Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Sayang


__ADS_3

Hujan mulai turun membasahi tubuhnya, kilatan petir membuat Alana ketakutan. Dia menutup telinganya, sambil terus berjalan dengan tergesa.


Alana membulatkan matanya di tengah hujan yang mengguyurnya.  Alana tampak ragu-ragu menatap gerbang tinggi di depannya, Alana tidak salah lihat ini rumah tuan muda


Kenapa aku malah datang ke sini?


Alana sudah tidak kuat untuk berjalan lagi, tetapi dia tidak ingin kembali ke rumah tuan muda. Alana berbalik hendak berjalan kembali, tetapi langkahnya terhenti saat penjaga gerbang memanggilnya.


 “Nona Alana,”


Alana membalikan tubuhnya, “Nona Alana cepat masuk, tuan sudah menunggu nona di dalam.”


Penjaga tersebut menuntun Alana ke dalam, kini Alana sudah tidak bisa menolak kepalanya terasa berdenyut, tubuhnya menggigil. 


Niko yang sedang fokus pada layar CCTV di rumah tuan muda, melihat seorang wanita yang berdiri di depan gerbang. 


Niko tidak mungkin salah mengenali, dress yang di pakai wanita itu sama persis dengan milik nona Alana. “Tuan muda nona sudah kembali,” ujar Niko.

__ADS_1


Niko melihat senyum tipis dari tuan muda sebelum keluar dari ruang kerja. Tidak ingin ketinggalan Niko berjalan mengikuti tuan muda.


Tuan muda berlari saat melihat tubuh Alana ambruk ke tanah. Dengan cepat tuan muda mengangkat tubuh Alana membawanya masuk. “Nik, telpon dokter Al.”


“Baik tuan,” Nik merogoh ponselnya dan langsung menelpon dokter Al. setelah selesai menghubungi dokter Al, Niko mencari kepala pelayan untuk membantu membersihkan tubuh Alana yang basah kuyup.


Tuan muda memperhatikan tubuh basah Alana, bibir gadis itu tampak pucat. Perhatian tuan muda teralihkan saat kepala pelayan mengetuk pintu kamar yang terbuka, “Permisi tuan.”


Tuan muda diam memperhatikan tubuh Alana yang sedang di bersihkan oleh kepala pelayan. 


Saat kepala pelayan membersihkan kaki Alana, Jordan meringis melihat kaki Alana yang tempak lecet.


Setelah menyelesaikan tugasnya kepala pelayan pamit undur diri. Tidak lama dokter Al masuk bersama Niko.


Dokter Al langsung memeriksa keadaan nona Alana, Niko sudah menjelaskan padanya bahwa nona Alana terlalu lama di bawah guyuran hujan. Kini perhatiannya fokus pada kaki Alana yang tampak lecet, dengan keadaan yang cukup parah. 


Dokter Al menutupi lecet kaki nona dengan perban pada bagian yang cukup parah.

__ADS_1


“Nona sepertinya demam. Saya buatkan resep untuk penurun panasnya, dan obat luka untuk kaki nona. Perban di kakinya diganti setiap hari. Untuk lecet ringannya cukup di oleskan salep.”


Niko menyimak setiap ucapan yang keluar dari dokter Al, lalu menerima secarik kertas.


“Kalau begitu saya permisi tuan,” pamit dokter Al.


Seperti biasa Niko mengantarkan dokter Al hingga ke depan, setelah kepergian dokter Al. Kali ini Niko masuk ke dalam mobil, dia harus membeli obat untuk nona muda.


Perasaan lega menyelimuti hati tuan muda, melihat Alana yang membuka matanya. Bola coklat terang itu tampak sayu, tuan muda mengecup bibir Alana sebentar lalu menatap mata gadisnya.


Saat membuka mata, Alana sadar bahwa dirinya ada di kamar tuan muda. Alana terkejut saat tuan muda menciumnya, tetapi hatinya sakit saat melihat wajah tuan muda.


Pria itu telah menyakitinya, Alana tidak suka tuan muda lebih membela sekertarisnya.


Niko masuk ke dalam kamar tuan muda, “Nona sudah sadar, kebetulan saya membawakan sup untuk nona makan.”


Perlahan Niko menyimpan nampan di atas Nakas, “Tuan ini obat untuk nona,” ucap Niko sambil memberikan obat yang barusan di belinya dari apotik.

__ADS_1


“Kau boleh pulang, Nik.”


“Baik tuan, nona saya permisi.” 


__ADS_2