,” rengek Arsya.


Jordan tahu Alana merasa canggung karena gurauannya, ia menyejajarkan tubuhnya dengan Arsya lalu menatap lembut mata anaknya.

__ADS_1


“Sayang, sekarang Arsya pulang dulu yah,” ucap Jordan dengan lembut sambil membelai pipi Arsya yang mengeluarkan air mata.


Arsya mengeluarkan air matanya, sambil menggelengkan kepalanya. “Enggak mau, Arsya mau sama Papi.”


__ADS_2