
Lucas yang melihat tuan Arvan memintanya untuk bertanya bagaimana keadaan gadis itu, langsung di tanggapi Lucas dengan anggukan kecil.
“Dokter, bagaimana keadaan perempuan ini?” tanya Lucas pada dokter cantik yang sudah memeriksa keadaan Alana.
“Perempuan ini baik-baik saja tuan, hanya kelelahan dan magnya kambuh. Sepertinya dia sering mengabaikan jam makannya.”
“Tidak ada penyakit yang lebih serius?”
Dokter tersenyum, “Tidak ada tuan, gadis ini baik-baik saja.”
“Terima kasih,” ucap Lucas.
“Sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu,” dokter tersebut menunduk hormat pada Lucas. Lalu tubuhnya mengarah pada Arvan dan menunduk hormat, “Permisi Lord.”
Arvan hanya menatap mata dokter itu memberi ijin. Lalu perhatiannya kini mengarah pada Alana yang tampak tenang.
“Lucas.”
“Iya, Lord.”
“You take care of the work yourself. Make sure everything is going well.”
(Kamu urus pekerjaan itu sendiri. Pastikan semuanya berjalan dengan baik.)
“Alright Lord, then I will parm you.)
(Baik Lord, kalau begitu saya parmisi.)
Lucas menunduk hormat pada Arvan dan berjalan meninggalkan tuan beserta wanita itu di ruangan perawatan.
Kaki Arvan mulai melangkah mendekati tempat tidur wanita yang belum dia ketahui namanya. Dia meneliti setiap inci dari wajah sang wanita, senyum tipis Arvan terukir di bibirnya.
__ADS_1
Ada beberapa bagian dari wajah wanita ini yang hampir mirip dengan mantan kekasihnya.
“Who are you, actually?” (Sebenarnya kamu siapa?)
Arvan kembali memasang wajah datarnya, saat kelopak mata Alana terbuka.
Alana mengerjapkan matanya, untuk membiaskan cahaya yang masuk ke retinanya.
Alana terkejut melihat pria yang berdiri tidak jauh darinya. Spontan Alana bertanya “Kamu siapa?”
Arvan diam, mencerna ucapan yang keluar dari mulut Alana. Sebab dia tidak terlalu fasih dalam bahasa Indonesia.
“Arvan.”
Alana mengernyitkan dahinya, sebelumnya dia tidak pernah bertemu dengan pria asing.
Alana mengedarkan pandangannya. Dia seperti berada di rumah sakit. Tapi ini ruang perawatannya tampak mewah, berbeda dari biasanya.
Alana kembali menatap mata Arvan. “Kenapa aku ada di sini?”
Bola mata Alana keluar sempurna, bagaimana tidak dia terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria yang berdiri di hadapannya.
Alana sedikit mengerti bahasa Inggris, hanya saja dia tidak bisa mengucapkannya.
“No.”
Arvan diam seketika, ucapan wanita di hadapannya terlalu membingungkan.
Dia menjawab ‘No' yang artinya tidak dalam bahasa Inggris. Tapi kenapa dia bisa menjawab pertanyaan menggunakan bahasa Inggris?
Alana kelimpungan, malu bukan main melihat Arvan yang diam.
__ADS_1
Pasalnya Alana baru sadar bahwa dia menjawab tidak dalam bahasa Inggris.
Alana menggaruk rambutnya, wajahnya kebingungan. “Aduh maksudku-“ Alana memotong ucapannya sendiri.
“Aduh bagaimana ini, aku tidak bisa berbicara bahas Inggris, bagaimana cara berbicara dengannya?” gumam Alana.
Gumaman Alana terdengar jelas di telinga Arvan, yang memang sensitif terhadap suara kecil di sekitarnya.
“Why ... i’am in ... here?” ucapan Alana terhenti-henti karena dia harus memikirkan kembali pelajaran semasa sekolahnya dulu.
Itu pun Alana asal berbicara sesuai yang ada di kepalanya.
“Earlier I saw your body lying, unconscious on the shoulder of the road.” (Tadi saya melihat tubuh kamu tergeletak, tidak sadarkan diri di bahu jalan)
Ucapan yang keluar dari mulut pria asing ini semakin membuat Alana kebingungan.
Dia tidak terlalu mengerti rentetan kata yang keluar dari mulut pria asing itu.
Beruntung Alana ingat sesuatu, pria asing ini pasti memiliki telepon genggam.
“Your have phone? I ... i’am-“ ucapan Alana terhenti dia tidak tahu bahasa Inggris meminjam.
Alana mencoba dengan bahasa isyarat. Dia bangkit dari tidurnya, lalu memosisikan dirinya duduk di atas tempat tidur.
Dia mengulurkan telapak tangannya. “I pinjam phone you.”
Awalnya Arvan tidak mengerti, namun instingnya berbicara bahwa wanita di depannya meminjam ponsel Arvan.
Alana bersyukur karena Arvan sepertinya mengerti dengan ucapan dan gerakannya.
Alana menerima ponsel Arvan yang menyala. Dia memperhatikan tampilan menu di ponsel Arvan yang berbeda dari biasanya.
__ADS_1
“Ini bagaimana cara pakainya. Ko isinya kotak semua terus gak ada bentuk aplikasi google?” Ucap Alana di dalam hatinya.
Dia mencoba menekan salah satu kotak. Namun Alana terlonjak kaget, hingga ponsel itu jatuh di atas pahanya.