
Alana membalikkan tubuhnya menghadap Jordan. “Mau bermain air?”
Melihat Jordan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban Alana membalikkan tubuhnya kembali mengarah ke lautan. Sepertinya sulit untuk menciptakan suasana romantis bersama Jordan, Alana memberengut.
Dia juga ingin Jordan mencintainya, jika hanya Alana yang mencintai pria itu kemungkinan besar Alana akan mudah di tendang Jordan dari hidupnya.
Alana memikirkan cara untuk menarik Jordan agar mulai menyukainya, cara apa yang cocok?
Menarik perhatian Jordan yang tipikal pendiam dan suka memerintah, cukup menyulitkan bagi Alana. Ah harusnya aku mencintai pria humoris dan romantis supaya tidak terjebak seperti ini.
Alana tersenyum saat melihat tangan Jordan yang berada di perutnya, Alana melirik Jordan yang menumpukan kepalanya di pundak Alana. Pipi Alana bersemu merah, dia senang mendapat kejutan dari Jordan meskipun itu hanya sebuah pelukan.
“Kau terlalu pendek!”
Alana tidak merasa Jordan mengejeknya, “Iya, nanti aku konsumsi susu penambah tinggi badan,” jawab Alana.
“Hmmm.”
__ADS_1
Alana menundukkan kepalanya, dia membelai tangan Jordan yang ada melingkar di perutnya.
Pria yang sedang memeluknya ini memang susah di tebak, sikapnya terkesan dingin dan cuek. Tapi Alana selalu merasakan perhatian kecil yang di berikan Jordan padanya, membuat Alana dengan mudah terpesona pada Jordan.
Mereka hanyut dalam pikiran masing-masing, hembusan angin laut menerpa tubuh mereka yang masih berpelukan.
“Kau lapar?”
Alana menganggukkan kepalanya, dia melihat ke sekeliling area pantai yang sepi. Tidak ada tempat makan atau kedai sama sekali, “Tapi aku tidak ingin pulang.”
Jordan melepaskan pelukannya, dia menggenggam tangan Alana dan menuntunnya. Mereka berdua berjalan beriringan, hingga Alana menghentikan langkahnya.
“Kakiku pegal, gendong,” Alana memberikan puppy eyes miliknya berharap Jordan luluh. Alana sedang tidak berbohong kakinya pegal akibat mengayuh sepeda tadi pagi.
Alana memperhatikan Jordan yang tampak sedang menimbang-nimbang keinginannya. Alana melonjak senang karena Jordan berjongkok, tidak menghilangkan kesempatan Alana naik ke punggung Jordan.
Alana mengecup pipi Jordan, “Terima kasih.” Seperti biasa Jordan tidak pernah menjawab ucapan terima kasihnya.
__ADS_1
Alana berharap keindahan ini tidak berakhir dengan cepat. Jordan menggendong Alana hingga sampai di tempat yang sudah dia siapkan.
Dengan pelan Jordan membungkukkan badanya agar Alana bisa turun. Dia berjalan mendahului Alana yang masih mematung di tempatnya.
Pandangan Alana fokus pada pinggiran pantai yang indah. Dekorasi yang indah untuk sekedar makan malam, kelopak bunga-bunga bertaburan di atas pasir.
Alana berjalan menghampiri Jordan yang duduk, senyumnya merekah. Jordan menyiapkan ini semua, bahkan ada live musik dengan panggung kecil yang tidak jauh dari tempat mereka duduk.
“Ini berlebihan,” ungkap Alana.
Jordan mulai menikmati makanan yang ada di atas meja. “Tidak.”
Mendengar jawaban Jordan Alana lebih memilih diam, dia lupa bahwa pria di depannya ini adalah seorang millionaire. Bahkan mobil tadi yang di bawa Jordan harganya pasti cukup fantastis.
Alana memakan makanannya dengan penuh rasa penasaran, wajah Jordan memang datar seperti biasanya. Tetapi Alana seperti melihat sesuatu yang berbeda, seperti ada beban berat di pundaknya.
Langit sudah gelap sempurna, cahaya lampu dari dekorasi menyinari Jordan dan Alana. Live musik yang terdengar mengalun indah, menjadi teman makan malam mereka.
__ADS_1
Jordan memperhatikan Alana yang sedang menikmati makanannya. Dari sekian orang yang kenal dengannya hanya Emily dan Nik yang bisa membaca suasana hatinya. Tetapi Alana seperti tahu ada sesuatu yang berbeda pada dirinya