Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Menjijikkan!


__ADS_3

Averyl sudah siap dengan pakaian santainya. Hari ini ia tidak masuk ke kantor untuk menggugurkan kandungannya. Jelas beribu pertanyaan di ajukan Syila, tapi Averyl berhasil meyakinkan sahabatnya bahwa dia ada urusan penting.


Averyl turun ke basemen. Ia membawa mobilnya menuju klinik kemarin. Jantungnya sedikit berdebar, bahkan tangannya yang memegang kemudi mulai mengeluarkan keringat.


Rasa ragu juga menyelimuti hati kecil Averyl. Tapi dia tidak ingin ambil risiko. Pilihan ini yang paling benar menurut Averyl.


Averyl menarik nafas, dan mengembuskannya perlahan. Ia mencoba menenangkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja sesuai rencananya.


Setelah sampai Averyl memarkirkan mobilnya. Ia masuk ke dalam, pagi itu klinik cukup ramai. Setelah mendaftar Averyl tinggal menunggu gilirannya.


“Averyl Samantha.”


Mendengar namanya di panggil, Averyl berdiri dan menghampiri wanita yang yang memanggilnya.


Averyl di bawa ke ruang dokter kemarin. “Selamat pagi dokter,” sapa Averyl.


“Pagi Nona ... apa Nona sudah yakin untuk melakukan aborsi?”


Averyl mengangguk, dengan penuh keyakinan.


“Mari, ruangannya ada di lantai dua.”


Averyl mengikuti dokter yang keluar dari ruangannya. Kakinya menapaki setiap anak tangga.


Mereka membawa Averyl ke ruangan yang biasa mereka pakai untuk  melakukan aborsi. Ruangannya mirip seperti ruangan bersalin.


Averyl mengikuti perintah dokter yang menyuruhnya berbaring. Asisten dokter membawa nampan dengan satu gelas air putih dan satu butir pil.


“Minum dulu,” perintah dokter pada Averyl.


“Kalau obatnya sudah beraksi panggil saya,” dokter memberikan arahan kepada asistennya.


Di ruangan itu Averyl hanya berdua dengan asisten dokter. Karena di bawah ada beberapa pasien yang harus di tangani oleh dokter. Beberapa menit Avery memandangi isi ruangan tersebut, namun kepalanya terasa pusing. Bahkan ia tidak bisa melihat dengan jelas, dalam sekejap semuanya mulai gelap.


***


Averyl terbangun. Ia mengerjapkan kelopak matanya.


Averyl terkejut mendapati dirinya berada di ruangan asing, bahkan ruangan ini tercium aroma maskulin.


Astaga, aku di mana?


Averyl merasa pernah mencium aroma maskulin ini. Dia ingat sekarang, ini aroma khas pria di klub itu. Sontak Averyl memeriksa keadaan tubuhnya.


Helaan nafas lega keluar dari mulut Averyl saat melihat tubuhnya masih berpakaian lengkap. Dia tidak tahu apa maksud pria itu membawa Averyl, tapi bisikan dari kepalanya sekarang ia harus pergi dari tempat ini.


Averyl turun  dari tempat  tidur, ia berjalan menuju pintu. Belum sampai ke pintu, tubuh  Averyl  membeku saat melihat  seorang pria yang tampak gagah menggenakan kemeja putih polos yang melekat pas di tubuhnya dan menunjukkan otot bisepnya.

__ADS_1


Hati Averyl berdebar tidak karuan melihat pria itu mendekat. Refleks kakinya bergerak mundur, seirama dengan langkah pria tersebut.


Saat punggungnya membentur tembok, Averyl tidak boleh tinggal diam.


“Stop!”


Eduard tidak mengindahkan peringatan tersebut, ia menghimpit tubuh Averyl tanpa memedulikan teriakan Averyl yang menyuruh Eduard berhenti.


Senyum miring Eduard berikan saat melihat Averyl yang ketakutan, tapi berusaha menampilkan wajah berani.


Tangan Eduard menarik pinggang Averyl dan merapatkan pada tubuhnya, sementara tangan yang lain merapikan helaian rambut Averyl.


“Bernafaslah sayang,” ucap Eduard di telinga Averyl.


Averyl kesulitan  bernafas dengan keadaan  seintim ini, sebelumnya  ia tidak pernah sedekat ini dengan pria manapun.


Averyl harus mendongakkan wajahnya untuk bersitatap dengan Eduard, karena tubuhnya hanya setinggi bahu Eduard.  Ia mencoba menarik diri saat merasakan bagian bawah pria tersebut membengkak.


“Lepas! menjauh lah dariku pria menjijikan,” umpat Averyl dengan nada kesal.


“Tubhhku tidak menjijikan, kita lihat saja bagaimana dirimu menerima permainanku.” Eduard membawa tubuh Averyl dengan, gaya bridal lalu menghempaskan tubuh mungil Averyl ke atas tempat tidur.


Jangan pernah menghina Eduard, ia pria paling pintar membuat wanita merasakan sensasi luar biasa  dari permainannya.


