
Alana semakin ketakutan jalan yang dia lalui seperti masuk ke hutan, pinggir jalanan aspal yang dia lalui berbaris rapi pepohonan yang menjulang tinggi.
Air mata Alana turun, dia tidak bisa lagi menutupi ketakutannya. Apalagi jalanan yang dia lalui sangat rimbun oleh pepohonan, bahkan sinar matahari pun tidak bisa menembusnya.
Hawa sejuk seakan menyapa kedatangan Alana. Alana sadar semakin dia melajukan sepedanya ke dalam Alana akan semakin jauh masuk ke dalam hutan.
Alana tidak peduli dia mengayuh sepedanya dengan kecepatan penuh, saat jalanan aspal berubah jadi tanah sepeda Alana tergelincir.
Alana jatuh dari sepedanya, dia mendengar suara mobil yang mendekat ke arahnya. Alana berharap itu adalah Jordan.
Tetapi alarm bahayanya kembali berbunyi, Alana memilih bersembunyi di balik rumput liar. Mobil itu berhenti tidak jauh dari tempat Alana bersembunyi.
Alana tidak mendengar suara apa pun, selain bunyi mesin mobil yang menyala tidak jauh darinya. Tetapi suara mesin mobil itu berhenti, keheningan menyapa Alana. Membuat tubuh Alana gemetar ketakutan.
“Arrrg sial, kita kehilangan jejak wanita itu. Harusnya kita bisa membawa dia, kesempatan mudah bagi kita menculiknya karena tidak ada Jordan.”
Alana menutup mulutnya menggunakan tangan kirinya, sementara tangan kananya meremas dress yang Alana pakai. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Alana sangat ketakutan, apalagi pria itu berniat ingin menculiknya.
__ADS_1
Sebisa mungkin Alana tidak bergerak sedikit pun, dia tidak ingin orang itu menemukan tempat persembunyiannya.
Air mata Alana mengalir semakin deras, dia menggigit bibir bawahnya menahan isak tangis yang akan keluar dari mulutnya.
Alana merasakan rasa amis di mulutnya, Alana tahu bibirnya terluka karena Alana menggigitnya terlalu keras. Alana tidak peduli pada rasa sakit di bibirnya, asalkan isak tangis Alana tidak akan pernah keluar.
“Lalu bagaimana bos?”
“Kita putar balik siapa tahu dia bersembunyi. Tidak mungkin wanita itu berani masuk ke dalam hutan.”
Alana mendengar suara mesin mobil menyala, dan suara itu semakin menjauh seiring berjalannya waktu.
Alana duduk di atas tanah tanpa Alas, dia memeluk lututnya dengan sangat kuat. Dugaan Alana benar, suara mobil itu kembali mendekat ke arahnya.
Alana semakin merapatkan tubuhnya pada lututnya, tangan Alana mencengkeram siku dengan sangat kuat, dia benar-benar ketakutan.
Jordan tolong aku.
__ADS_1
Aku takut.
***
Jordan tersenyum penuh kemenangan karena berhasil memenangkan taruhan. Jordan menunggu Alana, lima menit berlalu, Jordan berpikir positif mungkin Alana kelelahan.
Sepuluh menit berlalu, hati Jordan mulai tidak tenang.
Dua puluh menit berlalu, tidak ada tanda-tanda Alana.
Jordan turun dari sepedanya, dia masuk ke dalam mobil. Mulai menyalakan mobil dan mulai menginjak pedal gas.
Jordan sepeti mendengar Alana yang memanggil namanya. Dengan kecepatan penuh Jordan menyusuri jalan yang tadi mereka lalui.
Sudah dua kali putaran Jordan belum menemukan keberadaan Alana.
Jordan mencengkeram setir dengan sangat kuat, dia merasa bodoh karena meninggalkan wanita itu sendirian.
__ADS_1
Gadisnya pasti tidak tahu arah jalan pulang, di jalan yang bercabang Jordan mengambil rute kanan. Mungkin Alana salah karena mengambil rute sebelah kanan, sementara menuju rumah seharusnya Alana mengambil rute kiri.
Jordan melajukan mobilnya dengan perlah, mencari ke keadaan Alana. Jordan takut jika Alana jatuh atau pingsan di jalan.