Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Perlawanan Wanita


__ADS_3

Stella tidak ingin kalah, dia harus memberi pelajaran pada pria arogan ini. Stella menendang bagian pusaka Jordan, dia tertawa melihat Jordan kesakitan.


Jordan meringis kesakitan dengan setengah berjongkok sambil menatap Stella dengan tajam, “Sialan!” bentak Jordan.


Dengan tenangnya Sella berjalan mendekati Jordan, “Maaf tuan, tapi kali ini aku sedang jadi seorang wanita yang memakai rok. Aku tidak ingin mengeluarkan seluruh kemampuanku.” Senyum mengejek terukir di bibir Stella.


Nik tidak sadar sampai menggelengkan kepalanya melihat keberanian wanita yang berani melawan Jordan.


Hingga Jordan kalah, meskipun jika di dalam arena bertarung tidak di perbolehkan menyentuh pusaka.


Tapi menurut Nik tidak apa-apa, toh tuannya juga yang salah. Bertarung dengan wanita itu bukanlah hal yang gantel bagi pria.


Jordan sangat muak melihat wajah Stella yang berani mengejeknya, dengan rasa sakit di bagian pusakanya Jordan memberikan tamparan untuk Stella.


Stella meraba sudut bibirnya yang sedikit berdarah, akibat tamparan Jordan. Baru satu langkah Stella  akan maju memberikan balasan untuk Jordan, tapi dia urungkan.

__ADS_1


Stella berjalan mundur sambil tersenyum penuh kemenangan, karena ada suaminya Arnon yang sudah siap memberikan balasan untuk Jordan.


Jordan terkejut menerima serangan dari belakang, hingga dia terjerembap ke depan.


Jordan baru saja ingin bangkit, namun punggungnya di injak seseorang.


“Berani sekali kau menampar istriku!” ucap Arnon dengan tenang sambil menekan punggung Jordan menggunakan kakinya.


Dia melirik Stella yang berdiri di depannya, “Sayang dia menamparmu menggunakan tangan yang mana?” tanya Arnon dengan nada lembut.


“Baiklah,” ucap Arnon. Dia mengambil tangan kanan Jordan dan menariknya hingga terdengar erang kesakitan milik Jordan yang menggema di ruangan terbuka ini bersamaan dengan suara tulang yang patah.


Kaki Alana bergetar, bulu kuduknya merinding mendengar erang kesakitan milik Jordan. Namun dia tidak bisa melakukan apa-apa, karena rasa sakit itu masih menyelimuti hatinya.


Arnon berjalan meninggalkan Jordan dan mendekati Stella laku meraba pipi istrinya yang tampak memerah akibat tamparan Jordan.

__ADS_1


Arnon menatap Jordan yang sedang di bantu oleh sekretarisnya. “Itu balasan untukmu yang berani menampar istriku. Bahkan selama sepuluh tahun bersamanya aku tidak pernah menampar atau memukulnya. Dan kau berani sekali menampar istri kesayanganku,” ucap Arnon dengan tegas.


Air mata Alana terjatuh, bukan karena kasihan melihat Jordan. Tapi mendengar ucapan yang keluar dari pria yang sedang merangkul Stella. Alana tersenyum kecut, selama bersama Jordan bahkan dia sudah mendapat dua tamparan, hinaan, dan sikap arogannya.


Jordan sudah tidak memedulikan ucapan pria di depannya, tangannya terasa sakit akibat pria itu mematahkan lengannya.


 Jordan bersumpah di dalam hatinya bahwa dia akan membalas semua perlakuan mereka.


Nik dengan sigap menolong Jordan untuk bangkit, dan membantu Jordan untuk mendapat penanganan dengan cepat.


Nik memapah Jordan untuk melewati pria dan wanita yang telah membuat tuan mudanya kesakitan.


Namun langkahnya terhenti karena pria itu menghalangi Jalannya, “Aku tidak mengizinkan pecundang mendapatkan perawatan di rumah sakit milikku. Lebih baik kalian pergi dari sini, cari rumah sakit lain!” ucap Arnon dengan nada sombongnya.


“Tapi tuan saya membutuhkan penanganan dengan cepat!” tegas Nik.

__ADS_1


“Saya tidak peduli, pergi sana!” Arnon sengaja mengusir, dia tidak akan pernah rela menolong orang yang berani menyakiti istrinya.


__ADS_2