
Pelukan mereka bertahan selama lima menit, Jordan melepaskan pelukannya. Menatap bola coklat milik Alana, apa Alana mendengar percakapanku dengan Nik?
“Aku ingin pergi ke suatu tempat, yang indah,” mohon Alana. Sebenarnya Alana ingin menghibur pria yang tampak sedang mengalami masalah berat.
“Ke mana?”
Alana mencoba memikirkan tempat apa yang cocok untuk menghibur Jordan. “Pantai, di sini pasti ada pantai kan?”
“Mandi! Tubuhmu bau keringat.”
Alana diam, sepertinya Jordan sedang ingin mengejeknya. “Kamu juga sama bau keringat,” balas Alana.
Alana melihat Jordan yang meninggalkannya tanpa sepata kata pun, dengan pasrah Alana menyeret kakinya kembali ke kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Alana menggunakan dress berwarna putih selutut, dia mengikat rambutnya menjadi satu.
Jordan masuk ke kamar, dia melihat Alana yang berdiri di depan cermin sedang mengikat rambutnya. Sepertinya Alana ingin memamerkan leher putihnya. Jordan mendekat, memeluk Alana. Menghisap leher Alana, memberi tanda kepemilikannya.
__ADS_1
Alana terkejut saat Jordan tiba-tiba memeluknya dari belakang, dan memberi tanda kepemilikan di lehernya. Alana ingin melepaskan pelukan Jordan tetapi Jordan malah mengeratkan pelukannya.
Tangan Jordan dengan nakal meremas bukit kembar milik Alana, tangan nakal Jordan di tahan oleh Alana.
“Jangan, aku sedang datang bulan.”
Jordan melepaskan pelukannya dari Alana dia menjauh dengan cepat, Jordan baru saja selesai mandi. Dia tidak ingin mandi dua kali dalam kurun waktu yang sama.
Alana terkekeh melihat sikap Jordan, namun tawanya di hadiahi tatapan Jordan yang seakan ingin menguliti tubuh Alana.
Jordan melangkah menuju pintu kamar, “Cepat!”
Alana masih dia di tempatnya, lalu berjalan mengikuti Jordan.
Jordan dan Alana masuk ke mobil, Alana melirik Jordan yang tampak gagah di balik kemudi. Pandangan Jordan fokus ke depan, Jordan memakai kemeja putih dengan lengan pendek. Dua kancingnya sepertinya sengaja Jordan buka, membuat Alana menelan dengan susah payah. Jordan bagaikan malaikat yang sempurna di mata Alana.
Alana meremas roknya, dia harus menghilangkan gejolak dalam dirinya. Dia jadi teringat kejadian tadi saat Jordan berteriak, Alana memang tidak jelas mendengarnya. Alana berdiri di balik pintu menunggu, awalnya ragu tapi Alana memberanikan diri.
__ADS_1
Saat dia masuk pun Jordan masih diam, sepertinya Jordan sedang terjebak dalam lamunannya. Sebenarnya ada masalah apa yang menimpa Jordan, rasa penasaran itu membuat Alana gelisah.
“Tadi-“ Alana sengaja menggantung ucapannya, dia menunggu reaksi Jordan. Lelaki itu tampak fokus ke depan, tidak memedulikan ucapan Alana.
Alana mengurungkan niatnya untuk bertanya, apalagi Jordan sepertinya tidak ingin membahas masalah itu.
Sesampainya di pantai Alana turun dari mobil Jordan, tidak ada adegan romantis sang pria yang membukakan pintu untuk gadisnya.
Jordan memperhatikan Alana yang berjalan dengan riang menuju bibir pantai, membuat rambut Alana bergoyang-goyang. Dressa yang di pakainya terlihat beterbangan, karena angin pantai.
Alana membuka flatshoes yang di kenakannya, kakinya merasakan sensasi pasir pantai. Alana tersenyum saat air laut mengenai kaki putihnya.
Sudah lama Alana tidak pernah datang ke pantai, dia memejamkan matanya merasakan terpaan angin laut di wajahnya.
Jordan melipat kedua tangannya di dada, dia memperhatikan Alana yang berdiri di dengan jarak dua meter depannya.
Senja mulai menyapa dua insan yang sedang berdiri di pantai. Keduanya tampak serasi, seperti pasangan couple. Sang wanita memakai dress putih serasi dengan kemeja putih yang di pakai Jordan.
__ADS_1