
Nik berjalan di belakang Jordan, tatapannya fokus pada gazebo di taman. Ada pemanggang dan beberapa macam slice beef di sana.
Alana tersenyum pada Jordan dan Nik, kecupan Jordan di kepala Alana berhasil membuat pipi Alana bagai kepiting rebus.
Nik mengalihkan perhatiannya dari tuan dan nona, ‘Pamer kemesraan!’ cibir Nik di hatinya.
“Aku tadi liat video masak-masak gitu, terus pengen coba. Kamu dan Nik akan mencoba masakan pertamaku.”
Krik … krik … krik
Jordan dan Nik saling pandang, ‘Masakan pertama Alana.’
“Iyah aku dan Nik akan mencobanya,” putus Jordan. Di liriknya Nik yang tampak menunjukkan tampang datarnya, Jordan tahu sekretarisnya itu pemilih soal masakan terkecuali jika dia benar-benar lapar. Sementara sebelum pulang Nik dan Jordan sudah makan di luar sebelum pulang.
Alana langsung mengeluarkan Jurusnya, dia menyalakan api. Menuangkan minyak wijen di atas grill, Alana mengingat-ingat video yang dia tonton.
‘Oh iya bawang.’ Alana memasukkan bawang putih dan bawang bombai yang sudah di iris.
Jordan memperhatikan Alana yang bersemangat memasak, ‘Tidak terlalu buruk’ pikir Jordan.
Alana memasukkan beberapa daging yang di sediakan An ke atas pemanggang, membolak-balik dagingnya supaya matang merata.
Nik hanya memperhatikan sekilas, karena sibuk dengan beberapa email yang masuk dari bawahannya.
__ADS_1
Jordan memperhatikan Alana yang asyik dengan masakannya, gadisnya itu terlihat sangat bahagia. “Apa perutmu masih sakit?”
Alana menghentikan kegiatannya lalu menatap Jordan, “Tidak,” jawab Alana singkat lalu kembali fokus pada masakannya.
“Alana itu sudah matang,” imbuh Jordan.
Tanpa berbicara Alana mengangkat sebagian yang sudah matang dan membaginya dengan ukuran yang sama dalam tiga piring.
Semua dagingnya sudah selesai di matang, Alana memberikan bagian Jordan dan Nik. Lalu fokus pada daging miliknya, Alana mencoba original tanpa saus. ‘Lumayan tidak terlalu buruk hanya, sedikit pahit dari daging yang gosong’
Jordan melirik Nik yang tampak tidak bersemangat melihat masakan Alana, yang tidak jelas tingkat kematangannya.
“Ayo makan,” ucap Alana.
Nik memandang masakan Alana yang terlihat buruk baginya, ada sebagian masakan yang gosong. Nik mencoba memakannya sedikit, rasanya sungguh aneh. Rasanya Nik ingin muntah, perutnya mual.
Alana yang memperhatikan tingkah Nik yang berbeda mencoba bertanya, “Kenapa Nik? Apa masakanku tidak enak,” Alana menunjukkan raut wajah sedihnya.
Nik menelan daging di mulutnya dengan susah payah, “Enak nona,” Nik terpaksa memuji masakan Alan, dia tidak ingin kena semprot tuan muda.
“Kalau mau ini masih banyak, mau tambah,” Alana menawari Nik dengan semangat karena pujian Nik membuatnya bahagia.
Jordan hanya memperhatikan interaksi Nik dan Alana. Jordan mencoba masakan Alana, ‘Pantas saja Nik ingin muntah’.
__ADS_1
“Nanti saya ambil sendiri nona.”
Alana kembali memakan dagingnya, mencoba dengan saus yang An sediakan.
Jordan mengambil daging miliknya, dia memilih daging yang tingkat kematangannya sempurna dan menyuapi Alana.
Alana tersenyum dan membuka mulutnya, menerima suapan Jordan.
Nik rasanya ingin mencibir nona dan tuannya yang terlihat pamer kemesraan. Nik mengaduk-aduk dagingnya mencari yang tingkat kematangannya sempurna.
Jordan mencelupkan dagingnya pada honey sauce, “Coba yang ini sayang,” ucap Jordan sambil mendekatkan dagingnya pada mulut Alana.
‘Terus tuan terus, habis ini saya cari istri!’ keluh Niko di hatinya melihat tuan yang sengaja memamerkan kemesraannya.
__ADS_1