Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Sisir Rambut


__ADS_3

Jordan seperti mendapat angin segar di tengah rasa suntuknya, bagaimana tidak Nik memberi kabar yang sangat menggembirakan baginya. Siang ini dia bisa bertemu dengan gadis kecilnya.


Jordan bangkit dari kursi kerjanya, dia merapikan rambutnya yang berantakan. “Nik apa kau membawa sisir rambut? Sepertinya rambutku terlihat berantakan, aku ingin tampil maksimal di hadapan gadisku,” ucap Jordan sambil menatap Nik dengan senyum mengembang di bibirnya.


Nik menaikkan satu Alisnya, padah baru setengah jam yang lalu Jordan uring-uringan tidak jelas. Dan membentaknya jika dia melakukan kesalahan sedikit saja.


“Maaf tuan, saya tidak pernah membawa sisir rambut,” jawab Nik dengan ekspresi datarnya.


“Seharusnya kau punya Nik!”


Tidak ingin berdebat Nik memilih jawaban yang tepat, “Baik tuan, nanti saya akan membelinya.”


Sepanjang perjalanan Nik melirik Jordan lewat kaca spion depan yang menampakkan wajah gembira milik tuannya. Sementara Nik hanya menggelengkan kepalanya, sepertinya tuannya ini memang sudah jatuh cinta pada Alana.


Hanya membutuhkan waktu dua puluh menit untuk sampai di rumah sakit, Jordan dan Nik berjalan menuju ruangan rawat Alana.


Nik mengetuk pintu ruangan Alana dengan perlahan, tidak lama pintu terbuka. Nik menunduk hormat pada Alana.


Alana mencoba menampilkan senyum terbaiknya untuk menyambut kedatangan Jordan dan Nik. “Masuk lah, aku ingin berbicara di dalam.”

__ADS_1


Nik mengikuti langkah Jordan yang lebih dulu masuk ke ruangan Alana. Nik menggerutu di dalam hatinya, bagaimana tidak ada pria asing di dalam ruangan Alana.



Jordan memperhatikan wajah Arvan, wajah Arvan terlihat tidak asing baginya. Dia seperti pernah melihat wajah pria itu, 'Tapi di mana?’


Namun Jordan tidak ambil pusing, karena pakaian yang pria itu kenakan terlihat biasa saja.


Nik mencoba melirik Jordan yang tampak tenang, tidak ada reaksi kemarahan darinya dan itu membuat Nik bisa bernafas lega.


Alana menatap Arvan, dia tidak bisa membiarkan pria itu ikut dalam pembicaraan mereka. Alana menatap Nik dengan penuh harap, “Nik bisa kah kau membantuku?” tanya Alana.


Nik mengangguk, “Apa itu nona?”


Nik mengangguk mengerti lalu menatap mata Arvan, “Sorry sir, could you wait outside for a moment? Miss Alana wants to talk to us seriously.”


(Maaf tuan, bisakah anda menunggu di luar sebentar. Nona Alana ingin berbicara serius dengan kami.)


Arvan berjalan menuju pintu keluar tanpa mengucapkan sepata kata pun. Dia menunggu di depan ruangan Alana dengan perasaan khawatir, dia takut dua pria itu menyakiti Alana kembali.

__ADS_1


Alana melirik Jordan dan Nik, setelah melihat punggung Arvan menghilang di balik pintu. Alana mengambil seribu langkah lebih cepat saat melihat Jordan menghampirinya, dia memilih duduk sofa.


“Duduk lah,” ucap Alana. Dia merasa seperti nyonya rumah yang memiliki kuasa penuh atas ruangan ini, dan merasakan kebebasan yang belum pernah dia dapatkan. Selama ini dia hanya tunduk dan mengikuti semua keinginan Nik dan Jordan.


Jordan duduk di samping Alana, merangkul pinggang gadis kecilnya. Mencium pipi Alana sebentar lalu menatap bola coklat milik Alana.


Nik hanya menggerutu di dalam hatinya, bisa-bisanya tuan muda terang-terangan memperlihatkan kemesraan yang di tunjukan tuannya.


Alana merasa risi dengan perlakuan Jordan, dia melepaskan tangan Jordan yang memeluk pinggangnya. “Lepaskan dulu, aku harus mengambil sesuatu,” ucap Alana. Dia mencoba bersikap tenang padahal jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.


Dia berjalan menuju nakas, mengambil amplop yang di berikan dokter kepadanya. Alana memperhatikan wajah Jordan yang bebeda dari biasanya, pria itu tidak terlihat marah seperti kejadian kemarin.


Alana kembali duduk di tempatnya, lalu menatap Jordan dan Nik secara bergantian. Alana menarik nafas dalam-dalam, dia sangat gugup, namun mencoba meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja sesuai keinginannya.


***


Kira-kira Alana mau bicara apa yah? Dan itu amplop isinya apa ?


Author harap kalian bisa berdamai dengan rasa penasaran kalian.

__ADS_1


Aku usahakan bisa up lagi sore, untuk menjawab rasa penasaran kalian.


Jangan lupa dukung Author terus ya, love U.


__ADS_2