
“Meskipun saat ini aku merasa bergairah, tapi aku tidak tertarik pada tubuhmu,” ucap Jordan dengan nada dingin.
Dia berjalan keluar kamar mendapati Alana yang berdiri di depan pintunya, tebakannya tidak salah.
Jordan menggendong tubuh Alana secara bridal, lalu berjalan menuju kamar yang ia pesan untuk Nik.
“Lepaskan aku!” bentak Alana.
Jordan tidak memedulikan ucapan Alana. Dia menghempaskan tubuh Alana ke atas tempat tidur, lalu mengunci tubuh Alana yang berada di bawahnya.
Alana sudah ketakutan, karena Jordan ada dalam pengaruh obat yang dia berikan. Alana berusaha mendorong dada bidang Jordan agar menjauh.
Namun dorongan tidak membuat Jordan menjauh, malah pria itu tersenyum tulus.
“Kamu harus bertanggung jawab, atas apa yang kamu perbuat.”
Alana menggelengkan kepalanya, dia tahu ke mana arah dari ucapan Jordan.
“Aku enggak mau, lepas Jordan.” Alana masih berusaha memberontak.
Jordan membungkam bibir Alana, dia melahap bibir tipis Alana yang selama ini dia rindukan. Rasanya masih sama, manis dan memabukkan.
Otaknya meminta Alana untuk menolak, tapi tubuhnya malah berkhianat. Jujur dia merindukan sentuhan hangat Jordan di tubuhnya.
__ADS_1
Tanpa sadar Alana membuka mulutnya, membiarkan Jordan bermain di dalamnya. Dia mengalungkan lengannya ke leher Jordan.
Ciuman itu semakin menuntut, untuk saling memuaskan. Sama-sama hampir kehabisan nafas, Jordan dan Alana melepaskan pagutan mereka.
Jordan melihat kilatan gairah di mata Alana, dia mengecup bibir Alana sebentar lalu menatap bola coklat milik Alana.
“Sayang, aku menginginkannya,” ucap Jordan dengan nada sensual.
Melihat Alana yang menutup matanya, Jordan tidak menghilangkan kesempatan itu. Dia kembali melahap bibir Alana, dengan lembut.
Setelah puas bermain dengan bibirnya, ciuman Jordan turun ke ceruk leher Alana. Dia memberikan beberapa tanda kepemilikan leher Alana.
Tangan Jordan tidak tinggal diam, kedua tangannya meremas gundukan kenyal milik Alana.
Dia menikmati setiap sentuhan yang di berikan Jordan di area sensitifnya.
Jordan sudah tidak kuat menahan pusaka miliknya yang sudah meronta ingin di bebaskan.
Setelah puas memberi tanda kepemilikannya, Jordan membuka semua baju yang menjadi penghalang penyatuan mereka lalu membuangnya ke sembarang arah.
Jordan tersenyum melihat Alana yang tersipu malu saat melihat pusakanya.
Jordan memeluk tubuh Alana, memosisikan mulutnya di telinga Alana. “Sayang aku mencintaimu.”
__ADS_1
“Aah.”
Alana tidak bisa menahan desah-an yang keluar dari mulutnya saat benda keras masuk ke dalam kelembutannya.
Jordan mengangkat wajahnya untuk melihat ekspresi wajahnya Alana, “Kau akan menikmatinya, sayang.”
Jordan bermain dengan ritme perlahan, membuat Alana kalang kabut. Dia menginginkan lebih, “Sayang,” panggil Alana dengan nada manja.
Jordan menambah kecepatan segahannya, membuat Alana merasakan nikmat yang tiada duanya.
Jordan sengaja menghentikan segahannya, dia menatap Alana yang tampak kesal. “Ini hukuman, karena berani memberikan obat perangsang padaku!”
Bibir Alana mengerucut, dia memukul dada bidang Jordan. “Kau jahat, karena memanggil wanita lain dengan sebutan sayang di hadapanku,” ucap Alana dengan air matanya yang menetes.
Jordan menghapus air mata Alana, “Itu Nik yang meneleponku, aku memang sengaja memancing kemarahanmu. Aku ingin kamu merasakan bahwa kamu cemburu padaku, yang aritnya masih ada namaku di hatimu.”
Tangan Alana memeluk Jordan sangat erat, “kamu jahat, aku tidak akan memaafkanmu.” Ucap Alana dengan bibir yang mengembang, dengan bulir air mata bahagianya, dia senang karena Jordan tidak memiliki wanita lain seperti dugaannya.
“Kita akhiri perdebatan ini, karena aku sudah tidak sabar menanam beniku di rahimmu lagi, sayang.”
Jordan kembali memacu tubuhnya memberikan rasa nikmat untuk Alana. Sergahan lembut itu menjadi brutal dan Alana sangat menikmati itu.
Entah sudah berapa lama waktu berlalu, hingga Alana mengentak kejang saat merasakan sergahan terakhir Jordan. Sergahan terakhir membuat cairan injeksi milik Jordan meledak di dalam rahim Alana.
__ADS_1
Jordan mengecup kening Alana, “Terima kasih, sayang.” Jordan sengaja tidak menarik pusakanya dari kelembutan Alana, berharap ada salah satu benihnya yang berhasil bertemu dengan sel telur milik Alana.