Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Tidak Akan Pernah Merasa Bahagia


__ADS_3

Alana memberanikan diri untuk membuka matanya, dia melihat Stella yang sedang menatapnya. Lewat tatapan matanya Alana melihat Arvan berdiri tidak jauh dari Stella, namun untuk mengucapkan terima kasih pun Alana belum sanggup.


“Minumlah,” ucap Stella sambil membantu Alana untuk meminum air yang di ambilnya.


Alana hanya minum dua tegukan, lalu menghapus air matanya. Dia malu terlihat seperti wanita lemah, sangat malu pada Stella dan Arvan yang sudah baik padanya.


Arvan berjalan meninggalkan ruangan Alana, dia masuk ke ruangan kerja khusus milik adiknya. Dia duduk memperhatikan laptop adiknya yang masih menyala. Arvan mencari bagian kamera CCTV di ruangan VVIP.


Setelah menemukannya Arvan memutar ulang kejadian beberapa menit yang lalu. Arvan memang tidak mengerti ucapan mereka, namun melihat pria yang menarik selang infus Alana membuat Arvan terkejut. Tidak cukup sampai di situ pria itu menarik tangan Alana dengan kasar hingga wanita itu jatuh ke lantai.


“Non lascero’ che quel tipo si prenda Alana facilmente.”


(Saya tidak akan membiarkan pria itu membawa Alana dengan mudah.)


Arvan memperhatikan pria kasar itu, wajahnya seperti tidak asing. Dia ingat siapa pria itu ‘Jordan Mikhael Anderson’ pria yang di nobatkan sebagai pengusaha muda sukses dan kaya raya berada pada posisi ke enam di dunia.


***


Di dalam ruangan Stella menunggu Alana membuka suara, tetapi sepertinya Alana malah hanyut dalam lamunannya. “Sebenarnya pria itu siapa Alana?”


Alana mengalihkan perhatiannya pada Stella, “Jordan,” jawab Alana.

__ADS_1


Stella menggelengkan kepalanya, sepertinya Alana menutupi sesuatu, jelas-jelas dia bisa melihat wajah Alana yang tampak sedih namun bercampur dengan emosi.


“Jordan itu siapa, ah maksudku hubungan kalian apa?”


Alana menghela nafasnya, dirinya merasa benar-benar tidak berharga. Dia malu mengungkapkan statusnya pada Stella, tapi Alana butuh tempat untuk berbagi dan berlindung. “Aku-“


Alana memotong ucapannya dadanya terasa sesak mengingat kejadian kelam yang dia alami saat Jordan merenggut kesuciannya.


Stella rasa sepertinya Alana mengalami hal yang sangat buruk, bahkan Alana tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.


“Apa kalian sepasang kekasih?” tanya Stella, dia sudah tidak sabar menunggu Alana yang masih tidak membuka suaranya.


Alana menghela nafasnya, menghapus air matanya. “Dia pria yang merenggut masa depanku. Menarik aku ke dalam dunianya, aku di paksa menjadi istrinya.”


Alana menceritakan semua dari awal, hingga perhatian-perhatian kecil yang di berikan Jordan membuatnya jatuh cinta. Alana juga menceritakan sikap Jordan yang selalu menghina dirinya seperti barusan.


Stella benar-benar marah pada Jordan, dia memeluk Alana yang menangis sesenggukan setelah menceritakan semuanya.


Setelah tangis Alana reda, Stella melepaskan pelukannya dia menatap Alana. “Kamu masih muda Alana, kamu berhak bahagia. Sebesar apa pun cintamu kepada dia tidak akan pernah membuatmu merasa bahagia bersama dengannya.”


“Tapi-“

__ADS_1


Stella dengan cepat memotong ucapan Alana, dia merasa harus menyadarkan Alana. “Dia salah dalam mencintai kamu, bukan begitu cara mencintai seorang wanita … kamu jelas-jelas sudah melihat dan merasakannya. Dia itu egois Alana, ini bisa di katakan Toxic Relationship. Kalau kamu masih bersamanya kamu tahu apa yang akan terjadi padamu?”


Alana menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu sama sekali tentang Toxic Relationship yang di maksud Stella.


“Kamu tidak akan pernah bahagia jika terus bersamanya. Dia itu egois Alana, kasar. Bahkan dia tidak menunjukkan rasa cintanya sama kamu saat dia marah seperti tadi. Bahkan bisa saja dia berbuat lebih kasar pada kamu, karena kamu mencintai dia dan tunduk kepadanya. Kamu harus pergi!” ucap Stela mencoba menyadarkan Alana.


Alana diam membisu, pikirannya benar-benar kalut. Alana bingung dengan perasaannya sendiri. Dia juga tidak tahu harus berbuat apa untuk sekarang. Dia tidak punya siapa pun untuk tempatnya berlindung.


“Kamu jangan jadi wanita lemah yang bodoh Alana. Bukan seperti itu cara suami menunjukkan rasa cinta kepada istrinya.”


Alana diam, dia memijat pangkal hidungnya. Apa yang di katakana Stella benar, perlakuan Jordan memang kasar bahkan pria itu sudah tiga kali mengatainya dengan sebutan jal*ang.


“Kamu harus pergi dari dia, aku akan bantu kamu. Kamu boleh pikirkan dulu, besok aku akan menjengukmu kembali.”


Stella berjalan keluar, dia memberikan waktu untuk Alana memikirkan ucapannya.


***


Untuk kalian yang ingin tahu kisah lengkap cerita Stella bisa membaca karya ‘Terpaksa Mengkhianati' buah karya dari author ‘Andrieta Rendra'.


Selain itu kalian juga bisa menemukan beberapa bab mengenai Arvan sebagai Kakak Stella di sana.

__ADS_1


Cerita ini sudah melewati kesepakatan kami bersama sebagai author untuk melakukan kolaborasi cerita.


Terima kasih, jangan lupa vote, like dan komentarnya.


__ADS_2