
“Aku tahu. Maka dari itu beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, aku mohon.” Jordan menunggu dengan sabar jawaban Alana.
“Aku tidak bisa melupakannya kejadian itu.”
Jordan melepaskan pelukannya, dia berjalan dan berdiri tepat di hadapan Alana.
Di tatapnya bola coklat yang terlihat air mata yang menggenang di kelopaknya.
Tangan kanan Jordan membelai pipi Alana dengan lembut, “Aku tidak memintamu melupakan semua sakit yang aku berikan padamu, Sayang aku hanya ingin kamu memberiku kesempatan untuk memulai semuanya dari awal.”
Alana berdecap kesal mendengar Jordan memanggilnya dengan sebutan sayang, “Tidak usah memanggilku dengan embel-embel sayang kalau kamu masih memanggil wanita lain dengan sebutan sayang!”
Mendengar kalimat datar yang di keluarkan Alana, membuat senyum di bibir Jordan mengembang sempurna. “Apakah kamu cemburu?”
Alana menepis tangan Jordan yang masih membelai pipinya, “Jangan bilang kalau selama ini kamu bermain api di belakangku! Bahkan kemarin kau terang-terangan memanggil wanita lain dengan sebutan sayang di depanku!” ketus Alana. Sepertinya Alana tidak bisa bicara baik-baik jika berhadapan dengan pria menyebalkan seperti Jordan.
__ADS_1
Jordan memeluk Alana erat, meskipun gadis kecilnya tidak membalas pelukannya. “Kamu sangat menggemaskan jika sedang cemburu ... Aku tidak bermain api dengan siapa pun, karena aku mencintaimu, Alana.”
Alana mendorong tubuh Jordan, “Kau pikir aku akan percaya, buaya darat sepertimu tidak patut untuk di percaya.”
Jordan tersenyum melihat wajah kesal Alana, “Aku sudah tidak bernafsu dengan wanita di luaran sana,” jawab Jordan dengan santai sambil menatap bola indah milik Alana.
“bohong!” tukas Alana. Dengan berani Alana meraba pusaka Jordan dari luar, “Tukan punyamu menegang!” ucap Alana penuh emosi.
Karena Alana yakin Jordan masih bermain dengan wanita di luar sana, apalagi sebelum dirinya menjadi penghangat ranjang Jordan banyak berita beredar kalau CEO MA grup sering memesan wanita cantik sebagai alat pemuas nafsunya.
“Milikku sudah berpuasa selama empat tahun, pantas dia memegang karena merindukanmu ... Kalau tidak percaya kita bisa mempraktikkannya, aku yakin milikku sudah tidak sekuat dulu jika bercinta.”
Kepala Alana semakin mendidih mendengar penuturan Jordan, apalagi pria itu ingin mempraktikkannya.
“Aku akan percaya jika kamu mau mempraktikkan dengan wanita lain.” Alana sengaja menantang Jordan, dia ingin tahu seberapa benar ucapan yang keluar dari mulut Jordan.
__ADS_1
Jordan menggelengkan kepalanya, “Tidak Alana.” Tolak Jordan, dia bisa saja melakukan keinginan Alana. Tapi Jordan yakin, gadis kecilnya akan semakin sakit hati dan membencinya jika Jordan melakukan hubungan badan dengan wanita lain.
“Kenapa, kau takut ke busukkanmu terbongkar?”
Jordan menampilkan senyum tipisnya, “Aku tidak akan memaksamu percaya pada ucapan yang keluar dari mulutku, biarkan waktu yang akan menjawab semuanya.”
Jordan melangkah menjauhi Alana, dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah mendengar suara pintu kamar mandi yang tertutup, Alana duduk di sofa dengan perasaan yang tidak karuan.
Alana butuh kepastian dari ucapan Jordan. Alana memiliki ide untuk menguji Jordan, jika pria itu benar-benar tidak bermain api dengan wanita lain.
“Semoga kau tidak akan mengecewakan aku lagi,” harap Alana di dalam hatinya.
Dia ingin bahagia, jika ini kesempatan dia untuk meraih kebahagiaan itu. Alana akan melakukan sesuatu agar dia bisa percaya pada Jordan.
__ADS_1