Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Penderita Jordan


__ADS_3

Sudah beberapa kali decapan yang keluar dari mulut Jordan, dan Alana senang melihat penderitaan yang sedang di alami suaminya.


“Sayang, bagian ini belum bersih,” protes Alana sambil menunjuk bagian pahanya.


Lagi-lagi Jordan berdecap, penderitaannya sangat luar biasa karena Alana benar-benar menguji kesabarannya.


Tubuh polos Alana terlihat jelas di hadapannya, busa-busa kecil yang mengeluarkan aroma stroberi sangat menggelitiknya sedari tadi. Bahkan bagian bawah miliknya sudah terasa sesak, dan minta di lepaskan. Sementara wanita di hadapannya tidak henti-henti menggodanya.


Iya, Alana meminta Jordan menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun, senyum penuh kepuasan tergambar jelas di wajah Alana. 


“Sayang,” rengek Jordan. Ia menghentikan aktivitas menggosok tubuh Alana, dan memberikan wajah memohonnya.


“Apa?” tanya Alana dengan nada santai tanpa beban.


“Kita akhiri ya penderitaan ini, aku tidak bisa menahannya lagi,” ucap Jordan dengan memohon, berharap Alana mau menyudahi penderitaannya.


“Tidak sayang, aku belum puas.”


Jordan menghela nafas, di tatapnya bagian bawahnya sudah menegang sempurna di balik celananya. “Kau harus bersabar, nona muda sedang ingin mengujimu,” batin Jordan.


Alana tidak memberikan kesempatan sedikit pun untuk Jordan menikmati tubuhnya, bahkan sekedar ciuman saja Alana menolaknya. Jika Jordan sengaja menyentuh titik sensitif Alana wanita itu akan melayangkan tatapan membunuhnya.

__ADS_1


Setelah membersihkan tubuh Alana, Jordan meredam gairahnya dengan air dingin. 


Dengan handuk kimono yang melekat di tubuhnya, Alana berjalan pelan menghampiri Jordan lalu memeluk Jordan dari belakang. 


Air dingin dari shower mengenai tubuh Alana yang memeluk Jordan, bahkan handuk kimononya basah sempurna. 


Jordan memegang tangan Alana yang ada di perutnya, lalu membawanya mendekati wajahnya. Kecupan hangat Jordan berikan untuk tangan gadisnya, “Pakailah bajumu, sayang. Aku tidak ingin kau masuk angin,” ucap Jordan tanpa membalikkan tubuhnya. 


Alana menempelkan pipinya di punggung Jordan, hatinya gembira mendapat perhatian kecil dari Jordan. Padahal ia sudah membuat Jordan benar-benar menderita karenanya.


“Alana keluarlah, pakai bajumu!” kali ini Jordan mengucapkan dengan nada tegas, dia tidak ingin Alana sakit karena dirinya. Sudah cukup hatinya merasa bersalah saat kaki Alana kram dan wanita itu meringis kesakitan.


Alana memilih diam, dia menikmati sensasi hangat dari tubuh Jordan, sekaligus sensasi dingin dari air yang membasahi tubuhnya.


Lewat tatapan tajamnya, Jordan berharap Alana takut. Tapi gadisnya itu malah tersenyum sempurna, membuat helaan nafas keluar dari mulut Jordan. 


Dengan pelahan Jordan membelai wajah Alana yang basah karena air dari shower, “Jangan membuat aku semakin merasa bersalah karena tidak bisa menjagamu, keluarlah pakai bajumu. Aku harus menyelesaikan mandiku,” ucap Jordan dengan lembut dan tatapan memohon agar Alana mau mengikuti ucapannya.


Alana memeluk Jordan kembali, membenamkan wajahnya di dada bidang milik Jordan, “Maaf.” Kata maaf yang keluar dari mulutnya karena Alana merasa bersalah membuat siksaan yang membuat Jordan menderita.


Jordan membalas pelukan Alana, mengecup puncak kepala Alana, “Iya, sekarang pakai bajumu sebelum aku yang membawa tubuhmu ke atas tempat tidur,” ancam Jordan.

__ADS_1


Alana mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah Jordan, “Itu ide yang bagus.” Alana sengaja menampilkan senyumnya, lalu menggigit kecil bibirnya dengan gaya sensual.


Jordan melahap bibir Alana dengan lembut lalu melepaskannya, “Tidak sekarang, yang ada kamu demam karena kedinginan.”


Melihat galengan kepala Alana, Jordan tidak tinggal diam. Dia menggendong tubuh Alana dan membawanya ke atas tempat tidur, di rebahkannya tubuh gadis kecilnya. Jordan melepaskan kimono basah yang melekat pada tubuh Alana lalu membuangnya. 


Alana tidak maslah memberikan tubuhnya untuk di nikmati Jordan, ia menganggap ini hadiah untuk penderitaan yang ia berikan pada Jordan.  Alana menatap manik hitam Jordan yang berdada tepat di depannya, tanpa ragu Alana melahap bibir Jordan. 


Ciuman panas mereka berakhir karena Jordan yang melepaskan pagut*annya, dengan santainya Jordan berjalan menuju kamar mandi. Sebelum menutup pintu kamar mandi, Jordan tersenyum pada Alana yang tampak mengerucutkan bibirnya karena kesal. 


“Pakailah bajumu!” ucap Jordan sebelum pintu itu tertutup sempurna.


Sekarang Alana yang kesal karena ciuman panasnya berakhir, padahal gairahnya sudah bangkit karena ciuman panas yang berikan Jordan.


“Aku akan membalasmu!” tekad Alana.


***


Kalian tidak perlu khawatir Cerita ini tidak akan terbengkalai, karena aku akan tetap update setiap hari.


Kali ini aku mau promosi karya teman seperjuanganku.

__ADS_1


Untuk readers yang suka tokoh wanita dengan tingkah yang petakilan, serta cerita yang mengandung bawang, bisa mampir pada buah karya author 'Nona Marwa' dengan judul karya 'Memaksa Cinta Sang CEO' semoga berkenan untuk mampir, terima kasih ❤️


__ADS_2