Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Setelah Melahirkan


__ADS_3

“Istri anda baik-baik saja, sekarang sedang


dalam tahap pembersihan rahimnya.”


Jordan merasa lega saat dokter mengatakan


Alana baik-baik saja.


“Mari tuan kita ke ruangan perawatan bayi,”


ucap suster.


Jordan menyimpan anaknya ke dalam boks bayi degan


perlahan.


“Kau ikut suster, aku yang akan menunggu


Alana.”


“Terima kasih, Lord.” Jordan berjalan


mengikuti suster.


Setelah sampai di ruang perawatan Jordan


kembali memperhatikan wajah menggemaskan milik anaknya.


“Anak bapak laki-laki, kita menyediakan sesi


pengambilan foto bapak mau ambil tema apa?”


Jordan merasa kebingungan, seharusnya ini di


bicarakan terlebih dahulu dengan Alana.


“Apa istri saya sudah tahu?”


“Nyonya Alana hanya meminta yang terbaik,”


jawab suster.


“Saya ikut saja.”


“Baiklah, tunggu sebentar ya tuan.”


Saat pengambilan sesi pemotretan Jordan hanya


diam memperhatikan wajah anaknya yang menggemaskan.


Sementara di ruang bersalin pembersihan rahim Alana


sudah selesai, hanya tinggal


memindahkan Alana ke ruang perawatan.


Arvan tersenyum


melihat wajah Alana yang tampak lelah, “Bagaimana?”

__ADS_1


Alana berusaha


menampilkan senyumnya, “Luar biasa.”


“Apa kau ingin aku


menghubungi Joran kalau anak kalian sudah lahir?”


“Jangan.” Alana


menggelengkan kepalanya, matanya menatap Arvan dengan memohon.


“Aku tidak mau kalau


dia sampai tahu dan membawa anakku secara paksa,” ucap Alana dengan suara


parau. Hatinya bergejolak, Alana rasanya ingin menangis tapi dengan sekuat


tenaga dia menahannya. Dia tidak ingin kembali pada Jordan hanya karena ia


sudah melahirkan seorang anak untuk Jordan.


“Dia juga ayah dari


anakmu. Ada aku di sini yang akan menendangnya jika dia memaksamu.”


“Aku tidak ingin


bertemu dengannya,” jawab Alana sambil menundukan kepalanya.


***


selesai, Jordan keluar dari ruang rawat yang akan Alana tempati karena mendapat


pesan dari Lord Arvan.


Jordan mengecup kening


anaknya sebelum meninggalkan ruang rawat Alana, Jordan menunggu di tempat yang


agak jauh dari ruangan Alana.


Setelah lima belas


menit berlalu, Jordan berdiri karena Arvan sudah berada di depannya.


“Sekarang kamu pulang,


Alana tidak ingin menemuimu.”


“Baik Lord,” jawab


Jordan. Jordan menunduk hormat sebelum berjalan meninggalkan Arvan. Hatinya sakit,


karena kebodohannya dia tidak bisa bersama dengan keluarga kecilnya. Air mata


yang Jordan tahan turun seketika, dia menghapus air matanya dengan kasar


menggunakan tangannya.

__ADS_1


Arvan memperhatikan punggung


Jordan yang mulai meninggalkannya, ia melihat Jordan mengusap air matanya saat


dia berjalan.


“Aku tidak bisa


melakukan apa-apa, jika kehadiranmu akan menyakiti perasaan Alana,” gumam


Arvan.


_-Flashback off-_


“Cepat jawab,” ucap


Alana dengan sedikit kesal karena Jordan hanya diam dan melamun.


Jordan tersentak


mendengar ucapan Alana, namun Jordan menampilkan senyumnya. “Malam saat tepat


kamu melahirkan, Lord Arvan meminta ku untuk datang ke rumah sakit.”


Sebenarnya ucapan


Jordan mengejutkan nya, bahkan dia tidak tahu kalau Jordan ada di sana,  namun Alana memilih diam menunggu kelanjutan


dari ucapan Jordan.


“Lord Arvan bilang, kalau kamu tidak ingin aku menemani mu saat melahirkan … aku sempat melihat anak


kita, terima kasih sudah mau melahirkan Arysa,” ucap Jordan tulus sambil


tersenyum pada Alana.


“Lalu foto itu?” Alana


menunjuk foto yang di pasang Jordan.


“Maaf, aku lancang


meminta foto itu pada bagian rumah sakit.”


Alana diam mebisu, memikirkan


semua ucapan Jordan dan kejadian tiga tahun lalu saat dia melahirkan. Alana


mencoba memikirkan beberapa kemungkinan.


Jika saat itu Jordan


ada di sana kenapa dia tidak memaksa untuk bertemu dengan Arsya, padahal dia


bisa melakukan apapun. Apa Jordan sudah berubah?


Alana menepis pendapatnya, mana mungkin Jordan berubah. Jordan pasti takut pada Arvan. “Sepertinya


itu masuk Akal, Jordan takut pada Arvan,” gumam Alana di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2