Averyl yang awalnya menolak, bahkan ia tidak berhenti mengumpat sampai Eduard berhasil  menyatukan tubuh mereka. Kini yang keluar dari mulut Averyl ialah erangan serta *******.  Permainan Eduard sungguh  memabukkan membuat Averyl lupa daratan.


“Tubuhku tidak menjijikkan! bagaimana kau menyukainya?”


Averyl  tidak ingin menjawab, tetapi mendapat serangan mendadak yang di berikan Eduard membuatnya mendesah.


“Sepertinya kau bisu,  tapi dari, reaksi tubuhmu sudah cukup menjadi jawabnya,” tandas Eduard.


Mereka melanjutkan kegiatan panasnya,  hingga mendapatkan pelepasannya.


Tubuh Averyl lemas, saat Eduard menariknya ke dalam pelukan pria itu dia hanya bisa pasrah. Bahkan pikirannya terus berkecamuk,  Averyl tahu semua ini salah. Bahkan dia telah melanggar prinsipnya sendiri.


“Jangan pernah coba-coba menggugurkan bayiku,” ucap Eduard dengan penuh penekanan. Ia ingin tahu reaksi Averyl.


Averyl berusaha melepaskan pelukan Eduard. “Ini urusanku, kau tidak berhak ikut campur.”


Aku tidak akan melepaskanmu, batin Eduard.


Eduard kembali mindih tubuh Averyl, “Itu benihku, jadi aku berhak atas dirimu dan janin yang ada di rahimu.”


Averyl menggeleng, ia tidak setuju dengan ucapan Eduard. “Ini hidupku,  kau tidak berhak mengaturnya!”


Averyl melihat pergerakan Eduard  yang mendekat, ke arah wajahnya. Dengan kekuatan penuh,  Averyl berani membenturkan keningnya  pada kening Eduard. Hingga pria itu mengaduh kesakitan, kesempatan tidak  datang dua kali. Averyl mendorong tubuh Eduard menjauh, dan ia turun dari tempat tidur memunguti bajunya dan berjalan ke kamar mandi lalu menguncinya.

__ADS_1


Akhirnya Averyl bisa bernafas lega, ia membersihkan tubuhnya. Setelah  berpakaian lengkap ia ragu untuk keluar, Averyl takut jika Eduard menunggu kehadirannya.


Eduard mengetuk pintu kamar mandi, hampir satu jam Avery belum juga keluar.


Ketukan pelan berubah menjadi kasar di iringi suara perintah  Eduard.


“Keluar!”


“Keluar sekarang atau aku akan mendobrak pintunya.”


Averyl menghela nafas, ia meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja. Saat pintu terbuka Averyl menatap Eduard yang berdiri di depan pintu kamar mandi.


Melihat ada celah untuk keluar Averyl menggunakannya, tapi sayangnya Eduard menarik tangannya.


“Lepas!” bentak Averyl tanpa rasa takut.


Eduard tersenyum miring, ia mengimpit tubuh Averyl ke dinding. “Mau lari dariku?”


Averyl menghela nafas. “Aku mau lari atau tidak itu bukan urusanmu jadi lepaskan!”


“Aku tidak akan memberikan kesempatan untukmu lari dariku,” dengan santai Eduard berbicara tepat di depan wajah Averyl.


Tidak ada kesempatan untuk melarikan diri kecuali Averyl menendang bagian milik pria itu yang hari ini kurang ajar telah menyetubuhinya kembali.


“Aarrgghh!” Eduard memekik kesakitan saat benda miliknya di tendang menggunakan lutut Averyl.


Averyl tersenyum puas dan mendorong tubuh Eduard hingga tersungkur ke lantai sambil memegangi benda miliknya.


“Kejar aku bodoh,” ejek Averyl dengan nada menyindir sambil berjalan pelan menuju pintu.


“Kau tidak akan pernah bisa lari dariku!” ancam Eduard.


Averyl tersenyum meremehkan. “Aaah aku sungguh takut dengan ancamanmu,” ujar Averyl dengan nada ketakutan yang penuh dengan ejekan.


Averyl membuka handel pintu, ia menoleh sebentar pada Eduard. “Maaf Tuan, tapi ancamanmu tidak membuatku merasa takut sedikit pun.”


“Aaaaargh!”


Averyl mendengar jelas teriakan Eduard dari dalam saat pintu ia tutup dengan sempurna. Ia melihat ke sekeliling, sepertinya ini sebuah unit apartemen. Averyl mencari pintu utama dan keluar dengan perasaan lega. Ia merapikan penampilannya lalu berjalan menuju lift dengan langkah tenang, tanpa rasa takut Eduard akan mengejarnya.


Di dalam apartemen Eduard menghubungi asisten pribadinya. “Kau harus membuatnya bertekuk lutut di hadapanku, bagaimana pun caranya!”


***


Cara apa yang akan di lakukan Eduard untuk mendapatkan Averyl?  ada yang tahu? ... kalian bisa jawab di kolom komentar ☺️


Semoga suka ya,  jangan lupa tinggalkan jejaknya. Supaya aku lebih semangat  untuk update bab terbarunya.

__ADS_1


Sampai jumpa di bab selanjutnya  😘


__ADS_2