Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Surat Cerai


__ADS_3

Selama dua hari ini Alana belajar banyak tentang teknik bela diri dari Arvan.


Bukan hanya teknik bela diri, Arvan juga mengajarkan cara menembak menggunakan senjata api.


Menyenangkan mendapat banyak pengalaman selama dua hari ini bersama Arvan.


Hatinya memang sakit saat mengingat Jordan yang menyebabkan kecelakaan orang tuanya hingga pergi meninggalkan dirinya sendiri.


Tetapi Alana tidak bisa menutupi rasa khawatir pada suaminya. Alana menghela nafasnya, dari kamarnya Alana bisa memperhatikan jalanan di bawah yang tampak ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang.


Hatinya terasa hampa, seperti ada sesuatu yang hilang darinya. Tetapi Alana mencoba menepis bisikan bahwa dirinya harus bertemu dengan Jordan.


Helaan nafas terus keluar dari mulutnya. Rasanya lelah hidup di tengah rasa hampa ini, berdiri sendiri tanpa ada yang mencintainya.


Tidak ada yang merasa membutuhkannya. Alana sampai berpikir untuk apa dia hidup jika hanya di jadikan parasit yang tidak berguna.


Ingin mendapatkan kebahagiaan pun sulit, apalagi rasa ingin di cintai. Memangnya siapa yang mau mencintai ku?


Sampai detik ini pun Jordan belum mengatakan cinta padanya. Berarti selama satu bulan itu tidak ada artinya bagi seorang Jordan Mikhael Anderson.


Alana tersenyum sini, dunia benar-benar mempermainkannya. Setelah dari sini Alana tidak bisa terus menerus menyusahkan Arvan, dia berniat mencari pekerjaan seperti dulu untuk menghidupi dirinya.


Jadi pegawai rendahan sepertinya lebih menggiurkan, merasa tenang dan bebas.


Harta yang di berikan Jordan tidak bisa membuatnya merasa  bebas. Alana malah merasa terkurung di balik jeruji besi yang dingin.


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Alana berjalan mendekati pintu, dia mencoba menampilkan senyuman saat melihat Arvan yang berada di balik pintu.


“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.”

__ADS_1


Alana terkejut mendengar penuturan Arvan. “Siapa yang mau bertemu denganku?” tanya Alana.


“Sekretaris suamimu,” jawab Arvan dengan nada tenangnya.


Alana diam di tempatnya saat melihat Arvan yang berjalan ke ruang tamu.


Helaan nafas keluar dari mulutnya sebelum Alana berjalan ke ruang tamu.


Benar kata Arvan di sana ada Nik yang sedang duduk sendirian, tetapi tidak ada Arvan di sana. “Arvan ke mana?” tanya Alana pada Nik.


“Lord Arvan baru saja keluar,” jawab Nik.


Seperti biasa Nik selalu menampilkan wajah datarnya, tapi kali ini Alana melihat sesuatu yang berbeda dari sorot mata Nik.


Alana duduk di salah satu kursi dan menatap Nik. “Ada apa?”


“Saya mohon nona ikut saya,” pinta Nik dengan nada yang dia buat setenang mungkin. Dia tidak boleh menakuti Alana dengan memberikan gertakan, yang ada Alana kabur jika dia gertak. Atau bahkan nyawanya akan melayang di tangan Lord Arvan.


“Saya mohon nona untuk kali ini saja temui tuan muda, saya pastikan tuan tidak akan berbuat macam-macam pada nona. Saya berjanji,” ucap Nik dengan nada memohon. Bagaimana pun juga kesehatan tuannya nomor satu, dia harus bisa membawa Alana agar tuan mau makan dan meminum obatnya.


Alana diam, dia mencoba memikirkan keputusan apa yang harus dia ambil. Dia tidak ingin terperangkap dengan Jordan lagi, semua yang di lakukan pria itu sungguh sangat Keterlaluan.


“Aku tidak bisa Nik.” Alana memutuskan untuk menolak, dia tidak ingin mengambil risiko.


“Saya mohon nona, saya tidak bisa diam saja. Sudah dua hari di rawat Tuan tidak mau makan dan meminum obatnya. Saya ingin nona membujuknya untuk kali ini saja.”


Hatinya terasa tercubit mendengar penuturan Niko. Tapi Alana tidak boleh goyah, bisa saja Jordan melakukan ini agar dia luluh kembali.


“Apa imbalanku jika Jordan mau makan kembali?” Alana mencoba bernegosiasi.

__ADS_1


“Apa pun yang nona mau akan saya turuti.” Ada secercah harapan di dada Nik.


“Termasuk surat cerai aku dan Jordan?”


Alana memperhatikan Nik yang tampak diam, memikirkan keinginannya.


“Iya, akan saya kabulkan.” Tegas Nik. Setidaknya dia bisa membawa Alana ke hadapan tuannya, dia berharap Jordan tidak akan mengulang kesalahan yang sama.


***


*selamat siang semuanya 😊


banyak sekali yang yang menginginkan Arvan dan Alana bersatu. Tapi author tidak ingin egois.


Di sini author ingin simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. kalian senang membaca kaya author dan author senang kalian baca sampai ending.


jadi silahkan tentukan pilihan kalian di kolom komentar yah. author punya dua pilihan.


pertama


Jordan dan Alana akan bersatu kembali. dengan catatan Jordan insaf dan Alana tidak akan tertindas lagi.


jika kalian pilih opsi pertama mungkin author akan buat buku baru khusus cerita Arvan.


kedua


arvan dengan Alana. Jordan sebagai antagonis akan menguji cinta mereka. yang pasti Jordan bakal semakin berambisi mendapatkan Alana kembali.


jadi tentukan pilihan kalian yah pertama atau kedua ?

__ADS_1


karena pilihan kalian akan menentukan hasil akhir dari kaya ini.


terima kasih sudah memberikan komentar, supaya athor bisa membahagiakan hati kalian sebagai pembaca setia yang sudah mengikuti karya ini*.


__ADS_2