Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Papi Jordan


__ADS_3

Alana juga tidak ingin kembali pada Jordan, dia takut Jordan malah bersikap kasar padanya dan Arsya.


Alana benar-benar bingung, dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Karena ketakutan itu selalu muncul di kepalanya, perlakuan kasar Jordan selalu berputar di kepalanya.


Alana memilih bangkit hendak pergi namun tangannya malah di cekal oleh Jordan.


“Lepas,” pekik Alana.


Jordan melepaskan cengkeraman tangannya, dan menatap bola coklat milik Alana.


Alana memanggil Arsya, dia tidak ingin berlama-lama berada di situasi canggung ini. Alana merasa harus pergi.


Arsya yang merasa di panggil menghentikan aktivitasnya dan berjalan menghampiri Alana.


Alana memegang tangan Arsya agar mengikutinya berjalan.


Perhatian Arsya terkalihkan saat melihat pria yang berada tidak jauh dari ibunya.


Jordan menatap mata Arsya dengan penuh ke lembutan, sampai membuat Arsya merasa tersentuh hatinya melihat tatapan penuh kasih sayang dari seorang pria yang tidak dia kenal.


Arsya menarik tangannya dari genggaman ibunya. Dia berjalan mendekati Jordan, berdiri tepat di depan Jordan dan memandang wajah pria yang tampak mirip dengannya.


Jordan berjongkok, menyejajarkan tubuhnya dengan Arsya. Membawa Arsya ke dalam pelukannya, “Ini Papi, sayang.”


Jordan mendekap erat tubuh Arsya, untuk pertama kalinya setelah empat tahun dia menahan rasa rindu itu, sekarang Jordan bisa memeluk anaknya dia tidak ingin semua ini berlalu dengan cepat.

__ADS_1


Kalau bisa Jordan ingin menghentikan waktu, agar bisa lebih lama memeluk Arsya.


Hati Alana tersentuh melihat Jordan memeluk erat tubuh Arsya, dengan jelas Alana bisa melihat bahwa Jordan bahagia dengan kehadiran Arsya.


Tapi Alana benar-benar takut, Jordan akan membawa Arsya. Alana hanya bisa mematung di tempatnya tanpa bisa berbuat apa-apa.


“Papi,” panggil Arsya dengan suara khas anak kecil.


“Iya sayang, ini Papi,” jawab Jordan sambil memandang wajah Arysa.


Alana hanya bisa memperhatikan interaksi dua laki-laki yang selalu ada di hatinya.


Arsya membenamkan wajahnya di cekuk leher Jordan sambil tersenyum.


Selama ini Arsya tahu bahwa Arvan bukan ayahnya, meskipun Arvan meminta Arsya memanggilnya dengan sebutan Dady.


“Papi juga rindu sama Arsya,” ucap Jordan. Dia melepaskan pelukannya untuk melihat wajah anaknya.


Arsya cemberut, dia kesal pada Jordan. “Tapi kenapa Papi baru menemui kami, padahal Mami suka menangis kalau liat foto Papi.”


Ungkapan Arsya membuat Alana terkejut, selama ini Alana tidak pernah menangis di hadapan Arsya sambil melihat foto Jordan.


Jordan terkejut mendengar ucapan Arsya. Ada rasa bahagia setelah tahu Alana masih memikirkannya.


Alana memalingkan wajahnya saat Jordan menatapnya, ucapan Arysa benar-benar membuatnya malu.

__ADS_1


“Sebagai gantinya, seharian ini Papi akan temani kamu bermain.”


“Horeee, Arsya bisa main sama Papi,” ujar Arsya dengan wajah gembiranya.


Sebenarnya Alana tidak ingin berdekatan dengan Jordan, tapi melihat wajah gembira Arsya menyentuhnya.


Alana tidak ingin wajah bahagia Arsya berubah jika menolak keinginannya.


Jordan dan Arsya melepaskan pelukannya. Jordan berdiri menatap Alana meminta persetujuannya.


Alana hanya diam membisu dia masih ragu.


Jordan tahu Alana keberatan, tapi tidak memberi penolakan. Jika seperti itu berarti Alana mengizinkannya.


Alana tidak bisa menolak, dia hanya mengikuti keinginan Arsya. Setidaknya Alana mencoba memberikan kasih sayang seorang Ayah, untuk kebahagiaan Arsya.


"Papi gendong," ucap Arsya dengan nada merengek, meminta di gendong oleh Jordan.


***


Semoga kalian bisa menikmati karyaku, happy weekend.


Mau tahu dong bagaimana perasaan kalian melihat Jordan akhirnya bertemu dengan Arsya?


tulis di kolom komentar yah, terima kasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2