Merried With Mr. Millionaire

Merried With Mr. Millionaire
Senjata Mematikan


__ADS_3

Nik melihat jelas kilatan amarah di mata tuannya, dia berdiri hendak mengingatkan Jordan untuk tidak melakukan pelecehan di tempat umum.


Namun suara pintu yang di buka dengan keras hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras membuat Nik mengalihkan perhatiannya.


Arvan berjalan dengan cepat menghampiri Jordan yang sedang menindih tubuh Alana, dia menarik lengan pria itu.


Arvan bisa melihat kondisi Alana yang mengenaskan, dia memberi pukulan untuk pria berengsek itu.


Jordan meraba sudut bibirnya yang terasa nyeri, ini bukan saatnya berurusan dengan pria asing ini. Dia menarik tangan Alana.


“Dasar pengecut!” bentak Arvan, dia menarik tangan Alana. Memosisikan tubuh Alana untuk berdiri di belakangnya.


“Apa maksudmu, kau tidak berhak ikut campur!”


Alana hanya bisa menangis di belakang punggung Arvan, semua kejadian ini di luar dugaannya. Alana semakin menundukkan kepalanya, kakinya terasa gemetar.


Bahkan kaki Alana rasanya tidak cukup kuat untuk menopang tubuhnya.


“Hei tuan muda kau kira bisa seenaknya mengambil Alana. Setelah kau berani menghilangkan nyawa kedua orang tuanya, sekarang kau mau menyiksanya juga?” Arvan sudah tidak bisa memberikan toleransi pada pria sok berkuasa ini.


Alana terkejut mendengar Arvan berbicara menggunakan bahasa Indonesia, tapi ini bukan saatnya mempertanyakan masalah itu.


 Ucapan Arvan benar-benar membuat Alana penasaran, “Apa maksudmu tuan tentang nyawa kedua orang tuaku? Kau tahu dari mana?” Alana mencecar Arvan dengan beberapa pertanyaan.

__ADS_1


“Mudah bagiku untuk mengetahui sesuatu informasi. Termasuk semua tentang masa lalumu, karena semua itu bukanlah sesuatu hal yang sulit bagiku,” ucap Arvan dengan tenang sambil menatap mata Alana.


Jordan tidak terima, dia tidak ingin kehilangan Alana. “Anda jangan sok tahu, kau pikir kau ini siapa berani sekali menuduhku! Memangnya kau punya buktinya?”


Di saat itu Nik berdecap pelan, situasi ini sangat rumit. Dia tidak mengira masalah ini akan terbongkar dengan cepat.


Arvan melempar amplop ke atas meja, “Kau bisa lihat sendiri buktinya!”


Jordan mengambil amplop yang di lempar Arvan, dia membaca surat penahanan dirinya atas kasus kecelakaan orang tuan Alana.


Alana merebut amplop yang di pegang Jordan, dia membaca secara saksama isi surat penahanan itu.


Alana menatap mata Jordan, dia memberikan tamparan keras pada Jordan sekuat tenaganya.


“Dasar pembunuh!” teriak Alana.


Alana merasa bodoh karena tidak tahu nama pria yang menjadi penyebab kematian orang tuanya.


Alana mengepalkan tangannya, selama ini dia terpuruk kehilangan orang tuanya.


Sementara Jordan sekarang bisa hidup bebas dan menyakiti hati serta fisiknya. Air mata Alana mengalir, tanpa isakan.


Dia menahan rasa marah di hatinya, dia merasa benar-benar bodoh.

__ADS_1


“Kau harus ikut denganku, aku akan menjelaskan semuanya,” Jordan menarik tangan Alana.


 Namun Jordan terkejut saat sebuah pistol berada tepat menempel di keningnya. Dari jarak dekat dia bisa melihat pistol yang hanya di miliki satu orang terhebat di dunia, “Lord Arvan.”


Nik sama terkejutnya, dia melihat pistol itu menempel di kening tuannya. Dia tidak bisa melawan, karena Nik tau siapa pemilik senjata itu. ‘Bodoh kenapa aku tidak mengenali wajahnya!’ runtuk Nik di dalam hatinya.


Alana terkejut melihat Arvan menodongkan pistol itu di kepala Jordan. Ternyata tidak cukup sampai di situ, dia juga mendengar Jordan menyebut Arvan dengan sebutan ‘Lord.’


“Iya ini saya.” Arvan menatap Jordan dengan tatapan membunuhnya.


“Sebenarnya kamu siapa ?” tanya Alana. Dia benar-benar penasaran dengan sosok Arvan yang terlihat memiliki kekuasaan di atas Jordan.


“Lebih baik kalian pergi!” teriak Arvan. Dia sudah muak melihat wajah tidak berdosa milik pria bernama Jordan itu.


Jordan lebih memilih untuk mengalah tapi dia tidak akan membiarkan Alana pergi darinya. Dia merapikan tuksedonya lalu berjalan meninggalkan ruangan itu.


Setelah keluar dari ruangan itu Jordan menarik kerah kemeja Nik, “Kau harus bisa membuat Alana kembali padaku. Apa pun caranya!” perintah Jordan dengan kilatan marah di matanya.


Nik mulai memikirkan berbagai cara untuk membuat Alana kembali pada tuannya.


Namun bukan hal mudah jika Alana berada di bawah kendali seorang  Arvan Varizal Manopo, pengusaha teknologi nomor satu di dunia.


***

__ADS_1


Saingan babang Jordan berat nih, siapa yang masih dukung Jordan dan Alana ?


Atau mau pindah haluan ke penguasa dunia, babang Arvan?


__ADS_2