
Langit mulai gelap Alana tampak gelisah, berjalan ke sana kemari seperti setrikaan berjalan. Tangannya mengacak-acak rambut coklatnya.
Alana sedang kebingungan, Jordan meminta servis terbaik, sebagai ganti ponsel yang dia berikan untuknya. Setelah mengingat dia punya ponsel baru dengan cepat Alana mencari tutorial memberikan servis terbaik.
Setelah menonton beberapa video Alana mematikan layarnya, pandangannya lurus ke depan. Alana mengacak-acak lagi rambutnya, masa aku harus melakukan itu pada Jordan
Alana menggelengkan kepalanya, Gak mau malu.
Saat suara pintu terbuka dengan cepat Alana mengubah raut wajah mukanya, tampangnya yang frustasi Alana tutupi dari Jordan, pria itu tidak boleh tahu kalau Alana sekacau ini.
“Kau sedang berakting jadi patung?”
Pertanyaan Jordan membuat Alana semakin gelagapan, “Ti-tidak,” jawab Alana sambil menggelengkan kepalanya.
Jordan tau wajah Alana tampak tegang, pasti ucapannya tadi siang mengganggu gadisnya.
Mari kita bermain-main dengan gadis kecilku.
Jordan mendekati tubuh Alana yang masih mematung di tempatnya. Alana tidak bisa menutupi wajah terkejutnya saat Jordan menarik pinggangnya menggunakan satu tangan.
Wajah gadis kecilnya itu semakin tampak tegang karena ulahnya. Oke lanjut.
__ADS_1
Jordan merapikan helaian rambut yang ada di wajah Alana dengan sangat perlahan menggunakan tangannya yang bebas, tanpa memedulikan tatapan Alana.
Alana menelan ludahnya dengan susah payang, saat tangan Jordan seperti menari-nari di wajahnya. Tubuhnya berkeringat, bahkan kaki Alana mulai gemetar.
Setelah selesai membereskan rambut di wajah Alana Jordan menatap mata coklat Alana. Alana pun melakukan hal yang sama, bola hitam pekat itu seperti mengunci mata Alana.
“Besok aku harus pergi, sayang.” Ucap Jordan dengan nada sensual, membuat kaki Alana semakin gemetar.
Jantung Alana berdetak dengan sangat cepat, meskipun sudah pernah melakukan hubungan ranjang saat Alana sadar. Tetapi kali ini sensasinya berbeda, karena Alana harus bisa memuaskan Jordan dengan servisnya.
Alana sangat gugup apalagi untuk pertama kalinya Jordan memanggil Alana dengan sebutan sayang, tetapi dia harus bertanya, “Ke-ke mana?”
“Aku ada kerjaan di luar.”
“Berapa lama?”
Gadis kecilnya ini sepertinya mulai penasaran, “Kau mulai posesif, sayang. Ini privasiku!”
Alana hanya menganggukkan kepalanya, panggilan sayang dari Jordan membuat Alana merasa terbang tinggi ke angkasa.
Jordan melepaskan tangannya dari pinggang Alana, lalu duduk di atas tempat tidur. Sementara Alana masih berdiri mematung di tempatnya.
__ADS_1
“Kemarilah sayang!” titah Jordan dengan nada sensualnya.
Alana menggigit kecil bibir bawahnya, berjalan ke arah Jordan dengan menundukkan kepalanya. Setelah sampai di depan Jordan Alana masih diam, dia tidak tau harus melakukan apa.
Jordan menarik tubuh Alana hingga jatuh di atas tempat tidur, dengan gerakan cepat Jordan menindih tubuh Alana.
“Sayang kali ini aku ingin bermain kasar!” Jordan merobek dress Alana dan membuangnya ke sembarang arah.
Kini wanita di bawah kungkungannya hanya menggunakan dalaman berwarna merah, warna kesukaan Jordan. Dan betul saja pusakanya sudah berdiri tegak.
Bukit kembar milik Alana selalu menggodanya, dengan kasar Jordan meremasnya membuat Alana meringis.
Dengan kasar Jordan merobek penghalang kelembutan Alana, memasukkan benda pusakanya dengan satu kali sentakan.
“Aaaa!”
Alana meringis kesakitan saat pusaka Jordan masuk tanpa aba-aba. Jordan menarik pelindung bukit kembar Alana, dengan kasar Jordan meremas bukit kembar Alana untuk memancing gairah gadis di bawah kungkungannya.
__ADS_1