
Melihat Jordan yang tidak bicara, membuat Emily tahu, bahwa pria di depannya orang yang kaku.
“Kamu jarang bertemu dengan orang-orang? Aku liat beberapa kali kamu ingin angkat bicara.”
Setelah mendengar ucapannya, Jordan hanya diam, tidak menjawab pertanyaannya.
Emily merasa aneh, sepertinya ada sesuatu yang membuat Jordan tidak berani angkat suara.
“Aku enggak tahu yah, apa yang terjadi. Tapi kamu enggak boleh seperti ini. Kamu harus berani berbicara,” ucap Emily sambil menggenggam tangan Jordan.
Jordan menatap tangannya yang di genggam Emily, lalu tatapannya beralih pada mata Emily.
“Berkomunikasi itu penting, Jordan.”
Jordan menarik tangannya dari genggaman Emily, dia mulai merasa risih.
Emily memeluk tubuh Jordan, “Kamu mau ikut denganku?”
“Aku sedang parah hati, kita pergi ke tempat lain untuk bersenang-senang.”
Jordan hanya menganggukkan kepalanya, Emily menarik tangannya. Lagi-lagi Jordan tidak bisa membuka suaranya, dia hanya berjalan mengikuti wanita yang menuntunnya.
Emily membawa Jordan ke bagian terdalam club’. Di sana di sediakan penginapan khusus untuk pengunjung club’.
Emily menghentikan langkahnya ini kakinya di depan pintu, dengan nomor kamar 21.
__ADS_1
Jordan mengikuti langkah Emily yang masuk ke dalam, wangi pengharum ruangan menggelitik indera penciumannya.
Perhatian Jordan fokus pada tempat tidur, tempat tidur itu banyak kelopak bunga mawar merah yang bertaburan.
Jordan mencoba mendekati tempat tidur, di sana ada kue berukuran sedang dengan lilin berbentuk angka 30 yang menancap di atasnya.
Emily memotong kue itu, tanpa menyalak lilinnya atau bernyanyi lagu ulang tahun.
Emily menundukkan kepalanya, “Ini bukan ulang tahunku, harusnya Bryan ada di sini bersamaku merayakan ulang tahunnya.”
Jordan tahu wanita di hadapannya sedang menahan tangisnya.
“Tapi Bryan malah memilih merayakan ulang tahunnya di rumah perempuan yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.”
“Harusnya dia menolak perjodohan itu, dan menikah denganku.” Emily mengusap air matanya dengan kasar.
Dia berjalan mendekati lemari pendingin, mengeluarkan botol yang Jordan tidak pernah melihatnya.
“Kau mau bersenang-senang denganku?”
Jordan diam, dia tidak menjawab.
Emliy membuka minuman itu dan menuangkannya pada gelas kecil.
Jordan mengerti maksud bersenang-senang yang Emily katakan adalah mabuuk.
__ADS_1
Awalnya Jordan ingin menolak tepi melihat wajah sedih Emily dia tidak tega.
Jordan dan Emily mengabiskan satu botol minuman dengan kadar alk*hol tinggi.
Mereka sudah kehilangan akal sehatnya, akibat pengaruh minuman itu.
Emily sudah terbiasa melakukan ini bersama Bryan. Dengan penuh gairah Emily membuka bajunya.
Tangan nakalnya membuka celana Jordan. Jordan hanya menatap mata Emily, dia tidak bisa menolak karena kepalanya terasa pusing.
Dan untuk pertama kalinya Jordan merasakan nikmat kelembutan seorang wanita.
Emily berada di atas Jordan memacu kekuatannya untuk memberi kepuasan pada pria yang ada di bawah tubuhnya.
Emily yang sudah terbiasa memuaskan nafsu Bryan, kini dia mempraktekkan nya pada pria yang baru dia kenal.
Emily tidak peduli dia hanya ingin kepuasan. Rasa sakit yang Bryan torehkan terlalu dalam, untuk saat ini Emily hanya ingin bersenang-senang.
***
Sementara di apartemen milik Jordan Niko mengkhawatirkan tuannya yang belum kembali.
Padahal Jordan bilang bahwa dia tidak akan lama.
Niko mencoba menghubungi ponsel Jordan, tetapi panggilan Niko tidak ada satupun yang di jawab oleh tuan muda.
__ADS_1