Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Informasi


__ADS_3

“Averyl apa masalahmu begitu berat?”


Averyl terperanjat saat menyadari Alana di sampingnya. Ia hanya mampu memandang Alana tanpa berani berbicara.


Alana duduk di samping Averyl, menggenggam tangan Averyl dengan erat. “Averyl kenapa masih sungkan sama Mami, kita ini keluarga. Jika ada sesuatu hal yang mengganggu ceritakan pada Mami.”


Averyl menduduk, terdiam cukup lama tanpa berbicara. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Alana lekat-lekat. “Sepertinya Eduard ... Sudah tidak mencintai Averyl lagi Mam.”


Alana memandang Averyl dengan mata yang membola. “Tidak mungkin Averyl, Mami bisa melihat cinta yang begitu besar dari Eduard. Eduard tidak pernah berjuang untuk mendapatkan wanita, selama ini para wanita yang mendekati Eduard.” Alana seakan tersadar dengan ucapannya sendiri. “Apa ada orang lain yang mengganggu pernikahan kalian?”


Averyl menggeleng. “Averyl tidak tahu Mam, tapi akhir-akhir ini Eduard berubah.”


“Berubah bagaimana?”


“Eduard sangat cuek, Averyl tidak tahu penyebabnya. Sebelumnya kita tidak bertengkar sama sekali.”


“Mami akan cari tahu penyebabnya, sekarang Averyl cukup tenangkan diri. Mami antar ke kamar ya.” Tawaran Alana di terima Averyl.


Averyl memandang botol minuman yang baru saja ia minum. Perasaan bersalah itu muncul, seharusnya ia tidak boleh menyakiti janinnya lagi. Ini adalah anugerah yang ia terima setelah dengan sengaja membuat calon anak pertamanya pergi. Ia hanya berharap Mami menemukan alasan di balik sikap kasar Eduard.


“Terima kasih Mam,” ucap Averyl setelah sampai di depan pintu kamarnya.


“Masuklah,” ucap Alana dengan bibir tersenyum.


Tangan Averyl menekan hendel pintu ia masuk dengan perlahan tidak ingin mengganggu Eduard. Averyl bisa bisa bernafas lega setelah memastikan Eduard sudah tertidur. Ia ikut merebahkan diri di samping Eduard. Melirik Eduard yang tidur terlentang.


Averyl tersenyum kecil saat ingat memory kebersamaan mereka. Namun tak lama helaan nafasnya keluar begitu menyadari semuanya hanya sebuah kebahagiaan sesaat saja. Averyl memilih memejamkan matanya untuk pergi tidur.


Eduard membuka kelopak matanya, ia menatap langit-langit kamarnya. Ia melirik Averyl, wajahnya sangat tenang suara nafasnya pun teratur.


Eduard mencondongkan wajahnya pada Averyl. Aroma minuman beralkohol tercium sangat jelas oleh Eduard.


Eduard kembali menarik diri dan memunggungi tubuh Averyl. Selama ini Eduard tidak pernah mendapati Averyl minum, seingatnya ia minum saat pertemuan pertama mereka.


Hati kecil Eduard tersentuh ia sudah cukup jahat pada Averyl namun ingatan tentang kematian ibunya tidak bisa ia ampuni, meskipun Averyl istrinya sendiri tapi mereka sudah bersekongkol merencanakan ini semua.

__ADS_1


***


Pagi itu Alana menungunjungi kediaman Simon. Simon yang mendapati Nyonya besar ada di hadapannya di pagi buta cukup membuatnya terkejut.


“Bisa kita bicara sebentar?”


Simon memandang tubuhnya yang masih memakai piyama tidurnya. “Nyonya duduk dulu, saya akan berganti pakaian sebentar.”


“Tidak perlu, hanya sebentar saja.”


“Baik Nyonya.”


“Kamu pasti tahu alasan mengapa sikapnya Eduard berubah pada Averyl?”


“Tuan Eduard tidak berubah Nyonya, hanya saja akhir-akhir ini perkejaannya cukup banyak hingga tidak memiliki waktu untuk memperhatikan Nona Averyl.”


Alana menatap tajam Simon. “Jangan berbohong Simon! Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan?”


“Tidak ada Nyonya,” jawab Simon dengan nada santainya.


“Saya tidak berbohong Nyonya.”


Alana kehabisan kata-kata untuk mendesak Simon. Sepertinya ia harus mencari tahu sendiri. Alana berpamitan dan pergi mengunjungi Arsya.


Alana membuka pintu ruang kerja Arsya, ia sedikit terkejut mendapati Arsya sedang berci*Uman. “Sepertinya Mami datang di waktu yang tidak tepat, tapi ini penting. Mami tunggu di luar ya.”


Alana menutup kembali pintu. Berjalan mondar-mandir, bibirnya tidak berhenti tersenyum melihat kegiatan barusan.


Arsya menghampiri Alana. “Ada hal penting apa Mam?”


“Sepertinya sebentar lagi Mami akan punya menantu lagi,” ledek Alana.


“Jangan terlalu berlebihan, kita hanya-“ ucapan Arsya di potong oleh Alana.


“Baiklah Mami laporkan pada Papi, kalau perjodohanmu akan di percepat. Tiga hari lagi.”

__ADS_1


“Mam,” rengek Arsya. Setelah sadar akan rengekannya, Arsya melihat kesekeliling untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya.


“Baiklah satu bulan. Kalau tidak membawa wanita itu kehadapan Mami dan Papi, tidak ada alasan untuk menolak perjodohan.”


“Ada hal penting apa sampai Mami kemari. Papi ikut?”


“Tidak, Papi menjaga Asyila. Mami ingin kamu menjaga Averyl, sesekali kamu main ke sana. Kasian Averyl pasti kesepian, akhir-akhir ini Eduard sedang sibuk.”


Menurut Arsya ucapan ibunya tidak masuk di akal. “Jangan mengada-ada Mam.”


“Kamu hanya perlu datang ke rumah Eduard, bertamu sebentar untuk melihat keadaan Averyl. Berbincang sebentar lalu pulang. Apa itu sulit Arsya?”


***


Pagi itu Averyl bangun pagi seperti biasanya, namun ia tidak melihat tanda-tanda keberadaan Alana dan Eduard.


Seorang pelayan menunduk hormat. “Apa Nona mencari Tuan dan Nyonya?” Averyl menjawab dengan mengangguk.


“Tuan Eduard baru saja pergi. Nyonya juga sudah pergi dan menitipkan ini untuk Nona.”


Averyl terkejut saat menerima kotak pemberian Alana. Kotaknya sama persis seperti yang ia punya.


Averyl membuka kotak tersebut untuk memastikan. Ternyata benar, memang kotak hadiah miliknya yang hilang saat merayakan hari jadi bersama Eduard. “Bagai mana bisa ada di tangan Mami?” pertanyaan itu muncul di benaknya.


“Sarapan pagi Nona sudah siap.”


Averyl mengangguk dan berjalan menuju ruang makan. Ia duduk dan membuka kotak tersebut ada pesan singkat yang di tulis Alana. “Periksa ke dokter ya, Mami takut terjadi sesuatu efek dari minuman semalam.”


Averyl meremas surat tersebut. Kini Alana sudah tahu tentang kehamilannya, Averyl takut jika Alana memberitahu Eduard. “Bagaimana ini?’


***


Hallo semuanya 🙂


Seneng banget liat antusias kalian yang nunggu kelanjutannya, bukan di sengaja lambat update. Tapi aku baru banget pindahan rumah jadi agak repot.

__ADS_1


Sampai jumpa di bab selanjutnya 🥰💕


__ADS_2