Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Trauma Jordan


__ADS_3

_Flashback_


5 tahun yang lalu, pria muda yang di gandrungi banyak wanita, tengah duduk di mobil sport barunya.


Pria tersebut di amanat kan untuk menjemput adiknya. Bel berbunyi dengan nyaring.


Gerombolan siswa dan siswi mulai keluar dari pintu gerbang sekolah.


Pria tampan itu tengah asyik bermain dengan ponselnya.


Siswi dengan seragam putih abu-abu duduk di samping pria tampan itu.


“Ayo jalan kak,” pinta perempuan yang baru saja masuk ke dalam mobil sport yang dia panggil dengan sebutan Kakak.


Pria tampan itu mengalihkan perhatiannya, “Langsung pulang, Ri?”


Wanita yang di panggil RI oleh pria tampan menganggukkan kepalanya.


“Memangnya ka Jordan enggak mau pulang?”


Pria yang di panggil Jordan oleh wanita bernama Riri itu tampak tersenyum.


“Kita mencoba kecepatan mobil baru,” ucap Jordan mulai melajukan mobilnya, meninggalkan sekolah adiknya.


Riri tampak acuh di tempat duduknya, dia fokus pada ponselnya. Tidak menyahuti keinginan kakaknya yang ingin mencoba kecepatan mobil yang sedang mereka naiki.


Sampai di jalanan yang cukup sepi Riri terkejut saat kakaknya menambah kecepatan pada mobil yang di kendarai kakaknya.


“Kakak gila!” teriak Riri dengan wajah merah menahan amarah.

__ADS_1


Bukannya takut Jordan menambah kecepatan mobilnya, dia melirik adiknya dengan senyuman, merasa puas karena membuat adiknya ketakutan.


Riri memegang sabung pengamannya dengan cukup kuat, bahkan kakinya gemetar ketakutan. Dia tidak menyangka kakaknya akan segila ini, dia pikir Kakaknya akan pergi ke sirkuit.


“Ini jalanan kak, jangan bodoh! Bahaya” teriak Riri. Dia benar-benar ketakutan, karena jalanan yang mereka lalui cukup berkelok.


Beda dengan Riri yang ketakutan, Jordan malah merasa puas saat angin menerpa wajahnya dengan kencang.


Memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, mengeluarkan kemampuannya dalam menaklukkan jalanan.


Riri terus berdoa di dalam hatinya, mengharapkan keselamatan. Dari kegilaan kakaknya, karena berani menantang jalanan.


Jordan menyeringai melihat belokan tajam di depannya, dia tetap pada kecepatannya. Tanpa menurunkan laju mobilnya Jordan bersiap untuk memacu adrenalin dan kemampuannya.


Dari arah berjalan mobil dengan kecepatan sedang siap melewati belokan tajam itu dengan menurunkan kecepatannya.


Mobil dari arah berlawanan tersebut terkejut melihat mobil sport dari arah berlawanan, melaju dengan kecepatan kencang.


Tidak ingin tabrakan itu terjadi mobil sedan hitam itu membanting setirnya.


Jordan yang terkejut menekan pedal rem dengan cepat.


Riri yang terkejut melihat ke belakang, karena suara benturan yang cukup keras.


Dia melebar seat belt, dan menatap kakaknya dengan tajam.


“Kakak lihat apa yang Kakak lakukan! Kakak hampir membunuh orang lain.” Pekik Riri.


Jordan hanya bisa diam, jantungnya berdetak kencang. Dia tidak mengira akan berakhir seperti ini.

__ADS_1


Dia memperhatikan Riri yang berjalan mendekati mobil yang menabrak pohon. Demi menghindari tabrakan dengan mobil yang di kendarai Jordan.


Jordan membuka seat belt-nya. Membuka pintu mobil, dia berniat melihat keadaan pengemudi tersebut.


Sementara perhatian Jordan fokus pada Riri, yang tengah berusaha membuka pintu mobil tersebut.


Asap mulai keluar dari mesin mobil tersebut, Jordan berniat menghampiri adiknya. Untuk memberikan pertolongan pertama pada orang-orang di dalam mobil tersebut.


Namun langkah Jordan terhenti melihat ledakan yang cukup dahsyat di depannya.


Jantungnya berpacu dengan cepat, kakinya lemas. Jordan terkejut melihat ledakan besar itu, di ikuti api yang membakar mobil tersebut.


Jordan sungguh ketakutan melihat api yang besar di depannya, hingga membuat kesadarannya hilang seketika.


Tubuh Jordan ambruk di jalan beraspal.


Pepohonan yang rindang, serta angin yang berembus, menjadi saksi bisu bagaimana api itu melahap tiga orang yang ada dalam mobil, serta perempuan yang tidak bisa menghindar dari ledakan dahsyat tersebut.


_Flashback off_


Jordan memiliki trauma pada api, karena dulu saat kecil dia senang menyalakan kembang api.


Namun semuanya menjadi berubah saat Jordan hampir terbakar karena kembang api yang meledak di tangannya.


Dari situ dia tidak pernah berani berdekatan dengan api, bahkan melihat teman-temannya menyalakan roko, dengan benda persegi panjang kecil yang mengeluarkan api, cukup membuat jantung Jordan berdegup kencang.


Di saat semua teman-temannya merokok, Jordan selalu menghindar.


Bukan tidak suka dengan asap rokok, tapi dia takut dengan api yang ada di batang rokok, yang membakar tembakau di dalam gulungan kertas kecil.

__ADS_1


__ADS_2