Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Dua Nol


__ADS_3

“Averyl,” panggil Eduard.


Averyl menghentikan langkahnya dan berbalik. “Ada apa?”


“Mau ku antar ke kantor?” tawar Eduard.


Averyl melihat ke belakang ke arah mobilnya. “Mobilku?”


Eduard menarik tangan Averyl. “ Biar nanti Simon yang urus.”


Averyl berjalan mengikuti langkah Eduard menuju mobil. Namun Asyila tiba-tiba melepaskan pegangan Eduard dan Averyl.


Eduard merasa perlakuan Asyila terlalu berlebihan. “Asyila,” panggil Eduard dengan nada dingin.


“Antar aku.” Syila memohon dengan wajah melasnya.


“Kaka sudah berjanji untuk mengantarkan Averyl,” tolak Eduard.


Asyila masuk ke mobil Eduard, dan duduk di samping kemudi.


Eduard menatap Averyl, lalu mengecup keningnya. “Maaf untuk kali ini aku tidak bisa mengantarkanmu.”


Averyl hanya diam membisu menatap kepergian mobil yang di kendarai Eduard. Ada rasa sakit yang tergambar jelas di benaknya.


“Cepat berangkat, jangan sampai terlambat!”


Averyl cukup terkejut saat Arsya menepuk pundaknya. Averyl masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju kantor.


Pikiran Averyl tidak bisa fokus mengerjakan pekerjaannya. Pikirannya terus berputar pada kejadian semalam dan pagi tadi. Averyl meraba bibirnya yang semalam telah lancang mencium Eduard lebih dulu.

__ADS_1


Tapi saat teringat kejadian tadi pagi Averyl menggigit jarinya tanpa sadar karena kesal dengan kelakuan Asyila.


“Aw,” keluh Averyl. Ia menatap jarinya yang memerah karena gigitannya sendiri.


Averyl melirik ponselnya yang berdering. Dengan cepat Averyl menyambarnya dan menerima panggilan dari Eduard. “Hallo,” sapa Averyl.


[Mau makan siang bersama?]


“Emmmm,” Averyl melirik pekerjaannya yang masih menumpuk. “Boleh,” jawab Averyl. Entah mengapa ia ingin bertemu Eduard untuk saat ini, apalagi makan siang berdua. Pipi Averyl bersemu merah saat memikirkan makan siang romantis.


[Nanti aku kirimkan lokasinya.]


Averyl menyimpan kembali ponselnya di atas meja. Bibirnya menahan senyum karena imajinasinya membayangkan makan siang romantis bersama Eduard. Averyl mengetuk-ngetuk jidatnya menggunakan telunjuk tangan. “Stop berpikir macam-macam, ini Cuma makan siang biasa.”


***


Avery sudah sampai di restoran yang di maksud Eduard. Ia meminta pelayanan untuk menunjukkan tempat duduk yang sudah di reservasi oleh Eduard.


Averyl tersenyum saat berada di hadapan Eduard. Lalu duduk. Pandangan Averyl tertuju pada tas wanita yang ada di atas meja tepat di samping Eduard. “Tas siapa?”


Belum sempat Eduard menjawab Asyila sudah kembali dari toilet dan dudu di samping Eduard. “Kenapa kau di sini?” tanya Asyila.


“Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu di sini adik ipar?” ucap Averyl dengan sengaja menekan kata adik ipar.


“Adu di ajak makan siang oleh Eduard, iya kan sayang?”


Avery menunggu jawaban dari mulut Eduard. “Jangan mengada-ada Asyila, kamu yang memaksaku.”


Tidak ingin kalah, Asyila menatap Averyl. “Kalau kau tidak suka, pergi saja!”

__ADS_1


Apa katanya pergi, dia berani mengusir ku!


“Kenapa aku yang harus pergi, kau saja!” timpal Averyl. Ia tidak terima kalau harus pergi, ini acara makan siangnya dengan Eduard.


“Kenapa jadi bertengkar, kita bisa makan siang bersama.” Eduard mencoba menengahi.


“Tidak!” Jawab Averyl dan Asyila secara serempak.


“Kalau begitu aku saja yang pergi.” Eduard bangkit dari duduknya. Ia ingin membela Averyl, tapi Eduard tahu betul sifat Asyila.


Asyila menarik tangan Eduard agar kembali duduk. “Jangan pergi,” mohon Asyila dengan wajah manjanya.


Avery tidak ingin kalah. Tadi pagi ia sudah mengalah dan berangkat sendiri. “Anak manja,” sindir Averyl.


“Lihat dia telah berani menghinaku, harusnya dia yang Pergi!” bentak Asyila.


Averyl cukup terkejut mendengar bentakan dari mulut Asyila, belum lagi wajahnya terlihat memerah menahan amarah.


“Averyl pergi.”


Averyl menatap Eduard dengan tidak percaya. Eduard yang memintanya untuk makan siang bersama, tapi sekarang Eduard mengusirnya demi Asyila.


“Pergi,” ucap Eduard kembali dengan nada dingin.


***


Kalian kesel gak sih sama Eduard?


Aku emosi liat sikap Eduard yang kayak gitu 😭

__ADS_1


__ADS_2