Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Istriku


__ADS_3

Nita mendekat pada Alana, dia memegang bahu Alana dengan keras dan menancapkan kuku miliknya di bahu Alana yang terekspos.


Alana meringis kesakitan dia berusaha melepaskan cengkeraman Nita tapi wanita itu sepertinya sudah kerasukan iblis, entah Alana yang memang terlalu lemah.


Pandangan Alana memburam, dia berusaha untuk tetap sadar dan melihat semuanya. Tapi kemudian semuanya berubah menjadi gelap dalam sekejap.


Nita yang melihat Alana kehilangan kesadaran tersenyum penuh kemenangan, dia berjalan dengan gaya modelnya keluar dari toilet bersama dengan temannya Syila.


Namun langkahnya terhenti saat Niko sekretaris tuan muda berdiri tidak jauh dari toilet. Nita melirik Syila yang sama takutnya, tatapan Nik terlalu membunuh bahkan mereka merasa bulu kuduk mereka berdiri seketika.


“Tuan muda menunggu kalian di ruangannya,” perintah Nik tegas.


Nita dan Syila menganggukkan kepalanya perlahan, mereka saling padang. Aura Nik terlalu pekat, Pasti Nik marah besar.


Nik berjalan mendekati dua wanita lalu melewatinya, dia menerobos masuk ke toilet wanita. Tubuh Alana terkulai lemas di lantai dengan mata yang tertutup, Nik langsung menggendong Alana melewati Nita dan Syila yang berjalan pelan.


Tanpa mengetuk pintu Nik masuk ke ruangan Jordan, merebahkan tubuh Alana di sofa. Jordan yang terkejut melihat kedatangan Nik, bangkit dari meja kerjanya.


Jordan menghampiri tubuh Alana yang terbaring di sofa, “Alana kenapa Nik?”

__ADS_1


Dari nada suaranya Nik tahu Jordan mengkhawatirkan istrinya, belum sempat Nik menjawab terdengar suara ketukan di pintu yang perlahan.


“Bedebah!” Nik berjalan menuju pintu. Membuka pintu dengan kasar hingga Nita dan Syila terlonjak kaget.


Jordan menatap dua wanita yang ada di hadapan Nik, Jordan mengerti kenapa barusan Nik mengumpat.


“Mereka tuan yang membuat nona Alana pingsan!”


Nita dan Syila gemetar ketakutan melihat kemarahan Jordan dan Nik. Mereka hanya bisa menundukkan kepalanya, mematung di tempatnya.


“Panggil petugas kesehatan!”


“Bukannya kalian yang mengetuk pintu, kenapa masih berdiri di situ!”


Mendengar ucapan Jordan yang berteriak membuat Nita dan Alana saling tuduh untuk maju terlebih dahulu.


“Kalian ingin telinganya saya potong!”


Ancaman Jordan langsung mendapat respons dari Nita dan Syila, mereka masuk dan berdiri tidak jauh dari Jordan.

__ADS_1


Jordan mendekati Alana, dia mengelus rambut Alana perlahan. Melihat Alana yang mulai membuka matanya dengan perlahan, membuat rasa khawatir Jordan sedikit memudar.


Alana menatap Jordan yang sedang memperhatikannya, kepalanya terasa pusing, Alana memijit bagian pelipisnya sambil berusaha memfokuskan penglihatannya.


Jordan menggenggam tangan Alana yang bebas, “Istriku.”


Nita dan Syila saling padang saat mendengar CEO mereka memanggil Alana dengan sebutan ‘Istriku’. Wajah mereka pias seketika, sepertinya mereka tidak akan mudah keluar dari ruangan ini. Apalagi CEO MA Group terkenal kejam.


Alana sudah bisa melihat keadaan sekitar dengan jelas, dia bangkit dari rebahannya. Pandangannya tertuju pada tangannya yang di genggam Jordan, Alana tersenyum tipis.


“Mereka mengganggumu?”


Nada suara Jordan berbeda dari biasanya, dan untuk pertama kali Alana mendengar  suara intimidasi Jordan keluar dari mulutnya. Alana mengalihkan perhatiannya saat melihat Nita dan temannya berdiri di depan Alana dengan jarak dua meter.


Alana tersenyum miring, mungkin tadi Alana kalah melawan mereka, tapi kali ini Alana bisa melawan mereka yang berani menghinanya.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2