Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Taring Harimau


__ADS_3

Stella menekan tombol khusus untuk memanggil pihak keamanan. Hanya butuh satu menit dua orang bertubuh tegap masuk ke ruangan Alana.


“Usir mereka!” Perintah Stella langsung di tanggapi oleh dua pria itu yang berjalan mendekati Nik dan Jordan.


“Baik nona.”


Nik memasang badan untuk menghadang dua pria keamanan yang di panggil nona oleh mereka. Nik rasa wanita itu bukan orang sembarangan, “Tunggu sebentar,” ucap Nik dengan nada tenang.


Nik berjalan mendekati tuannya, “Sepertinya kita harus meninggalkan ruangan ini tuan.”


Jordan menatap Nik tajam, dia menggelengkan kepalanya. Dia ingin Alana ikut dengannya, dia menarik Alana dari tempat tidur tanpa aba-aba hingga tubuh Alana terjerembap ke bawah.


“Merepotkan, bangun!” bentak Jordan.


Nik merasa kesal dengan sikap tuannya yang tidak bisa mengontrol emosinya.


Alana yang tubuhnya jatuh akibat tarikan Jordan hanya bisa menundukkan kepalanya, di iringi butiran bening yang meluncur dari kelopak matanya. Hatinya sungguh sangat sakit, Jordan benar-benar menunjukkan taringnya, memperlihatkan watak aslinya.

__ADS_1


Stella berjalan mendekati Alana, dia menyejajarkan tubuhnya dengan Alana lalu memeluk tubuh Alana yang tampak bergetar menahan isak tangisnya. “Lebih baik kau pergi sekarang!” tegas Stella sambil menatap Jordan dengan penuh kemarahan.


Nik semakin geram, wanita itu berhasil memancing kemarahan Jordan. Hingga Jordan mengepalkan tangannya, namun Nik mengambil seribu langkah cepat. Dia menarik tangan Jordan yang mengepal.


Jordan menatap Nik dengan penuh amarah, sekretarisnya itu tidak membantunya sama sekali. Apalagi tatapan Nik malah memintanya untuk keluar dari ruangan itu.


Nik malah melihat Jordan yang masih di penuhi amarah lebih memilih menarik tangan Jordan untuk keluar dari ruangan itu.


Jordan menghempaskan tangan Nik yang mencekalnya, “Harusnya kau bisa bawa Alana, Bodoh!”


“Kita harus menyusun strategi untuk membawa nona Alana tuan, meskipun dia istri sah anda tapi apa kata publik? Akan ada banyak berita miring tentang sikap anda tuan, dan itu akan mempengaruhi perusahaan tuan.” Nik mencoba menjelaskan maksudnya. Ini lah yang Nik tidak suka dari tuannya, Jordan akan bersikap bodoh jika mencintai seorang wanita, dan emosinya akan mudah terpancing.


Sementara di ruangan rawat Alana masih menangis sesenggukan di dalam pelukan Stella. Sikap Jordan benar-benar kasar, bahkan tubuhnya terasa sakit semua termasuk hatinya.


“Kalian boleh kembali bertugas!” perintah Stella pada dua pria keamanan yang di panggilnya.


“Kami permisi nona,” jawab dua pria tersebut dengan menunduk hormat pada Stella.

__ADS_1


Arvan yang telah selesai menerima telepon masuk ke ruangan rawat Alana. Dia terkejut melihat tubuh Alana yang duduk di lantai, dengan isakan kecil yang keluar dari mulutnya.


Dia mendekat, memegang bahu Stella. Mencoba bertanya apa yang terjadi? Lewat sorot matanya.


“Fratello, aiuta Alana a salire a letto.”


(Kakak tolong bantu Alana untuk naik ke atas tempat tidurnya.)


Untuk pertama kalinya Arvan merengkuh tubuh Alana dan membaringkan tubuh wanita lemah itu kembali ke atas tempat tidur. Arvan memperhatikan Alana yang menutup matanya dengan butiran air yang keluar dari sudut matanya.


“Cosa mi sono perso?”


(Kejadian apa yang baru saja aku lewatkan?)


“Meglio che controlli le telecamere di sorveglianza.”


(Lebih baik kaka cek kamera CCTV.)

__ADS_1


Stella mengambil gelas berisi air minum yang ada di nakas, lalu menggenggam tangan Alana. Berharap wanita itu mau membuka matanya.


Stella merasakan sakit yang di rasakan Alana, dia juga sama seorang wanita yang memiliki hati. Perlakuan pria tadi sungguh keterlaluan.


__ADS_2